Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
BAB 2


__ADS_3

"Leon, aku mau itu." Menunjuk kucing yang sedang makan siang dengan hasil kerja kerasnya yaitu mencuri makanan dari tukang sayur sebab di depan sana ada tukang sayur yang tertidur di pos ronda.


"Kucing yang makan ikan hasil curiannya itu?"


Mika menggeleng.


"Bukan, aku mau kamu mengambil ikan seperti kucing itu !"


"Ha ..." Leon ternganga.


"Enggak deh, lagian ngapain sih aku kamu suruh curi ikan, kayak gitu." Sambil menunjuk kucing yang hilang di balik semak-semak. "Aku masih sanggup loh beli satu pabrik ikannya juga untuk kamu." Menggerutu.


Pikiran Leon sudah kemana-mana, pasti mika akan menyuruhnya untuk berjalan seperti kucing dan mengambil ikan itu dengan di gigit.


Saat di rumah Atom, mertuanya.


"Kenapa bibir jontor?" memang bengkak.


"Di gigit aspal!" kesal.


"Hah ..." ternganga. "Sejak kapan sih mika aspal punya gigi?"


Tawa Mika langsung pecah seketika, tidak ayahnya tidak suaminya. Semua bikin Mika tidak tahan untuk berhenti diam tanpa tertawa.


"Enggak ayah, tadi tuh aa ... ha ... ha ... Leon nyuri ikan dan ia langsung di ajak duel oleh ibu-ibu pemilik dagangan sayuran keliling, dan pada akhirnya setelah di tangkap Leon di pukul pakai helm pundaknya dan Leon tersungkur ke aspal!" bercerita sambil tertawa, ia beberapa kali mengusap air matanya.


Leon menyilangkan kedua tangannya.


"Terserah mau cerita panjang lebar, intinya aku kesal kamu suruh mencuri. Mana ikannya gak dapat, sakitnya yang dapat. Apes bener aku."


Seno sudah pulang dari kantor, ia hendak menanyakan kabar cucunya. Atom dan Mika tertawa sampai terjungkal-jungkal.


"Hey ... hati-hati." Seno menangkap mika yang hendak jatuh.


"Papa." Terkejut dengan kedatangan Seno.


"Kalan sedang menertawakan siapa sih sampai terjungkal-jungkal ?" duduk di samping Leon.


"Ngetawain Leon!" jawab kompak Atom dan Mika.

__ADS_1


Akhirnya mika menceritakan kronologi kejadian, Seno juga ikut tertawa. Lucu dan seru pasangan satu ini, yang satunya usil yang satunya polos jadinya posil (polos dan usil).


...***...


...BAB 2...


"Kenapa kamu setega itu ke aku dan anak-anak Leon, kamu jahat. Katanya kamu akan jagain kita baik-baik, mana buktinya. BULLSH1T." Teriaknya di akhir kalimat.


Meski dalam keadaan marah ia tidak memukul Leon, laki-laki cinta pertamanya dan papa dari anak-anaknya. Seno dan Atom melihat mika yang menangis tersedu-sedu ikut hancur, di sini yang paling berat adalah mika itu sendiri.


"Mika." Atom menyentuh kedua pundak putrinya dan akan selalu begitu.


"Lepaskan ayah, Mika ingin protes ke Leon ayah. Lihat ... laki-laki ini ayah, laki-laki yang aku cintai ini ayah," sambil menangis mika berkata. Ia menunjuk wajah pucat di atas ranjang pasien tersebut.


"Mika sadar nak, sadar."


"Enggak ayah, aku butuh kejelasan. Dia kenapa terbaring di situ, kenapa ayah. Wanita itu siapa ayah?"


"Mika, dengar Mika!" Seno juga bingung harus berbicara apa pada Mika.


Yang jelas sekarang suasana begitu panas di ruang rawat tempat Leon terbaring lemah dengan infus cairan dan penambah darah.


"Biarkan Leon istirahat dulu mika, nanti setelah ia sadar tanyakan sebanyak apa kamu mau bertanya. Papa rela mika, bila perlu jika dia pulih kamu pukul dan tend4ng sepuasnya agar ia masuk ke rumah sakit kembali. Nanti kalau dia melaporkan ke pihak berwajib, papa yang akan turun tangan untuk kamu Mika." Bela sang papa mertua.


