
~ Flasback on ~
"Riski ini aku bawa makanan buat kamu" ucap Alya sambil mengeluarkan sebuah kotak makanan dari tasnya.
"Aku tidak lapar" jawab Riski singkat tanpa mengambil pemberian Alya.
"Kamu bisa memakannya nanti jika sudah lapar" ucap Alya.
"Aku tidak mau" jawab Riski singkat.
"Tapi aku sudah membuatnya susah payah Riski dan ini ambil lah" ucap Alya dan mengulurkan kotak nasinya lagi tapi Riski tetap tidak bergerak.
"Ayo lah Riski aku mohon terima yah" tambah Alya.
Riski pun mengambil dengan terpaksa kotak makanan pemberian Alya yang wadahnya berbentuk hati.
Alya begitu kegirangan ketika Riski menerimanya.
Riski pun memasuki kelas dan temannya mentertawakannya karena membawa kotak makanan berbentuk love.
Alya sengaja mengintip dari kejauhan.
"Habis di tembak lagi sama Alya ya bro" ucap Farhan.
"Cie Alya niat banget ngasih makanan sampek bentuknya love gitu" ucap Dito.
"Siapa yang belum makan?" Tanya Riski.
"Gue belum" jawab Farhan semangat.
"Nih buat loe" ucap Riski memberikan makanan dari Alya pada Farhan.
"Makasih ki, tapi Alya gak marah nih makanannya aku yang makan, ini kan khusus buat kamu" ucap Farhan.
"Makan aja, gue udah kenyang tapi di paksa ya udah buat loe aja" jawab Riski.
__ADS_1
Alya merasa kecewa dari tempat persembunyiannya.
"Kenapa sih dia kayak gitu gak ngehargai makanan yang aku buat dengan susah payah, gak tau apa aku belajar buat masak makanan itu sampai berhari-hari" ucap Alya.
Alya pun berlari ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya agar tidak ketahuan jika dia menangis.
~ flasback off ~
Alya menjelaskan dengan lengkap dan air matanya mulai kembali membasahi pipi mungilnya.
"Maafkan aku Alya aku menyesal" ucap Riski.
"Sekarang kau baru menyesal, sangat telat penyesalan mu itu" jawab Alya dan pergi meninggalkan Riski.
"Apa dulu aku sering membuat dia menangis seperti ini" batin Riski.
Alya pergi ke kamar dan Riski mengejarnya.
"Alya tolong maafkan aku" ucap Riski memegang kedua tangan Alya sambil berjongkok di depan Alya sementara Alya duduk di bibir Ranjang.
Dari yang Alya lihat tidak ada kebohongan di mata Riski.
"Apa alasannya kau melakukan itu?" Tanya Alya di sela tangisnya.
"Itu karena rencana perjodohan dari orang tua kita, dan aku melakukan itu agar kamu tidak berharap lebih dan jika aku mau berpacaran denganmu aku takut nantinya akan menimbulkan dosa" jelas Riski.
"Apakah memang itu alasannya, bukan kamu membenciku?" Tanya Alya.
"Tidak Alya aku tidak membencimu, aku hanya menjalankan perintah orangtua kita dan menjaga kesucianmu" jelas Riski.
"Baiklah aku percaya, bangun jangan duduk di bawah begitu" ucap Alya dan Riski langsung bangun duduk di sebelah Alya.
"Jadi kamu maafkan aku?" Tanya Riski memastikan.
"Iya, jadi jelaskan pada ku rencana-rencana dari orangtua kita" jawab Alya.
__ADS_1
"Ya jadi semua yang terjadi pada kita itu rencana orangtua kita dan juga satu kelas" jelas Riski.
"Jadi kita selama ini satu kelas bukan kebetulan tapi memang rencana?" Tanya Alya penasaran.
"Iya betul, mereka berkonsultasi dengan pihak sekolah" jelas Riski.
"Lalu apa lagi?" Tanya Alya.
"Kamu ingin tahu semua yah" ucap Riski dan Alya hanya mengangguk.
"Pokoknya penolakan aku itu semua rencana orangtua kita Alya" jelas Riski.
"Jadi itu bagian dari rencana, kalau tau begini aku kan bisa jual mahal sama dia tapi malah aku yang ngejar mati-matian" batin Alya.
"Dan juga tentang tunangan dengan Amel itu juga rencana yah?" Tanya Alya.
"Iya, itu ide Amel" jawab Riski.
"Dasar Amel awas aja dia berani ngerjain aku" ucap Alya.
"Oh iya kita di jodohin mulai kapan?" Tanya Alya lagi.
"Kalau gak salah dari kecil tapi keluarga kamu pindah ke Bandung pas umur kamu 7 tahun,nah pas kita mau masuk SMA keluargaku pindah ke Bandung juga" jelas Riski.
"Kamu tau gak kita pas kecil temen deket loh" tambah Riski.
"Oh iya, jangan-jangan temen masa kecil yang di ceritain nenek itu kamu ya kamu cucunya nenek sapa yah, Oh iya nenek Laras iya kan?" Tanya Alya.
"Oiya betul" jawab Riski sambil tersenyum.
.
.
.
__ADS_1