
"kalian kok duduk dibelakang, gue bukan supir ya" ucap Adit kesal.
"sana Mel loe aja di depan" pintar Rifa.
"loe aja" jawab Amel.
"loe plis gue pengen tiduran disini" jawab Rifa.
"oke" dengan terpaksa Amel mengikuti kemauan Rifa dan segera berpindah duduk di sebelah kursi kemudi tepatnya di sebelah Adit.
"berhasil, percaya aja loe sama gue Mel,heheheh" batin Rifa.
Tanpa basa basi Adit langsung melajukan mobilnya menuju rumah Alya, diperjalanan hanya ada suara musik dari mobil Adit tidak ada percakapan sama sekali.
Setelah sekitar 30 menit, mobil Adit akhirnya sampai di depan rumah Alya, Adit segera memarkirkan mobilnya di bagasi rumah Alya setelah pintu gerbang rumah tersebut terbuka.
Setelah menuruni mobil, mereka berjalan menuju pintu rumah Alya dengan Amel berjalan di depan sedangkan Rifa dan Adit hanya mengekori langkah Amel.
Setelah mengetuk pintu beberapa kali, akhirnya pintu pun terbuka,
"Assalamualaikum Bun" Amel memberi salam dan mencium punggung tangan Mawar. Rifa dan Adit pun ikut menyalami Mawar.
"Bun,ini kenalin Rifa yang sering ke sini, kalau itu namanya Adit temen kelasku" ucap Amel memperkenalkan temannya pada ibunya.
Memang Rifa sudah sering ke rumah Alya untuk kerja kelompok dan kadang juga untuk mampir, tapi Rifa tidak pernah bertemu Bunda Alya karena beliau tidak ada dirumah.
Berbeda dengan Adit, dia tidak pernah berkunjung ke rumah Alya sekali pun, dia hanya pernah mengantar Alya dan Amel sampai depan rumah saja.
"oh jadi nak Rifa pernah ke sini?" tanya Mawar.
"iya tante bisa dibilang sering, tapi saya tidak pernah bertemu tante" jawab Rifa sopan.
"iya nak Rifa, tante selalu sibuk ngurus bisnis" jawab Mawar.
"oh iya nak Adit tidak pernah ke sini sebelumnya?" tanya Mawar pada Adit.
"belum tante" jawab Adit sopan.
Mawar hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban.
"iyalah tante, Adit kan cowok jadi gak mungkin sering main ke rumah Alya" tutur Amel.
"betul juga" jawab Amel sambil tertawa.
"baik kalau begitu silahkan masuk nak" ucap Mawar mempersilahkan Rifa dan Adit untuk masuk.
Mereka memasuki rumah Alya yang bisa di bilang besar dan juga sangat rapi.
"Mel, kamu antar mereka ke kamar kakak langsung saja ya" ucap Mawar.
"baik bun" Amel pun mengajak Rifa dan Adit untuk ke kamar Alya di lantai dua.
sedangkan Mawar kembali melanjutkan pekerjaan di rumahnya.
Tok...Tok....Tok..
Suara ketukan pintu membuat Alya terbangun dari tidurnya, ia mengucek beberapa kali bola matanya dan segera menuju pintu
__ADS_1
"kak...ini Amel.." ucap Amel dari luar
ceklek
Pintu pun terbuka,
"Rifa...Adit..." ucap Alya terkejut melihat Rifa dan Adit bergantian.
"hay Alya" ucap Adit dan Rifa bersamaan.
"kalian ngapain ke sini?" tanya Alya.
"ya jenngukin loe lah" jawab Rifa cepat.
"belum juga dua hari sakit" tambah Alya.
"ya udah Mel ajak mereka ke ruang tamu, gue mau cuci muka soalnya baru bangun tidur" jelas Alya.
Amel pun mengajak kedua sahabatnya ke ruang tamu, setelah sampai Amel mempersilahkan Rifa dan Adit duduk.
"mau minum apa?" tanya Amel
"gak usah repot-repot deh" jawab Rifa.
"bukan gitu Rif, kan memang kalau tamu itu di hidangkan minum, lagian kalian pasti haus dari sekolah capek juga kan" jelas Amel.
"iya deh iya, dasar Amel keibu-ibuan" jawab Rifa mengejek Amel.
