
Leon menatap lama wajah Mika.
"Sebentar lagi kita akan selalu di samping anak-anak." Mengusap surai rambut mika.
"Wajah ku kelihatan sedih banget ya ?"
"Enggak sayang!"
"Beneran?"
"Iya, beneran sayangku Mika Riana !" gemas dan langsung mencubit pelan pipi Mika.
"Kasihan sekali wanita tadi."
"Memang tadi kamu bertemu siapa sayang?"
"Wanita yang sedang menyusui putrinya yang sedang sakit, jantung lemah!" jawabnya.
Deg
Leon merasakan sakit di dadanya, bayi baru lahir memiliki kelainan begitu. Ia tidak bisa membayangkan jika anaknya di posisi ibu itu, pasti sedih namun berusaha terenyuh dan baik-baik saja di hadapan dunia.
"Yuk makan, keburu dingin dan gak enak." Leon menyuapi istrinya.
"Terimakasih Leon," tersenyum.
Rasanya Leon tidak sanggup menghancurkan senyum bahagia itu, senyum yang selalu ia harapkan tidak pernah pudar dari kedua sudut bibir Mika.
.
.
.
Kini Mika dan anak-anak sudah kembali ke rumah, tidak repot sama sekali kecuali si kembar nangis bersamaan saat meminta ASI.
Adapun manfaat ASI bagi bayi antara lain mengandung zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, garam dan mineral serta vitamin) yang cukup dan sesuai untuk bayi, mengandung zat pelindung terhadap infeksi oleh berbagai kuman penyakit, melindungi bayi dari diare, tidak menimbulkan alergi, mengurangi kejadian gigi keropos.
ASI eksklusif untuk bayi yang diberikan ibu ternyata mempunyai peranan penting, yakni meningkatkan ketahanan tubuh bayi. Karenanya, bisa mencegah bayi terserang berbagai penyakit yang bisa mengancam kesehatan bayi. ASI mengandung zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh.
ASI juga memiliki rasa yaitu pada umumnya, ASI memiliki rasa manis yang menyerupai susu almond dan tekstur yang creamy. Rasa manis ASI dipengaruhi oleh kandungan laktosa di dalamnya, sementara teksturnya dipengaruhi oleh kandungan lemaknya. Meski begitu, seiring waktu, bisa ada rasa tambahan pada ASI.
Ooweek
__ADS_1
Si kembar menangis bersamaan.
"Mika." Wajah memelas dan berkaca-kaca saat meminta tolong.
Mika masih di dalam kamar mandi di bantu suster, sedangkan si kembar tidak bisa di tinggal. Sementara baby sitter juga tidak bisa menangani kecuali ada Mika.
"Anak ... anak ... papa mohon, jangan menangis. Mama masih di kamar mandi, oke anak-anak kesayangannya papa."
Menggendong mereka secara bersamaan, tentunya dengan bantuan baby sitter agar tidak keliru mengendong anak kembar bagaimana.
"Oh, ternyata begini rasanya punya anak kembar sekaligus."
Leon mengeluh.
Mika yang baru keluar dari kamar mandi menatap malas suaminya.
"Waktu kita masih baru di lahirkan kita juga begitu, jangan banyak ngeluh. Di luaran sana banyak orang yang menanti bertahun-tahun untuk memiliki seorang anak, nah kita di beri langsung dua. Bukannya bersyukur tapi malah mengeluh, sebenarnya dulu waktu buat niat gak sih punya anak?" kesal dengan Leon.
"Bukan begitu sayang, maksudnya itu !" hendak ngeles.
Mika mengibaskan tangannya.
"Sini, aku susui si kembar." Meraih anak laki-lakinya dan kemudian perempuannya.
'Mika, maaf sebelumnya aku belum bisa menjadi suami luar biasa untuk mu.' Hendak meneteskan air mata namun segera ia usap.
Mika menyusui sambil mengajak berbicara kedua anaknya, masih belum bisa melihat jelas namun senyumnya terbit yang artinya kedua anaknya tau jika ibunya lah yang mengajaknya berbicara penuh dengan kasih sayang.
"Sayang ... maafkan aku oke."
"Atas kesalah apa?"
"??!!"
"Kenapa diam?"
