Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Teman Masa Kecil


__ADS_3

Setelah kapal sampai di tujuan, semua penumpang sudah turun bersama barang bawaannya.


Tidak terkecuali Alya dan Amel yang kini sibuk membawa barang-barangnya. Setelah beberapa lama membawa barangnya, nenek Alya pun menyuruh


supirnya membawakan barang yang dibawa cucunya.


"Alya, Amel sudah besar cucuku" ucap nenek Ima sambil memeluk Alya dan Amel bergantian.


"nenek sehat?" tanya Alya setelah melepas pelukannya dengan sang nenek.


"Alhamdulillah sehat" jawab nenek Ina.


"kakek gimana kabarnya?" tanya Amel yang sedari tadi tidak menemukan keberadaan kakek Ali.


"kakek sehat kok Amel, tapi kakek tidak bisa jemput kalian karena sedang ada urusan" jawab nenek Ina.


"syukurlah" jawab Amel sambil tersenyum.


Akhirnya nenek Ina mengajak kedua cucunya pulang ke rumahnya menaiki mobil nenek Ina.


Nenek Ina adalah ibu dari ayah Alya yang asli Yogyakarta, meskipun sudah tua tapi nenek Ina sangat sehat karena ia adalah mantan atlet ternama, jadi untuk usia yang kini tak muda lagi ia tetap kelihatan segar bugar.


Alya bersama Amel pergi menuju rumah neneknya yang kira-kira 30 menit perjalanan dari dermaga.


Setelah sampai di sana, Alya di antar menuju kamarnya dan begitu pula dengan Amel.


"kamu istirahat dulu ya sayang, pasti kamu capek kan" tutur nenek Ina.


"iya nek terima kasih" jawab Alya.


"ya sudah nenek keluar dulu yah" ucap nenek Ina yang dijawab anggukan oleh Alya.


Setelah nenek Ina keluar, Alya membereskan barang-barangnya dan meletakkan pada lemari kecil di kamar tersebut.

__ADS_1


Setelah semua barang tersusun rapi, Alya memilih membersihkan diri terlebih dahulu dan sholat, lalu setelah itu membaringkan badannya pada ranjang.


"duh capeknya" lamun Alya.


Alya melirik sekitar kamar, dan banyak terdapat foto anak kecil yang imut terpasang rapi pada dinding.


Alya melihat-lihat foto tersebut,


"ini seperti fotoku di rumah" pikir Alya setelah melihat foto yang sama dengan miliknya.


"apakah ini semua fotoku yang masih kecil ya?"


"kenapa nenek mempunyai semua fotoku?" pikir Alya.


Setelah puas melihat-lihat foto masa kecilnya, Alya merasa mengantuk dan segera merebahkan diri di ranjang lalu memejamkan matanya.


Setelah malam tiba, Alya bersama Amel pergi ke dapur rumah nenek dan mulai mendudukkan badannya.


"hay Alya, kalian sudah besar ya" jawab kakek itu.


"ayo makan dulu, nanti ceritanya setelah makan" ucap nenek Ina.


Setelah makan malam selesai, Alya memulai pembicaraan.


"nek? " panggil Alya.


"iya" jawab nenek Ina.


"nenek, itu dikamar aku kok banyak foto masa kecilku?" tanya Alya.


"iya sayang, dulu kamu tinggal disini sampai kamu umur 7 tahun lalu pindah" jelas nenek Ina.


"dan kamu punya teman baik disini tapi nenek lupa namanya, itu cucunya nenek Laras tetangga kita dan anaknya nenek Laras namanya Angga sahabat Ayah kamu dari kecil" tambah nenek Ina.

__ADS_1


"owh gitu nek, aku benar-benar lupa jika memiliki teman masa kecil, kalau boleh tau laki-laki atau perempuan?" tanya Alya.


"laki-laki, tapi sekitar 3 tahun lalu sudah pindah ke Bandung juga" jelas nenek lagi.


"owh begitu" jawab Alya.


"iya sayang, rumahnya di seberang jalan tuh" tunjuk nenek Ina yang diangguki oleh Alya.


"aku pikir cucunya nenek Laras itu pasti Riski gak salah lagi" batin Amel.


"kenapa aku tidak mengingat teman kecilku itu yah, apa karena sudah lama jadi aku lupa" batin Alya.


"ya sudah sana istirahat" perintah kakek Ali.


"baik kek" jawab Alya dan Amel serempak dan pergi meninggalkan nenek Ina bersama kakek Ali.


"kamu jangan jelaskan terlalu panjang" ucap kakek pada nenek setelah kepergian kedua cucunya.


"maaf mas" jawab nenek Ina cengengesan.


"baiklah ayo istirahat" ajak kakek Ali.


"baiklah" jawab nenek Ina.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak jempol dan komen, dan jangan lupa vote karya ini.


selamat membaca.


salam dari Autor.

__ADS_1


__ADS_2