"apaan sih, gue kan baik loe kok gitu sih" Rifa memanyunkan bibirnya tanda merajuk.
"loe gimana?" tanya Amel pada Adit.
"samain aja" jawab Adit singkat.
"kalau ada Rifa aja sok coll, singkat banget jawabannya. cobak kalau sama gue nyerocos terus" batin Amel memaki-maki.
"Mel, kenapa kok kayak kesel gitu?" tanya Rifa.
"gak papa, ya udah gue ke dapur dulu" jawab Amel cepat, setelah itu Amel pergi ke dapur dan membuatkan minuman untuk sahabatnya.
Alya menuruni tangga untuk pergi ke ruang tamu di lantai dasar, Alya mengenakan baju santainya dengan baju berwarna toska dan celana kain selutut berwarna navy, rambutnya di biarkan tergerai indah tapi menggunakan dua penjepit rambut navy untuk menjepit rambut bagian kanan yang mengganggu wajahnya.
Persis seperti pemuda rumahan, pakaian yang Alya kenakan sangat cocok untuk suasana santai di rumah.
Setelah Alya sampai di ruang tamu, ia menyapa sahabatnya dan segera duduk di kursi single sama seperti statusnya saat ini, wkwkwk😁.
Sedangkan Rifa dan Adit duduk di kursi yang lumayan panjang, kira-kiranya cukup untuk 3-4 orang.
"sakit apa Al?" tanya Adit.
"demam, tapi sekarang udah mendingan kok soalnya tadi udah istirahat" jawab Alya.
"liburan mau kemana Al?" tanya Rifa.
"gak tau juga, kayaknya mau ke Yogya, mau jenguk nenek disana" jawab Alya.
Setelah cukup lama mereka bertiga berbincang-bincang mengenai liburan, Amel datang dari arah dapur sambil membawa 2 buah gelas berisi teh.
__ADS_1
Amel memberikan minuman itu pada Rifa dan Adit,
"nih cepetan minum jangan malu-malu" ucap Amel.
"siapa juga yang malu sama loe" jawab Rifa.
"apaan sih, untung gue udah buatin" kalah Amel.
"udah ah gak usah brantem" pinta Alya.
Setelah Rifa dan Adit meminum minuman yang di berikan Amel, mereka melanjutkan acara mengobrolnya.
"kak, aku mau ganti baju dulu bentar yah" pinta Amel.
"ok" jawab Alya mengiakan.
"bentar ya Rif, Dit" Amel sedikit malas untuk menyebut nama Adit tapi ya sudahlah dari pada Rifa nanya terus gara-gara kelakuannya.
Amel segera pergi meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu, ia segera mandi dan mengganti baju seragamnya dengan baju santai ala rumahan.
Amel mengenakan baju coklat susu dengan celana kain longgar hitam dengan dua saku di sampingnya, rambutnya di biarkan tergerai setelah mengeringkannya menggunakan hairdryer.
Setelah menggunakan sedikit pelembab dan menyisir rambutnya, dan tidak lupa memakai segala perawatan pribadinya tapi yang tidak berlebihan ya guys😃😊.
Amel segera menuju ke ruang tamu, ia mendapati Rifa dan Adit sedang bercakap dengan Alya.
"kalian belum pulang ternyata" ucap Amel setelah menuruni tangga terakhirnya.
Seketika ketiga temannya serempak menoleh kepada Amel.
"cantik juga pas pakek baju santai" batin Adit.
Tanpa Adit sadari seutas senyum dibibirnya mulai tertarik, namun secepat kilat Adit mengembalikan ekspresi datarnya.
"aduh, ada apasih gue, kenapa cobak pakek kepikiran sama cewek nyebelin kayak Amel" batin Adit lagi.
"belum Mel, kita kan masih nunggu loe" jawab Rifa.
Mendengar jawaban Rifa, Amel pun melangkah menuju kursi single tepat berhadapan dengan Adit.
Sedangkan Alya berada di kursi single di samping Rifa.
Mereka pun melanjutkan obrolannya dan sesekali tertawa berjamaah😁😂
***Akhirnya Autor bisa up 1000 kata, mudah"han para readers suka dan menikmati ceritanya.
Autor kembali ingatkan, jangan lupa tinggalkan jejak like dan jangan lupa vote cerita ini yahh, terimakasih semuanya***.
.
.
.
.
.
__ADS_1