Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Taman Pelangi


__ADS_3

"Udah bangun" ucap Riski setelah keluar dari kamar mandi.


"Eh kita udah sampek yahh, kenapa gak bangunin aku tadi" jawab Alya.


"Kamu gak mau bangun pas aku bangunin" ucap Riski.


"Ehm kalau boleh tau kita sampeknya kapan?" Tanya Alya.


"Sekitar satu jaman lalu" jawab Riski.


"Apa?satu jam?" Ucap Alya kaget.


"Ya udah gak usah kaget, sana ambilin baju ganti" jawab Riski.


Alya baru menyadari sedari tadi Riski hanya menggunakan handuk, sungguh jika Alya mengetahui itu pasti Alya tidak mau berbicara dengan Riski tapi semua sudah terlanjur dan Alya telat menyadarinya. 


Alya pun memberikan baju yang diminta Riski.


"Kapan kita makan, perutku sudah lapar" ucap Alya.


"Panggil pelayan aja" jawab Riski.


"Kamu masih belum lapar?,gak mau makan juga?" Tanya Alya


"Ngak" jawab Riski singkat.


Alya pun meninggalkan Riski sendirian di kamar, Alya mengikuti perintah Riski.


"Aduh aku harus panggil pelayan siapa, kan aku belum kenal" batin Alya.


"Non.." panggil salah satu pelayan membuat Alya tersadar dari lamunannya.


"Eh iya" jawab Alya cepat.


"Perkenalkan nama saya Hana, ada yang non butuhkan?" Tanya pelayan tersebut.


"Eh saya lapar Hana, apakah ada makanan?" Ucap Alya tanpa malu, Alya lebih memilih jujur dari pada ia kelaparan.


"Iya non mari" ajak Hana.


Alya pun berjalan mengekori langkah Hana.

__ADS_1


"Non, mari saya perkenalkan pada para pelayan di sini" ucap Hana dan Alya hanya mengangguk. 


 


"Baik semua pelayan silahkan berkumpul, perkenalkan ini adalah nona Alya" ucap Hana.


"Halo nona Alya" ucap para pelayan.


"Halo juga, salam kenal semua" jawab Alya.


"Ya sudah non, mari saya antar ke dapur" ucap Hana.


Setelah sampai di dapur.


"Non Alya mau makan apa?" Tanya Hana.


"Eh ada apa saja?, terserah apa hidangannya yang penting enak" jawab Alya.


"Baik non" jawab Hana sopan.


Hana segera memerintahkan para pelayan di dapur untuk memasak.


Sedangkan Alya menunggu di meja makan.


"Baik Hana, aku paham" jawab Alya.


Setelah menghabiskan makanannya, Alya meminta Hana untuk menemaninya jalan-jalan melihat isi rumah ini.


"Hana, temani saya lihat-lihat rumah ini ya" pinta Alya.


"Baik non" jawab Hana.


Hana memberitahu Alya semua ruangan di rumah ini, sampai akhirnya pada taman yang sejuk.


"Hana, aku ingin di sini dulu" ucap Alya.


"Baik non" jawab Hana.


"Kamu di sini juga temani aku" ucap Alya lagi.


"Tapi nona.." ucap Hana.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, sini duduk di sebelah saya" potong Alya.


Mau tidak mau Hana harus menurut dengan perintah Alya.


"Taman ini kapan dibuat?" Tanya Alya.


"Rumah ini baru selesai di bangun nona, dan taman ini juga baru" jawab Hana.


"Tuan Riski langsung yang membuatnya" tambah Hana.


"Apakah dia suka berkebun?" Tanya Alya.


"Saya tidak tau nona, tapi yang saya tau tuan Riski membuat ini semua sudah lama sebelum rumah ini di bangun tuan Riski sering berkunjung ke taman ini" jawab Hana.


"Baiklah, apa nama taman ini?" Tanya Alya.


"Kalau tidak salah namanya 'taman pelangi' karena bunga yang ada di sini berwarna-warni" jawab Hana.


"Baiklah aku suka nama itu, hmmm cukup nyaman duduk di sini" ucap Alya.


"Tentu nona" jawab Hana.


"Dia sangat jenius, aku sangat suka dengan pemandangan seperti ini" batin Alya.


"Oh iya non, kata tuan Riski non Alya boleh pergi ke sini setiap saat karena taman ini khusus" ucap Hana.


"Maksudnya?" Tanya Alya.


"Tidak semua orang tau taman ini, yang tau hanya tuan Riski dan nona Alya, dan saya juga" jelas Hana.


"Maksudnya taman ini berada di daerah yang tidak di ketahui semua orang?" Tanya Alya lagi.


"Betul non" jawab Hana.


**jangan lupa like, komen dan vote karya ini yah supaya autor upaya semangat.


salam dari autor**


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2