"Kamu ko gitu sih ucapannya, aku sudah berusaha jadi seorang papa dan suami yang baik, apa masih kurang!" sedikit meninggikan suaranya."
Shock dan terkejut, Leon yang ia kenal tidak pernah berkata begini. Meski beberapa kali ia melihat Leon emosi tapi bukan pada dirinya, diri ini terluka hati, jiwa juga.
Baru juga melahirkan tapi tertekan dengan kata-kata Leon, sejuta pertanyaan bersarang lebat di kepalanya.
''Kalau memang gak mau punya anak gak apa-apa kamu pergi Leon, kejar impianmu yang katanya kamu suka. Bukannya aku pernah bilang jangan melakukan hal-hal yang nanti membuatmu menyesal, kenapa kamu begini pada akhirnya.'' Mika menahan air matanya.
__ADS_1
Bukan kebahagiaan yang ia dapatkan tapi sebaliknya, tau begini dulu ia tidak ceroboh berharap dan berdoa agar di berikan momongan secepatnya.
Tapi semua sudah menjadi pelajaran berharga untuknya, lain kali tidak akan terulang kejadian ini. Pantas saja ia berubah berapa bulanan belakangan ini, ternyata ia belum siap.
"Apa kamu tau Leon, aku terluka dengan sikapmu, kenapa kamu selalu menyembunyikan sesuatu yang sangat kamu rahasiakan?"
"Aku tidak menyembunyikan sesuatu sayang, aku minta maaf tapi aku mohon percayalah padaku mika sayang!" memperbanyak surai rambut mika yang menutupi sebagian wajah cantiknya.
.
"Leon."
Panggilan dari sang mertua
''Iya ayah, ada apa?'' mematikan layar laptopnya dan menyimpannya di atas meja.
''Wanita itu siapa?''
Deg
Leon bingung harus menjelaskannya dari mana, bila bicara ini pasti nanti akan ada masalah yang luar biasa di dalam pernikahannya. Leon tidak ingin pernikahannya terancam sebab permasalahan ini.
''Wanita yang mana ayah?''
''Wanita yang menangis waktu itu, klien kamu atau apa.'' Atom merasa penasaran.
Ia sedikit agak tidak terima jika putrinya di lukai, padahal selama ini Leon tidak pernah membawa pulang atau mengenalkan seseorang pada papanya maupun dirinya sampai pernikahan itu terjadi. Apakah keputusannya dulu menikahkan mereka adalah keputusan yang sangat salah, Atom merasa tidak baik jadi seorang ayah untuk putrinya sebab dirinya sudah menjerumuskan putrinya secara tidak langsung di dalam jurang pernikahan, jika benar menantu tercintanya ada main hati selama ini.
''Eh, iya ayah itu klien Leon. Sebenarnya ada sedikit masalah dan aku harus menangani kasusnya hari ini, tapi mengingat mika ?'' menatap kamar mika.
''Pergilah, ayah percaya dengan mu leon!'' menyemangati meski hatinya resah.
Leon mengangguk sambil berpamitan pada atom, sebelum meninggalkan bangunan itu ia lagi dan lagi menatap rumah sederhana yang kini sudah banyak perubahan sebab perbaikan.
'Aku harap kamu tidak mengecewakan putriku Leon, kasihan anak-anak kamu jika harus merasakan seperti apa yang mika rasakan meski aku tau takdir setiap manusia itu sudah di tentukan.'
Setelah masuk ke dalam mobil yang menjemputnya.
''Hai, apa aku menganggu waktu mu?'' tanyanya tanpa rasa bersalah.
''Iya, jangan banyak berbicara lagi. Saya tidak suka anda begitu cerewet !'' dingin.
''Ya ampun tuan Leon yang terhormat, taukah anda ini begitu berkarisma tuan Leon. Jadi ... meski anda ketus di samping saya, saya tetap akan terpesona dengan anda.'' Berusaha merayu Leon.
__ADS_1
Leon tidak peduli, baginya ia hanya klien tidak lebih dari itu. Ternyata di dunia ini banyak sekali rupa manusia dengan segala bentuk yang berwujud manusia tapi berhati iblis. Bahkan dirinya sendiri bisa jadi akan menjadi iblis, bagaimana tidak dirinya bersembunyi tidak jujur pada Mika.