*


"Leon."


"Iya ... sayang," seperti biasa Leon merangkul, memeluk, ia sangat mencintai dan menyayangi istrinya Mika Riana.


"Hari ini kamu kerja, tumben?"


"?!" Leon mengernyitkan dahinya.


"Ada kekacauan, kamu tenang ya." Leon mengusap pelan rambut Mika di iringi kecupan di dahi.


Mika mengangguk.


"Kekacauan apa sih Leon, sampai-sampai kamu sibuk lagi dan lagi. Sudah 2 bulan kamu begini, apa kamu tidak lihat jika sebentar lagi aku akan melahirkan anak-anak?" gumamnya setelah melepas kepergian Leon.

__ADS_1


Seno hari ini cuti kerja, memilih menghabiskan waktu untuk berjaga-jaga jika Mika melahirkan, padahal sudah ada pembantu dan suster yang siap siaga jika mika terluka atau mendadak melahirkan. Baby sitter sudah ada 2 juga, sudah di rekrut 1 bulan yang lalu padahal jelas-jelas anak-anaknya belum lahir ke dunia, namanya Asma dan Asna, baby sitter itu juga kembar dan telaten merawat bayi sebab mereka sudah memiliki ijasah dan lulus dengan nilai baik.


"Pa, apa ada masalah di kantor?" tanya Mika setelah ia turun dari anak tangga secara hati-hati.


"Tidak ada mika, memangnya kenapa. Apa Leon hari ini pergi begitu saja seperti kemarin-kemarin dengan alasan yang sama?" Seno menebak secara betul.


Ia tau sekali tabiat putranya jika ada sesuatu yang haru ia kejar ia akan berjuang mati-mati untuk mendapatkan nya, tapi kali ini alasan sama lagi.


"O," hanya itu saja tanggapan Mika.


"Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak mika, ingat ... kondisi kamu." Menunjuk perut mika yang memang kondisinya sudah turun dan sepertinya kepala bayi sudah benar-benar berada di panggulnya.


"Iya pa, kenapa rasanya seperti ini sih pa?" Mika merasakan keanehan di sana.


"Kamu kontraksi, kamu mau melahirkan?" panik.


Seno memanggil-manggil pembantu yang seadanya.


"ASMA ... ASNA ... CEPAT KEMARI." Seno berteriak meminta tolong.


Yang ia pikirkan sekarang bagaimana dengan keadaan menantu perempuannya dan calon cucu-cucunya.


"Sakit banget, aw ...," Mika menahan perutnya.


Jangan sampai terjadi apa-apa pada kedua bayinya, jika di hitung bayinya. Mika sudah tidak memikirkan berapa umurnya, yang jelas sekarang ia akan melahirkan.


Mika terus menarik nafas dan menghembuskan nya berulang-ulang, sesuai dengan arahan 2 baby sitter nya. Seno yang duduk di sebelah kursi kemudi hawatiran setengah mati di tambah lagi Leon sedari tadi tidak bisa di hubungi.


'Anak sialan, bangsa* bisa-bisanya tidak bisa di hubungi sama sekali.' Seno mengumpat dalam hati.


Bagan bisa suami macam Leon hidup di dunia dan tidak ada rasa pedulinya sama sekali dengan keadaan rumah, padahal sudah di wanti-wanti istrinya akan melahirkan. Justru sekarang seperti ini, hilang bak di telan bumi. Atom yang berada di pasar terkejut saat Seno memberi kabar jika putrinya akan melahirkan sekarang. Atom langsung menyuruh salah satu karyawan nya untuk menghendel tokonya hari ini, Atom senang dan gembira sekali.


Deg


Atom berpapasan dengan Leon dan ada seorang wanita yang menangis sambil menutupi wajahnya, tidak jelas siapa wanitanya.


"LEON." Teriak Atom langsung menyeret Leon tanpa ampun dan tanpa bicara apa-apa.


Tadi Seno juga bilang jika menantunya tidak bisa di hubungi dan apa nyatanya yang ada di depan mata. Langsung saja tanpa basa-basi ia menyeret Leon dengan satu telinga ia jewer dan putar sepuasnya.

__ADS_1


"Aduh ... ayah sakit." Keluhnya yang tidak di pedulikan Atom.


BERSAMBUNG


__ADS_2