Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Awal Kebahagiaan Sejati


__ADS_3

Setelah seminggu kemudian, hari ini Clara benar-benar pulih dan akan pulang dari rumah sakit.


Clara dan Zein sudah semakin akrab karena Zein setiap hari datang ke rumah sakit untuk menjenguk Clara sambil membawa makanan untuknya.


Hari ini Alya dan Riski ikut menjemput Clara untuk pulang.


Clara pulang bersama Zein dan Mamanya sementara Alya dan Riski segera pulang ke rumah.


"Alya, aku tidak menyangka hari anniversary tidak dirayakan karena kejadian seminggu lalu"


"Tidak apa-apa, yang penting sekarang Mama dan Papa sudah memindahkan kuliahmu ke Indonesia kan, itu sudah membuatku lebih bahagia"


Mulai kejadian seminggu lalu tersebar pada orang tua Alya dan Riski. Akhirnya Mama dan Papa Riski memutuskan untuk Riski melanjutkan kuliahnya di Indonesia, tepatnya satu kampus dengan Alya.


"Baiklah, mulai sekarang aku akan selalu menjagamu" Kata Riski.


"Karena kita sudah tidak berpisah lagi kan" Tambahnya.


"Iya, aku senang sekali akhirnya kita tidak usah berjauhan lagi" Jawab Alya.


Riski pun segera memarkirkan mobilnya setelah sampai rumah.


Mereka segera bersih-bersih lalu berbaring santai di ranjang.


Ponsel Alya berbunyi tanda ada telfon masuk.


"Halo Bun, Assalamualaikum" Ucap Alya.


"Waalaikumsalam, bagaimana kabar Clara?" Tanya Bunda.


Semenjak kejadian itu diketahui oleh Bunda, Bunda juga semakin akrab dengan Clara karena sering pergi menjenguk ke rumah sakit.


"Alhamdulillah sudah baik Bun, sekarang dia sudah pulang" Jawab Alya.


"Oh baiklah kalau begitu. Eh iya kalian berdua tidak mau ke rumah Bunda?" Tanya Bunda.

__ADS_1


"Bentar Bun, Alya tanya Riski dulu"


"Kok panggil Riski, panggil Mas kenapa. Kalian kan sudah lama menikah masak kamu masih manggil nama" Protes Bunda.


"Iya maksud Alya Ma-Mas Riski" Ada ketidaknyamanan Alya mengatakan itu karena ini pertama kali untuknya.


"Segera bertanyalah, dan Bunda hanya mau bilang panggil suamimu dengan panggilan Mas meskipun tidak ada Bunda atau yang lain. Sebelum kalian punya anak nanti malu sama anaknya kan"


"Iya Bun, Alya pasti lakukan" Jawab Alya pasrah.


Bagaimanapun yang dikatakan Bunganya adalah kebenaran. Bahkan umur pernikahan mereka sudah dua tahun.


"Riski.... maksudnya Mas Riski...." Panggil Alya.


Riski kaget mendengar Alya memanggilnya dengan kata 'Mas.


"Kenapa?" Tanya Riski.


"Bunda tanya kapan kita mampir ke sana" Jelas Alya.


"Serius?sekarang?" Tanya Alya.


"Hmmm. Ya sudah ayo siap-siap" Kata Riski.


"Halo Bun, halo...." Ucap Alya kembali mendekatkan ponselnya pada telinganya.


"Gimana?" Tanya Bunda dari seberang.


"Alya akan ke sana sekarang Bun" Jawab Alya.


"Ah benarkah? Baiklah. Kebetulan sekali Amel dan Adit akan ke sini juga untuk membahas tanggal pernikahan mereka juga sama orangtuanya Adit" Jelas Bunda.


"Kebetulan sekali kalau begitu Bun, ya sudah Alya akan bersiap dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


Alya dan Riski sudah siap dan Riski melajukan mobil ke arah rumah Bunda.


Setelah sampai mereka segera masuk setelah mengetok pintu, di dalam sudah ada Bunda, Ayah, Amel, Riski dan orangtuanya.


"Kalian sudah sampai" Ucap Bunda dan Alya bersama Riski mencium punggung tangan Ayah dan Bunda juga pada kedua orangtua Adit lalu ikut bergabung.


"Kenapa rame-rame begini?" Tanya Riski.


"Oh iya Mas aku sampai lupa, di sini sedang membahas mengenai tanggal pernikahan Amel dan Adit" Jelas Alya.


"Oh begitu" Jawab Riski.


Mereka semua berdiskusi dan akhirnya membuat keputusan hari pernikahannya adalah minggu depan.


Karena Amel dan Adit sudah sekitar satu tahun bertungan jadi mereka akan segera menikah dengan cepat.


"Ternyata setelah beberapa kesulitanku dan hari ini adalah bukti awal dari kebahagiaan yang sejati." Batin Alya.


Alya tersenyum mengingat perjuangannya selama ini mendapatkan cinta Riski, sampai menikah pun mereka harus dihadapi dengan berbagai ujian.


Salah satunya kuliah berpisah lalu kejadian tragis seminggu lalu.


"Bahkan Clara yang pernah menghalangi hubunganku dengan Riski ternyata sudah berubah bahkan rela mengorbankan nyawanya demi aku. Aku sudah yakin akhir akan bahagia meskipun diawali dengan kepahitan" Batin Alya.


**Maaf yahh semuanya kalau autor jarang up, yahh karena daringlah salah satu alasannya. Tugas sekolah menumpuk dan gak semangat jadinya buat ngetik cerita gara-gara tugas yang saking banyaknya.


**Aku usahakan bisa up satu hari minimal 2 Episode mulai besok. Dukung terus karya Alya dan Riski yah readers. Jgn lupa buat selalu kasih like, vote, dan dukungannya.


Jika karya ini menurut kalian bagus bagikan ke teman-teman kalian biar karya "Alya dan Riski" bisa nambah penggemar dan banyak yang minat baca.


Semoga "Alya dan Riski" bisa jadi karya yang banyak diminati nantinya. Dukungan kalian sangat berarti bagi aku. Jadi jangan lupa buat ngasih jejak jempol dan vote yah readersku dan bagikan karya ini pada teman-teman kalian.


Gomawo😊


Happy reading☺😉****....

__ADS_1


__ADS_2