Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Rahasia Terbongkar


__ADS_3

Alya berjalan menuju kelasnya terlebih dahulu, sedangkan Riski masih tetap di tempat duduknya sambil tersenyum. sampai Alya jauh Riski baru berjalan menyusul.


Setelah bel pulang berbunyi, Alya dan Rifa keluar dari kelasnya dan menunggu Amel dan Adit di depan gerbang sekolah.


Setelah Amel dan Adit datang.


"Mel, kakak hari ini ada kerja kelompok jadi gak bisa pulang bareng" ucap Alya.


"iya nih Mel gimana?," tanya Rifa.


"ya udah gak papa kak, nanti kakak hati-hati ya, urusan izin biar Amel aja yang bilangin ke Ayah nanti" jawab Amel


"makasih ya Mel, ya udah kakak duluan ya" ucap Alya dan berjalan menjauh dari Amel dan Adit.


Sedangkan Rifa ikut bersama Alya, karena dia juga ikut dalam kerja kelompok bersama Alya.


"duh bang ujang kemana sih gak dateng-dateng" ucap Amel.


"Mel, ayo kalau mau bareng, aku udah di jemput tuh" ucap Adit sambil menunjuk supirnya yang sudah berada di depan jalan.


Belum menjawab ajakan Adit, Amel dikejutkan dengan bunyi ponselnya.


"Assalamualaikum pak" ucap Amel.


"walaikumsalam neng, pak Ujang gak bisa jemput soalnya bannya kempes di jalan, sekali lagi maaf ya neng" ucap pak Ujang di seberang sana.


Setelah mematikan telpon dari pak Ujang, Amel melirik Adit yang tetap di sampingnya menunggu jawaban dari ajakannya.


"gimana?" tanya Adit memastikan.


"oke aku bareng kamu" jawab Amel.

__ADS_1


"yaudah ayo!" ajak Adit dan akhirnya mereka pulang bersama.


Didalam mobil Adit, tidak ada percakapan sama sekali sampai mobil tersebut sampai di rumah Alya.


"Dit duluan ya" ucap Amel sedikit gugup.


"iya" jawab Adit.


Setelah Amel keluar dari mobil Adit dan berjalan menuju rumahnya, tiba-tiba Adit memanggilnya.


"Mel...." panggil Adit sambil berlari menghampiri Amel.


"ada apa dit??" tanya amel polos.


"ini ponselnya kamu" ucap Adit memberikan ponsel Amel.


"oh iya, makasih yah" jawab Amel setelah mengambil ponselnya.


Sedangkan Amel langsung memasukkan ponselnya pada saku dan segera masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum Amel pulang" ucap Amel setelah membuka pintu rumah.


Amel dikejutkan dengan keberadaan Riski dan kedua orang tuanya yang bertamu ke rumahnya.


Amel menutupi rasa penasarannya dan langsung bersalaman pada Ayah, Bunda dan kedua orangtua Riski.


"Riski kok ada disini?" tanya Amel.


"apa ini Alya?" bukan jawaban yang Amel dapat melainkan pertanyaan mama Riski.


"bukan tante, saya Amel sepupu Alya" jawab Amel sopan.

__ADS_1


"oh sepupu" jawab Mama Riski.


"kalau boleh tau, Riski samaorang tuanya ngapain ya Yah" tanya Amel pada Ayahnya.


"mendingan kamu ganti baju dulu nanti Ayah ceritain" jawab Adi, Adi tidak tau harus menjawab yang sebenarnya atau tidak pada Amel dan pilihan yang tepat hanya mengundur waktu saja berharap Amel akan melupakan pertanyaannya.


"ya udah Amel ke kamar dulu" pamit Amel dan berjalan menuju kamarnya.


Setelah Amel pergi, orangtua Alya dan Riski kebingungan harus berbicara apa dengan Amel nanti.


"gimana kalau kita kasih tau Amel tapi jangan kasih tau Alya" pendapat Adi.


"setuju" jawab Papa Mama Riski kompak.


Setelah Amel membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Ia kembali ke ruang tamu untuk mendengarkan penjelasan Ayahnya.


Ayahnya menjelaskan panjang lebar, Amel terkejut mengenai rencana perjodohan ini karena Alya sendiri sudah sangat menyukai Riski dan sudah ditolak mentah-mentah , ternyata itu semua rencana perjodohan.


"kalau kakak tau ini dia kegirangan apa marah ya?, karena kan dia ditolak mentah-mentah ama Riski ternyata ini alasannya, aduh kakak kasian deh" batin Amel.


"Mel kamu janji jangan sampek Alya tau tentang ini" ucap Adi.


"tenang yah, Amel akan bantu buat melancarkan rencana ini" jawab amel mendukung.


"makasih Mel udah mau bantu" jawab Riski.


"cie.... Riski ternyata punya perasaan sama kak Alya tapi gak mau ngaku" ucap Amel meledek Riski.


"apaan sih Mel gak lucu" jawab Riski.


"aduh lucu banget sih, kalau kak Alya tau rencana ini pasti dia seneng karena dia bisa sama Riski, tapi dia pasti kecewa karena dibalik penolakan Riski selama ini ternyata karena rencana perjodohan, bisa nyesel dia ngejar Riski mati-matian. kan Riski nya udah dijodohin sama dia dari kecil" batin Amel.

__ADS_1


__ADS_2