Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Permintaan Mama dan Papa


__ADS_3

Setelah petang, Alya dan Riski pun segera pulang dan membersihkan diri lalu sholat magrib berjamaah, mengaji bersama, dan sholat isya' berjamaah.


Setelah sholat isya' mereka segera turun untuk makan malam yang sudah di masak oleh Alya dan di bantu para pelayan.


Setelah makan malam selesai Mama Riski pun menelfon pada Riski.


"Halo Ma"


"Halo Riski, kalian lagi sibuk?" Tanya Mama dari seberang.


"Tidak Ma, kenapa?"


"*Berkunjunglah ke sini kalian berdua, kenapa jarang sekali mampir ke rumah Mama. Bahkan harus di suruh dulu" Jelas Mama.


"Mama dengar dari Mawar kalian sering berkunjung ke sana. Jadi kalian melupakan Mama" Ani membuat suara sesedih mungkin*.


"Bukan begitu Ma, kemarin kita pergi ke rumah Bunda karena membahas pernikahan adik Alya. Dan kemarin-kemarinnya lagi hanya kebetulan lewat dan jadinya Riski mampir Ma" Jelas Riski.


"Baiklah Mama mengerti, lalu kapan kamu bisa mengunjungi Mama?"


"Baiklah Riski ke sana sekarang, tunggu ya Ma" Pamit Riski.


"Baiklah sayang, terimakasih" Ucap Ani bahagia lalu mematikan sambungan telfonnya.


Setelah mematikan telfon, Riski mengajak Alya bersiap-siap untuk pergi ke rumah Mama.


Setelah sekitar tiga puluh menit bersiap-siap mereka pun segera pergi menggunakan mobil.


Sesampainya dirumah Mama, Alya dan Riski di sambut oleh Mama Ani dari luar rumah. Jadi mereka tidak perlu mengetok pintu terlebih dahulu karena Ani sudah menunggu di luar.


Alya dan Riski mencium punggung tangan Ani lalu Ani mengajak mereka masuk.


Setelah masuk Papa datang menghampiri mereka dan Alya bersama Riski tidak lupa bersalaman pada Halim.


Mereka sudah berkumpul di ruang keluarga.


"Bagaimana kabar Mama dan Papa?" Tanya Riski.

__ADS_1


"Baik-baik saja, yah seperti yang kamu lihat Mama dan Papa sudah semakin tua. Dan belum pernah menggendong cucu" Ucap Ani dengan wajah memelas.


"Maksud Mama apa?" Tanya Alya merasa tersipu malu.


"Ah maaf mama keceplosan. Mama sangat ingin mempunyai cucu, iya kan Pa?"


"Iya, kalian berdua sudah lama menikah masak belum mempunyai anak juga" Tambah Halim.


"Kita kan selalu fokus belajar Ma, Pa" Jawab Riski.


"Fokus ya fokus tapi masak ga mikirin Papa sama Mama yang sudah tua pengen gendong cucu" Kata Halim.


Riski kehabisan jawaban, sepertinya Mama dan Papanya memang sangat menginginkan cucu dari Alya dan Riski.


Sedangkan Alya hanya diam, dia tidak tau akan berbicara apa. Hanya satu hal yang Alya lakukan saat ini, yaitu menjadi pendengar yang baik.


"Iya kak, Aldo juga sudah SMA dan pengen jadi om" Tambah Aldo.


"Kenapa bocah ini ikutan juga sih" Batin Riski.


"Apa usaha? apa maksudnya?" Batin Alya.


Mereka mengobrol ringan setelahnya, untung saja mereka tidak membahas kembali tentang keinginan untuk Alya dan Riski segera mempunyai anak.


Untungnya Alya dan Riski bisa segera mengalihkan pembicaraan.


"Aldo, kamu sudah kelas berapa?" Tanya Alya.


Riski sibuk mengobrol dengan Papa, dan Mama fokus nonton televisi. Alya jadi tidak punya teman bicara, karena Aldo berada di dekatnya jadi Alya mulai membuka percakapan.


"Aldo udah lulus tahun depan kak" Jawab Aldo.


"Oh iya Do, kamu udah punya pacar belum?" Tanya Alya lagi.


Aldo melihat kakak iparnya.


"Kenapa kakak nanya itu" Ucap Aldo malu-malu sambil cengengesan.

__ADS_1


"Ah maaf kakak salah bicara yah, ya sudah lupakan pertanyaan kakak"


"Bukan begitu kak, ya sudah Aldo ceritakan"


"Jadi Aldo sudah punya pacar mulai kelas sepuluh, dan saat sekarang ini pacar Aldo lagi ngambek dan gak mau bicara sama Aldo" Jelas Aldo.


"Ngambek kenapa Do?" Tanya Alya penasaran.


"Gara-gara Aldo lupa tanggal ulang tahunnya kak. Aldo beneran lupa waktu itu dan dia marah jadinya" Jelas Aldo.


"Mendingan kamu terus minta maaf dan berusaha bujuk dia dengan kasih sesuatu yang spesial gitu" Saran Alya.


"Sesuatu apa kak?"


"Yah yang pacar kamu suka lah, kan setiap orang beda-beda kesukaannya. Misalnya kak Alya nih suka sama gulali"


"Oh oke kak, makasih sarannya" Jawab Aldo tersenyum.


"Sama-sama Do"


Setelah mulai larut, Alya dan Riski pun berpamit pulang.


Sudah up dua episode yah untuk hari ini, besok lagi ya...


Like, komen, dan votenya jangan lupa.


Jangan lupa juga mampir ke karya autor lainnya.


"Menikahi Gadis Imut" (Chat Story)



Dan yang paling baru "With You"



Untuk lebih jelasnya ada di lapak autor.

__ADS_1


__ADS_2