Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Pernikahan


__ADS_3

Sesampainya Alya di kamar Amel, Alya langsung masuk dan mendapati Amel sedang rebahan sambil memegang ponselnya.


"Mel" panggil Alya.


"Eh kak Alya, kok gak ngetok pintu dulu" jawab Amel.


"Iya maaf, eh kakak mau kamu jelasin semua ini" pinta Alya dengan menatap Amel penuh selidik.   


"Apanya yang mau dijelasin kak?" tanya Amel.


"Masih nanyak, ya ini semua kenapa bisa begini" jawab Alya.


Amel pun menjelaskan sampai Alya mengerti.


"Jadi ini semua rencana orang tua kakak sama orang tua Riski?" Tanya Alya.


"Iya" jawab Amel singkat.


"Berarti yang di jodohkan sama Riski itu bukan kamu tapi kakak?" Tanya Alya lagi.


"Betul" jawab Amel.


"Baiklah, kakak mau ke kamar, dah" pamit Alya dan Amel hanya mengiakan. 


Setelah Alya sholat isya', Alya segera merebahkan diri pada ranjang.


Alya mencoba memejamkan matanya beberapa kali namun tetap tidak bisa.


"Aduh, kenapa aku kepikiran terus ya, bagaimana gak kepikiran besok aku mau nikah, aduh ini bener gak sih besok nikah apa mimpi" pikir Alya.


Alya mencoba menyibukkan diri dengan memainkan ponselnya.


Sampai ada pesan masuk dari ponselnya.


Riski : "belum tidur, kok masih online?"


Alya hanya membaca namun tidak membalasnya karena jujur saja Alya sangat kesal pada Riski.


Entah kesal karena perjodohan ini atau karena Riski selalu menolaknya tapi saat ini malah mau nikah dengan Alya.

__ADS_1


"Kenapa dia tidak nolak perjodohan ini?, kan dia gak suka sama aku ngapain mau nikah sama aku" pikir Alya.


Alya mematikan ponselnya, karena sudah hampir tengah malam, Alya pun mulai terlelap tidur dengan banyak pertanyaan di pikirannya yang tak terjawab.


Tak terasa matahari mulai menampakkan diri, Alya pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri lalu sholat subuh.


Setelah sholat, tiba-tiba ada yang mengetok pintu.


Ceklek..


"Amel?tumben bangun pagi?"tanya Alya.


"Iya kak, eh 5 menit lagi tata riasnya datang" jelas Amel.


"Cepet banget, kan masih pagi" ucap Alya.


"Gak tau juga, jangan tanya ke Amel, sekarang siap-siap aja dulu nanti kalau ada yang ngetok pintu itu berarti tata riasnya" jelas Amel lagi.


"Hmm" jawab Alya lalu menutup pintu kamarnya lagi.


Yang benar saja apa yang di katakan Amel, tata riasnya sudah datang dan mulai merias Alya. 


"Iya dek, kayaknya pengantin laki-lakinya udah dateng udah siap-siap ijab kabul" jawabnya.


"Cepet banget yahh, aduh" jawab Alya.


"Kenapa dek?" Tanya mbaknya lagi.


"Eh gak papa bak, cuma kayak gak siap aja" jelas Alya.


"Santai aja dek, pengantin laki-lakinya tampan loh" rayu mbaknya lagi.


"Ih apaan sih bak" jawab Alya malu-malu.


Alya masih sedikit rileks dan tidak terlalu tegang karena mbak yang meriasnya sangat ramah dan bisa di ajak bicara juga memberi saran-saran.


Sampai riasannya selesai...


"Cantik banget" ucap mbaknya.

__ADS_1


"Biasa aja bak" jawab Alya.


"ya udah dek tunggu di panggil ntar lagi, jangan grogi, kamu udah cantik" ucapnya lagi.


"Makasih bak" jawab Alya.  


Dengan samar, Alya mendengarkan kata ijab kabul yang di ucapkan Riski dengan sangat lancar dan semua tamu mengucapkan kata "sah" secara kompak.


"Udah sah loh dek" rayu mbaknya lagi.


"Iya mbak, deg-dekan nih" jawab Alya.


"Tenang aja dek" jawab mbaknya.


Sampai akhirnya Mawar menjemput Alya dan segera turun bersama menemui para tamu.


Riski sangat terkejut melihat penampilan Alya yang sangat cantik.


"Perfect" batin Riski.


Saat ini acara resepsi sudah di mulai, tamu sudah bertambah banyak dan mulai memberi kata selamat pada keduanya.


"Wah cocok sekali"


"Tampan dan cantik, cocoklah"


"Anaknya kayak apa ya nanti"


Itulah beberapa komentar para tamu, masih banyak lagi lainnya.


Sampai acara berakhir, akhirnya semua tamu sudah kembali pulang.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2