Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Memenuhi keinginan Mama


__ADS_3

Alya dan Riski sampai di rumah sangat larut, Alya tidak bisa menahan rasa ngantuknya dan terus menguap selama perjalanan.


Mereka sekarang sudah membaringkan diri di ranjang dan mencoba memejamkan mata masing-masing.


Mereka saling membelakangi, sampai akhirnya Riski membalikkan badannya dan mendapati punggung Alya.


"Alya... " Panggil Riski sambil memeluk Alya.


Karena Alya masih belum tidur jadi Alya membalikkan badannya setelah mendengar panggilan dari suaminya.


"Kenapa?" Tanya Alya.


"Kamu mau kan memenuhi ke inginan Mama Papa" Ucap Riski.


"Deg... Jangan bilang dia mau meminta haknya sebagai suami"


"Ma-maksudnya?" Tanya Alya mulai tegang.


"Membuat cucu untuk mereka" Kata Riski sambil melukis kata-kata dengan jarinya di lengan Alya membuat Alya geli.


"Ah... "


"Aku harus apa ini? jika menolak pasti dia marah dan mendiami aku tapi kalau iya..."


"Mau kan?" Tanya Riski sekali lagi yang kini sudah berada di atas tubuh Alya.


"Jika memang sudah waktunya, aku mau" Jawab Alya pasrah. Bagaimanapun dia tidak bisa menolak keinginan suaminya.


Ini sudah menjadi kewajibannya sebagai istri.


Mereka pun melewatkan malam yang begitu panjang dengan penuh cinta, sampai akhirnya mereka sama-sama tertidur dengan selimut yang sama dan tanpa sehelai kain pun.


Alya mulai terbangun dan melihat jam di nakas yang menunjukan pukul 02.30 dini hari.


Alya mencoba duduk dan melepaskan tangan Riski yang semula memeluk tubuhnya.


Untung saja bajunya terletak cukup dekat, Alya hendak mengambil bajunya yang ada di lantai namun Alya merasakan sakit pada bagian bawahnya.


"Aduh..." Alya berusaha agar Riski tidak bangun dengan mengaduh dengan suara pelan.

__ADS_1


Alya mulai turun dari ranjang dan memakai bajunya dengan kekuatan yang masih ada. Lalu Alya merapikan tempat tidurnya dan tanpa sengaja melihat darah di tempat tidurnya.


Alya tersenyum.


"Akhirnya aku benar-benar menjadi milikmu seutuhnya" Batin Alya.


Alya malu-malu sendiri mengingat kejadian tadi malam, Alya pun segera pergi ke kamar mandi lalu membersihkan diri. Meskipun masih cukup pagi tapi Alya benar-benar merasa gerah.


Setelah selesai mandi, Alya mengganti bajunya lalu mengambil wudhu'. Alya ingin melaksanakan sholat tahajjud bersama Riski.


Setelah mengambil wudhu' Alya memakai mukenahnya lalu berusaha membangunkan Riski.


"Mas... Bangun.." Ucap Alya.


Riski hanya menggeliat sedikit.


"Ah sayang, sudah pagi kah?" Tanya Riski masih memejamkan matanya.


"Ini masih jam 03.00 Mas, ayo sholat tahajjud bersama" Ucap Alya.


Riski membuka matanya dan segera pergi ke kamar mandi.


Setelah Riski keluar dari kamar mandi, mereka pun melaksanakan sholat dengan penuh ketenangan.


Setelah sholat, Riski berdoa dalam hatinya sambil mengangkat kedua tangannya.


"Ya Allah berilah selalu kesehatan dan kebahagian kepada hamba dan istri hamba" Begitulah doa singkat Riski.


Alya juga berdoa.


"Ya Allah, kabulkanlah semua yang suami hamba doakan, Aamiin"


Setelah menyelesaikan sholat mereka pun mengaji dan setelah itu melanjutkan sholat subuh berjamaah.


..........


"Sayang, ini enak sekali" Ucap Riski memuji masakan Alya.


"Masak sih? setiap pagi aku juga masak ini" Jawab Alya.

__ADS_1


"Iya ini enak sekali, meskipun kamu sering masak tapi yang sekarang enak sekali"


"Ya sudah cepat habiskan, bentar lagi kita harus berangkat kuliah" Kata Alya dan Riski mengangguk.


Setelah sarapan mereka pun berangkat ke kampus bersama, lalu Alya memasuki kelas dan bertemu dengan Amel juga Zein.


"Hay" sapa Alya.


"Hay" Balas Amel dan Zein.


"Ada yang punya kabar bahagia nih kak" Ucap Amel melirik Zein.


Alya paham yang Amel maksud bahwa Zein lah yang memiliki kabar bahagia.


"Apa?" Tanya Alya.


"Tuh tanya aja" Jawab Amel melirik ke arah Zein.


"Kenapa Zein? Ayo cepat cerita" Ucap Alya.


"Aku dan Clara sudah pacaran" Jelas Zein.


"Wah... selamat ya. Kalian memang cocok kok" Jawab Alya sambil bertepuk tangan karena gembiranya.


"Terimakasih Alya" Jawab Zein tersenyum.


"Bukan cuma itu kak mereka minggu depan udah mau tunangan, dan sebulan lagi udah mau nikah" Jelas Amel.


"Wah selamat ya Zein" Ucap Alya dan Zein mengangguk sambil tersenyum.


"Eh iya Amel hampir lupa, ini undangannya" Memberikan undangan pada Alya dan Zein.


"Wah... Udah mau nikah 5 hari lagi Mel" Ucap Zein setelah membaca kertas undangan dari Amel.


"Iya, jangan lupa dateng yah sama Clara juga" Jawab Amel.


"Pasti"


"Kak Alya itu buat kak Riski juga undangannya"

__ADS_1


"Iya, makasih Mel. Kakak pasti dateng" Jawab Alya.


__ADS_2