
"Ya udah ayo makan" ajak Riski.
"Emang masih ada?" Tanya Alya.
"Ada sih tinggal satu piring punya aku, ya udah kita makan berdua aja" jawab Riski.
"Hah? Makan berdua, ngak ah malu" ucap Alya.
"Ayolah sekarang tinggal kita berdua di sini jadi tidak usah malu" jawab Riski.
"Iya tapi aku malu sama kamu" ucap Alya lagi.
"Kamu malu sama aku? Ahahaha" Riski tertawa.
"Ih kok ketawa, ya udah ayo aku mau" Jawab Alya.
"Katanya malu?" Tanya Riski.
"Udahlah ayo aku lapar" jawab Alya menarik tangan Riski menuju dapur.
Mereka makan bersama dan saling suap-suapan.
"Udah kenyang gak?" Tanya Riski setelah selesai makan.
"Lumayan, bisa lah bertahan sampai siang" jawab Alya.
"Trus kita mau ngapain habis ini?" Tanya Riski.
"Kamu udah beli buku tulis dan perlengkapan sekolah gak?" Tanya Alya.
"Belum sih" jawab Riski.
"Ke toko buku yuk" ajak Alya.
"Ayuk" jawab Riski.
~ di mobil ~
"Ayuk jalan" ucap Alya.
Dan Riski segera melajukan mobilnya.
Di dalam mobil tidak ada perbincangan sama sekali sampai Riski membuka suara.
"Kita ke toko buka di mana?" Tanya Riski.
"Yang deket aja" jawab Alya.
"Mau denger lagu gak?" Tawar Riski.
"Mau mau" jawab Alya semangat.
Riski pun menghidupkan musik untuk mengurangi kesunyian.
Alya dan Riski begitu menikmati lagu sampai mobil Riski terparkir di depan toko buku.
__ADS_1
Alya dan Riski memilih buku dan alat tulis bersama sampai semua selesai.
"Huh Alhamdulillah selesai" ucap Alya.
"Ayo naik" ajak Riski dan Alya mengiakan.
~ di mobil ~
Setelah mobil Riski keluar dari toko buku.
"Alya mau cari gulali?" Tanya Riski.
"Boleh, kok kamu tau sih aku suka gulali" jawab Alya.
"Iyalah tau dong, apa yang aku gak tau cobak" jawab Riski.
"Iya deh iyain biar seneng" jawab Alya dan Riski tertawa.
Setelah membeli gulali mereka menikmati gulali di depan toko tersebut.
Sambil duduk-duduk mereka memakan gulali bersama dan sering bercanda dan tertawa bersama.
"Pak pesan satu gulali lagi buat di bawa pulang ya" ucap Riski.
"Baik dek" jawab tukang gulali.
"Makasih ya, makasih makasih" ucap Alya senang.
"Makasih doang?" Tanya Riski.
"Trus apa dong?" Tanya Alya.
Riski menunjuk pipi kanannya menggunakan tangan.
Alya mengerti dengan permintaan Riski.
"Jangan di sini dong malu" ucap Alya.
"Gak mau pokoknya di sini" jawab Riski.
Alya melirik sekitar karena tidak ada orang yang melihat mereka, Alya langsung mencium pipi kanan Riski dengan cepat.
Riski pun menunjuk pipi kirinya dan Alya mencium pipi kiri Riski, Riski meminta di bibirnya dan tanpa malu Alya menciumnya.
"Nah lain kali gak usah bilang makasih gini udah bisa balas kebaikanku kok" ucap Riski sambil tersenyum bahagia.
"Hmm" jawab Alya pasrah.
Setelah pesanan mereka selesai.
"Ini dek pesanannya, balik lagi yah" ucap bapaknya.
"Iya pak" jawab Alya dan Riski.
"Pacarnya ya dek?" Tanya bapak tukang gulali pada Riski.
__ADS_1
"Eh...." Riski hendak menjawab tapi Alya mendahului.
"Iya pak saya pacarnya" jawab Alya.
"Cocok banget, semoga segera menikah kalau udah lulus ya dek" ucap bapaknya.
"Iya pak makasih" ucap Alya dan menarik tangan Riski untuk pergi ke mobil.
Alya tidak melepaskan tangan Riski sampai seseorang memanggilnya.
"Hey" ucap Rifa.
Alya dan Riski menoleh bersama.
"Eh Rifa apa kabar?, Adit juga apa kabar?" Tanya Alya.
"Baik" jawab mereka berdua kompak.
"Kalian pacaran yah?" Tanya Rifa ragu.
"Iya pacaran" jawab Alya.
"Pacar halal" tambah Alya.
"kalian bercanda yah?" Tanya Rifa lagi.
"Kok gak undang kita sih" tambah Adit.
"Jangan teriak gitu dong kalian, nanti orang pada tau" jawab Alya.
"Ya udah kita pamit dulu yah" ucap Alya memasuki mobil.
"Alya kamu hutang penjelasan sama aku" ucap Rifa.
"Iya Al, awas aja pas di sekolah" tambah Adit.
Sedangkan Alya di dalam mobil tidak menanggapi ocehan Rifa dan Adit, Alya hanya melambaikan tangan sebelum mobil Riski meninggalkan Rifa dan Adit.
"Kesel sama Alya" ucap Rifa.
"Ya udah ayuk pulang" ajak Adit dan Rifa mengiakan.
~ dalam mobil Adit ~
"Kamu gak cemburu liat Alya sama Riski?" Tanya Rifa.
"Ngak" jawab Adit singkat.
"Kayaknya bener deh dia suka sama Amel" batin Rifa.
.
.
__ADS_1
.
.