Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Masalah yang di sembunyikan


__ADS_3

Seno menelpon seseorang dan menyuruh orang-orang itu untuk berbuat sesuatu hal yang kurang baik.


Sekarang suasana pasar sedikit tegang saat ada salah satu kios yang terbakar, segera mobil pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi dimana terjadinya kebakaran. Anehnya hanya satu kios buah yang terbakar dan sebelah-sebelah nya sama sekali tidak terbakar atau terkena percikan api.


Atom baru saja mendapatkan kabar bahwa kios buahnya kebakaran.


"Ya Allah apa yang terjadi sebenarnya ini? kenapa hanya kios ku saja kebakaran." Atom bergumam dalam keramaian.


Banyak buah bibir yang berbicara macam-macam ada yang menyebutnya kar.a ada juga yang menyebutnya akibat serakah dan memilih menantu dari golongan orang kaya dan terpandang, Atom tidak peduli dengan gunjingan mereka yang terpenting hubungannya dengan anak-anak baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup masalah sahabat yang merangkap jadi besan bisa di bicarakan empat mata.


"Yang sabar ya pak Atom." Salah satu pedang sayur berucap.


Ia tau bagaimana rasanya usaha dan tempatnya mencari nafkah sehari-hari hancur dan hangus terbakar.


"Terimakasih ya," Atom berusaha tersenyum meski hatinya merasakan kepahitan yang sangat dalam.


Mika melihat berita viral saat sore hari saat hendak pulang ke rumah.


"Leon sayang, ada berita terbaru di pasar tepat ayah." Menunjukkan tulisan besar-besar itu pada Leon.


"Buka dan lihat saja sayang, mungkin ada berita penting," masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Tapi ko banyak komentar pedas saja sih Leon yang di tulis di artikel ini, ada-ada saja berita sekarang selalu di buat-buat dan membuat masyarakat terhasut dan termakan omongan opini berita." Mika tidak melanjutkan mensecroll sampai bawah.


Atom sudah pulang ke rumah dengan perasaan hancur.


"Siapa dalang di balik semua kejadian ini, perasaan aku tidak pernah punya musuh walaupun ada gak mungkin juga, yang paling membuatku janggal yaitu kenapa hanya kios ku saja yang terbakar sedangkan yang ada di sebelahku tidak, apa mungkin gara-gara punyaku aku tembok rapat jadi yang lain tidak tersambar si jago merah?" Atom hanya bisa menerka-nerka sekarang.


Mau menyebutkan orangnya siapa juga belum pasti, saat polisi tadi mengolah TKP juga tidak ada tanda-tanda ada orang yang sengaja membakar kios tersebut, kemungkinan besar akibat aliran listrik di kios.

__ADS_1


"Sudahlah, jika mau bersedih bukan saatnya bersedih. Apa Mika dan Leon sudah tau beritaku, Seno saja gak tau dan gak datang apalagi anak-anak yang super sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Atom memilih untuk bungkam saja untuk sementara waktu jika tidak ada orang yang membahas kiosnya, bahkan Seno sekalipun.


.


Mika menurunkan Bintang lebih dulu dari pada Fintan, sebab Fintan baru saja bangun dari tidur nyenyaknya ketika di perjalanan.


"Anak mama yang ganteng dan pintar, sini mama susui kamu nak." Dengan penuh suka cita ia menyusui sang buah hati.


Leon merasa cemburu sekali melihat anak laki-lakinya yang sedang menyusu pada Mika sambil sesekali tersenyum menatap Mika dan tangannya berada di salah satunya.


"Hey ... anak kecil jangan coba-coba membuat daddymu cemburu ya." Mengecup kuat-kuat pipi Fintan.


Oek.


Fintan menangis saat menyusu namun terganggu oleh kecupan kuat dari daddy-nya.


"Iya sayang, ada apa?" tanyanya tanpa rasa berdosa sama sekali terhadap putranya.


"Kamu ini, apa gak suka melihat anaknya tersenyum bahagia begini saat di dekap ku." Omelnya.


