Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Bali


__ADS_3

~Satu bulan kemudian~


Hari terasa begitu bahagia sampai satu bulan berlalu begitu saja semenjak pernikahan Amel.


Hari ini Alya, Riski, Adit, dan juga Amel akan segera berangkat ke Bali.


Mereka sudah siap berangkat dengan barang masing-masing. Tidak lupa para orangtua ikut mengantar mereka ke bandara.


Setelah berpamitan kepada semua orang, mereka berempat pun pergi menaiki pesawat dan 30 menit kemudian pesawat pun berangkat menuju Bali.


........


"Tolonglah pinggangku sakit sekali karena banyak duduk dari tadi" Ucap Alya setelah mereka sampai di sebuah Villa.


"Mau gendong?" Tanya Riski.


Seketika senyum Alya mengembang sempurna sampai memperlihatkan gigi rapinya.


"Tau aja aku pengen digendong, suami pengertian" Batin Alya.


"Mau apa ngak? kalau ngak ya udah" Ucap Riski lagi.


"Mauuu..... Sini gendong" Merenggangkan kedua tangan.


Riski pun langsung menggendong Alya. Mereka segera masuk dan tidak usah ditanya lagi, barang-barang bawaan mereka sudah di bawakan oleh supir menuju Villa.


Amel dan Adit sama-sama menggelengkan kepala melihat pasangan manja di depan mata mereka.


"Perasaan aku gak pernah digendong gitu" Kata Amel.


"Mau aku gendong?" Tanya Adit.


"Ngak... ngak.. bukan gitu maksudnya, ya udah ayuk jalan" Amel langsung masuk ke mobil karena malu atas ucapannya.

__ADS_1


Villa yang mereka tempati tidak terlalu jauh, kira-kira jika berjalan kaki bisa sampai 15 menitan.


Alya dan Riski sengaja memesan Villa yang lain karena jika mereka satu Villa maka akan mengganggu pengantin barunya.


Kini Alya dan Riski tengah rebahan, dari tadi mereka sibuk dengan pikiran masing-masing dan posisi tidurnya pun tak teratur.


Ya itulah jika sudah habis perjalanan jauh, tidak peduli apa lagi yang pasti hanya ingin rebahan. Kata orangtua jaman dulu bisa dibilang meluruskan tulang-tulang.


Setelah cukup lama berada dalam kesunyian akhirnya Alya beranjak pergi ke kamar mandi.


Setelah 30 menit Alya sudah selesai membersihkan badannya dan mengganti bajunya.


Alya melihat suaminya tertidur diranjang, ada rasa kasian untuk membangunkannya. Karena Riski pasti merasa kelelahan karena habis perjalanan.


Sementara Alya mana mungkin dia mengantuk karena selama perjalanan dia tertidur dalam pelukan Riski.


"Lebih baik aku masak dulu, agar setelah dia bangun kita bisa makan bersama" Batin Alya.


Alya bergegas ke dapur dan membuka kulkas, berharap ada bahan makanan yang bisa dimasak.


Namun karena isinya sangat lengkap jadi Alya mulai merencanakan masakan apa yang akan ia buat.


Riski terbangun setelah cukup lama rasanya tertidur. Riski terbangun karena mencium bau masakan yang sangat enak.


Riski segera ke kamar mandi dan membersihkan diri lalu setelah itu pergi ke sumber wewangian yang mulai tadi sudah menggugah seleranya.


Setelah diikuti ternyata bau masakan itu berasal dari dapur.


"Hay... Sudah bangun sayang" Ucap Alya melirik Riski yang berjalan menuju arahnya.


"Ehmmmmm ini baunya sangat lezat. Kenapa kau tau kalau aku ingin makan sop" Bukannya menjawab pertanyaan Alya, malah langsung membahas masakan.


"Ya pasti tau lah sayang, apapun yang ada dipikiranmu dan hatimu aku pasti tau. Maka dari itu aku juga tau kau ingin makan apa tanpa bertanya" Jawab Alya sambil terus sibuk memasak.

__ADS_1


"Ceritanya kamu gombal?"


"Gombal? Sejak kapan aku bisa gombal? Bukannya kau raja gombal. Tapi jika iya aku menggombal itu juga karena diajari kamu" Jawab Alya.


"Kapan aku mengajari?"


"Kapan-kapan. Hahahaha" Jawab Alya langsung tertawa sedangkan Riski memasang wajah kesalnya karena sudah berhasil dikerjai istrinya sendiri.


"Ih tidak lucu ya" Ucap Riski langsung memeluk Alya dari belakang dan menaruh wajahnya pada pundak Alya dan terus mengikuti pergerakan Alya.


"Ayolah sayang, duduklah di sana. Kalau begini kapan kita makannya? Apakah kamu tidak lapar?"


"Ini sangat nyaman sayang" Jawab Riski.


"Lepas dulu, sana duduk di kursi makan nanti aku segera ke sana setelah semua siap"


"Tidak mau"


"Apa susahnya tinggal duduk saja"


"Susah sekali, aku sekarang maunya di sini" Jawab Riski kekeh.


Alya pun berbalik dan memegang wajah Riski.


"Suamiku tersayang, bisakah kau jangan mengganggu istrimu ini. Kalau terus begini kamu tidak akan makan sampai malam nanti"


"Dan kau masih punya banyak waktu jadi jangan sekarang mengganggunya"


"Ok aku duduk" Jawab Riski mengalah lalu pergi duduk dan menatap Alya sedang memasak terus menerus.


Alya merasa risih dipandang begitu tapi dia tidak menanggapinya karena meskipun diberitahu pasti Riski akan tetap ngotot.


MAAP BARU BISA UP DARI SEKIAN LAMANYA.😊😊

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG ALYA & RISKI TERUS YAAA....


DAN JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA AUTOR YANG LAIN😁😊


__ADS_2