Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Jalan-Jalan


__ADS_3

keesokan harinya Alya bangun lebih awal setelah sholat ia langsung mandi agar lebih segar.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Alya segera mengganti baju dengan baju santainya.


Alya pergi keluar dari kamarnya setelah semua kegiatan di kamarnya selesai.


kali ini Alya berjalan menuju kamar Amel.


"mel...." panggil Alya berkali-kali dari luar.


Amel segera membuka pintu yang suaranya mengganggu tidur Amel.


ceklek..


"ada apa" jawab Amel dengan suara khas orang bangun tidur dan matanya masih enggan terbuka lebar.


"astaga Amel, belum mandi yahh dasar" jawab Alya melirik Amel dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Dari yang Alya lihat Amel masih memakai baju tidur dan rambutnya berantakan dan juga Amel masih membawa bantal guling yang hampir membuat Alya tertawa terbahak-bahak tapi Alya tahan.


"kenapa kak? masih pagi juga?" tanya Amel melihat Alya memandangnya sangat teliti.


Alya yang sedari tadi keheranan menjadi terkejut dengan suara Amel.


"eh udah solat gak?, kakak mau jalan-jalan nih temenin yok" ajak Alya.


"kirain apaan, solat udah tapi Amel gak mau jalan-jalan, mau istirahat capek kak" jawab Amel.


"jahat banget deh" ucap Alya sambil memanyunkan bibirnya.


"biarin, Amel capek habis perjalanan" jawab Amel tanpa rasa salah.

__ADS_1


"ayo Mel, pliss" ucap Alya sambil menggoncang tubuh Amel, sedangkan si empunya tetap enggan membuka matanya lebar-lebar.


Karena merasa risih dengan tingkah Alya, Amel segera masuk kamar dan menguncinya dengan cepat, ia kembali ke ranjang dan merebahkan dirinya lalu kembali terlelap.


Sedangkan di luar terus mengetok pintu tanpa ampun.


"ih dasar" ucap Alya kesal dan berhenti mengetok pintu yang penghuninya mungkin sudah terlelap tidur.


"kenapa Alya?" tanya nenek Ina sambil berjalan membawa beberapa bahan makanan yang belum dimasak bersama bi Lala. Saat ini masih terlalu pagi jadi sarapan belum di masak.


"Amel belum bangun nek, Alya pengen jalan-jalan hirup udara segar" ucap Alya sangat mirip seperti seorang anak yang mengadu pada ibunya karena mainannya direbut.


"bi Lala, bawa ini ke dapur duluan, saya mau urus cucu kesayangan saya dulu" ucap nenek Ina pada bi Lala.


"sayang, kasian Amel mungkin dia kecapean, kalau mau jalan-jalan sendiri dulu yahh tapi jangan jauh-jauh" jelas nenek Ina.


"baiklah nek" jawab Alya dan berjalan meninggalkan neneknya.


"gimana nek ektingku?" tanya Amel.


"sangat bagus" jawab nenek Ina mengangkat kedua jempolnya.


"baiklah nenek masak dulu ya, kamu kalau mau istirahat silahkan" tambah nenek Ina.


"oke nek, aku mau siap-siap buat peran berikutnya" jawab Amel sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum girang.


Nenek Ina keluar dari kamar Amel dan pergi ke dapur, sementara Amel saat ini melanjutkan tidurnya.


Alya pergi jalan-jalan sendiri dengan perasaan kesal.


"untung aku masih hafal jalanan ini" gerutu Alya.

__ADS_1


"Alya..." panggil Riski dari kejauhan.


Alya langsung menoleh dan melihat Riski lari menuju ke arahnya.


"hay, kamu kok ada di sini?" tanya Riski.


"nenek aku rumahnya di daerah sini" jawab Alya singkat.


"owh gitu, deket dong sama nenek aku" jawab Riski yang hanya diangguki Alya.


"temenin aku jalan-jalan ke situ yuk" ucap Riski sambil menunjuk arah kiri.


Baru saja Alya hendak menjawab iya tapi terurungkan karena mengingat perkataan Riski di kapal dan Alya akan bertekad untuk berubah.


"ngak, aku mau ke sana" tolak Alya sambil menunjuk arah kanan.


"ya sudah aku temenin kamu" jawab Riski.


"gak usah, aku sendiri aja" ucap Alya dan berjalan dengan cepat menuju arah kanan.


"Alya..."panggil Riski melihat kepergian Alya.


Alya menghentikan langkahnya sejenak, ia ingin kembali namun Alya tetap pada tekat awalnya. Alya pun mulai jauh dan tidak terlihat lagi dari mata Riski.


"aneh, tidak bisanya dia menolakku, biasanya dia yang paling bersemangat untuk bersamaku, apa mungkin Alya melakukan yang aku katakan waktu itu ya?" batin Riski.


Riski pun menghindari prasangka buruknya dan kembali melanjutkan langkahnya ke arah kiri yang berlawanan dengan arah yang Alya lewati.


"berhasil" Ucap Alya setelah jauh dari Riski.


"semoga apa yang aku lakukan saat ini sudah tepat Ya Allah, semoga aku bisa lebih baik ke depannya" doa Alya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2