"Gak suka kalau dengan ekspresi seperti ini sayang, lagian kenapa juga Fintan kecil sangat mirip denganku. Kalau aku yang berada di posisi Fintan akan dengan senang hati aku berserah dan menikmatinya, tapi ini berbeda dia Fintan bukan Leon," mode cemburu Leon mulai on.


Tuk.


Mika memukul kepala Leon dengan pulpen yang berada di meja samping tempat tidur, pikirannya selalu penuh dengan has rat dan has rat saja.


"Sakit yang ..." mengeluh sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


"Sakit dari mana coba, aku tendang perut kamu dulu saja kamu gak mengeluh kecuali saat gigi kamu copot waktu itu," sambil tersenyum dan di iringi tawa renyah.


"Ya itu beda, waktu itu aku salah makanya aku memilih kamu pukul dan tendang untung saja gak kamu cekik leher aku, bisa jadi kamu jadi janda kalau aku gak ada ka ..."


Jari telunjuk Mika berada di bibir Leon.


"Ngomong jangan merancau kemana-mana, lagian kalau aku janda aku masih bahagia sebab masih muda AA ... HA ... HA ...," justru Mika semakin tergelak melihat Leon yang emosi namun di tahan.


"Tuhkan bahagia, aku gak suka. Mika milikku seorang yang lain gak boleh dan bukan kriteria kamu yang." Menegaskan bahwa Mika milik Leon seorang.


'Aku hanya takut bukan hanya tapi lebih dari itu kekuatanku, aku sendirian di dunia ini meski banyak pembantu di rumah papa dan ada papa juga, hanya kamu yang mau menerima dan menemaniku dari titik nol sampai bisa seperti sekarang. Aku tidak akan meninggalkan mu apapun yang terjadi yang," hanya bisa bermonolog dalam hati.


"Jangan suka melamun dan berpikiran yang tidak-tidak Leon, aku hanya sedang bercanda lagian hari-hari ku sebelumnya aku tidak ada teman bercanda. Satu tahun lebih kamu sering diam dan tidak menganggap kami bertiga bahkan sekedar bertanya hari-hari ku di rumah seperti apa, sakit sih Leon jika di ingat dan gak bisa hilang begitu saja namun aku harus juga menerima keadaan mungkin kamu butuh waktu yang lebih banyak lagi untuk mengatasi masalah mu sendiri." Kata-kata bijak dan dewasa Mika lah yang menurun Leon sampai menjadi orang yang lebih berguna dari sebelumnya.


"Terimakasih banyak sayang, entah apa jadinya jika aku tanpa kamu tanpa kesabaran kamu tanpa kehadiranmu dalam hidupku, aku yakin hidupku akan berantakan bahkan bisa jadi aku jadi orang yang tidak berguna sama sekali, terimakasih sayang," memeluk tubuh Mika namun tetap ingat jika ada Fintan yang terus menatap percakapan kedua orang tuanya.


"Sama-sama Leon sayang, kita sebagai suami istri bukannya saling terbuka dan menghabiskan banyak waktu untuk saling bercerita, perbedaan pendapat boleh sih namun harus tetap di kontrol emosi kita masing-masing, oh ya ... tumben Ayah hari ini gak telpon?" keheranan dengan sikap Atom ayahnya.


Biasanya paling aktif bertanya keadaan.


"Kamu telpon saja dulu sayang, jangan menunggu orang tua yang telpon!"


Mika mengangguk.


Ia meraih ponselnya namun nomor ayahnya tidak dapat di hubungi.


"Apa gak bisa di hubungi? mungkin lagi sibuk yang bagaimana kalau nanti kita kesana."


"Iya, saran yang bagus jangan lupa bawa sesuatu untuk ayah sepertinya ayah ada sedikit masalah lagi dengan ponselnya yang sering mati dan minta baru, tapi kalau di belikan gak mau dan ujung-ujungnya di jual di toko ponsel terdekat,"

__ADS_1


Leon sudah bisa mendengar bahkan melihat sendiri jika ayah mertuanya begitu orangnya, gak suka menjadi beban orang lain namun di bantu juga tidak mau meski sistem pengembalian.


__ADS_2