Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Kak Rian


__ADS_3

Setelah sampai, Riski dan Amel segera turun dari mobil.


Amel segera berpamitan karena sudah hampir petang, Amel pun berjalan menuju rumah neneknya sambil membawa titipan Alya.


tok...tok..tok...


"Assalamualaikum bi" ucap Amel setelah bi Lala membukakan pintu.


"walaikumsalam non" jawab bi Lala.


"kak Alya ada dimana bi?" tanya Amel setelah masuk.


"ada di kamarnya non, mungkin lagi mandi" jelas bi Lala.


"Amel ke kamar dulu ya bi, kalau nenek atau kakek nanya bilang aja Amel udah pulang sebelum petang" ucap Amel.


"baik non" jawab bi Lala sopan.


Amel pun berjalan menuju kamarnya dan melewati kamar Alya, belum tiga langkah melewati kamar Alya tiba-tiba ada yang memanggilnya dan Amel pun langsung menoleh.


"mana?" pinta Alya.


"ini kak" Amel pun memberikan gulali ditangannya.


"kirain lupa ama gulalinya ternyata ngak" batin Amel.


"makasih Mel, kirain kamu lupa" ucap Alya setelah menerima titipannya.


"gak akan lupa mah" jawab Amel enteng.


"iya deh iya, eh kalau boleh tau berapa harganya?" tanya Alya.


"gak tau juga, tadi Riski yang beliin" jawab Amel.


"apa?? Riski?, ya udah lah siapapun yang beli gulalinya tetap sama kok" batin Alya


"ya udah kak,Amel mau mandi dulu gerah nih" ucap Amel lalu berjalan meninggalkan Alya.


Alya pun ikut masuk ke kamarnya dan mulai memakan makanan favoritnya itu.

__ADS_1


"enak banget, udah lama gak beli" ucap Alya.


Setelah puas memakan sampai setengah bagian, Alya pun minum dan segera mengambil air wudu' untuk sholat magrib dan meletakkan gulalinya di nakas.


Setelah selesai sholat magrib, Alya kembali membuka bungkus gulalinya dan mulai memakannya kembali sambil bermain ponsel.


"kok tiba-tiba kangen kak Rian yah, apa aku telfon aja yah kan liburan gak mungkin sibuk" pikir Alya.


Rian adalah kakak kandung Alya yang sudah mempunyai istri dan seorang anak yang baru berusia 3 tahun bernama Meli.


Alya pun menelfon nomor Rian dan setelah beberapa detik telfonnya pun tersambung.


"hai kak, apa kabar? aku kangen kakak sama keponakan ku juga" ucap Alya.


"ih Alya cerewet deh bukan ngasih salam dulu" jawab Rian di seberang sana.


"iya maaf kak, gimana kabarnya?" tanya Alya.


"Alhamdulillah baik,kamu sendiri bagaimana?" tanya Rian.


"baik juga" jawab Alya.


"kakak ada dimana?" tanya Alya.


"ada di rumah ayah" jawab Rian.


"kok baru bilang sih, tahu gitu Alya gak ke rumah nenek dulu" tutur Alya.


"iya maaf, udah dulu ya Al, kakak mau makan malam nih" jelas Rian.


"iya kak, selamat malam, eh jangan lupa salam buat kak Putri dan Meli yah" ucap Alya.


"iya,Assalamualaikum"


"walaikumsalam kak" jawab Alya lalu telfon terputus.


Setelah telfon putus, Rian berjalan menuju meja makan dengan istrinya Putri.


"siapa tadi yang telfon mas?" ucap Putri sambil terus berjalan mengikuti Rian.

__ADS_1


"siapa lagi kalau bukan Alya yang cerewet itu, dia gak berubah dari dulu pasti kalau lama gak komunikasi pas komunikasi nyerocos" jelas Rian dan Putri hanya terkekeh pelan.


"oh iya salam dari Alya buat kamu" tambahnya.


"walaikumsalam Alya" jawab Putri seakan-akan berbicara dengan Alya.


sedangkan di tempat lain, setelah menelfon Rian, Alya mengoceh sendiri karena Rian selalu menelfon sangat sebentar.


"dasar kak Rian, aku kan masih kangen, awas aja kalo udah ketemu" batin Alya.


Alya menyibukkan diri dengan bermain ponsel sambil terus memakan gulalinya.


sampai sebuah notifikasi pesan berbunyi dari ponsel Alya.


"Riski lagi?, mudah-mudahan bukan salah kirim lagi" batin Alya.


Alya pun membuka pesan tersebut dan langsung membacanya.


Riski : "gulalinya udah habis?"


Alya : "masih tinggal separuh"


Riski : "jangan lupa dihabisin yahh, nanti mubazir"


Alya : "pasti"


Setelah membalas pesan terakhir, Alya pun mematikan ponselnya karena nenek sudah memanggilnya untuk makan malam.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2