
Keesokan harinya, Alya terbangun dari tidurnya dan segera membersihkan badannya.
Hari ini adalah hari minggu, jadi sekolah libur dan pada hari seninnya adalah hari pertama liburan kenaikan kelas.
Setelah Alya keluar dari kamar mandi, ia segera berganti baju yang semula baju tidur menjadi baju joging. Alya dan Amel selalu joging keliling komplek rumahnya setiap akhir pekan.
Setelah Alya mengganti baju, ia beranjak membersihkan kamar terlebih dahulu mulai dari tempat tidur,menyapu lantai kamar dan banyak lainnya.
Setelah selesai semua, Alya segera menguncir rambutnya yang kini sudah kering, Alya menguncir kuda rambutnya dengan sangat rapi. Alya mengambil sepatu dan segera memasangnya.
Alya menuju kamar Amel yang sepertinya penghuni di dalamnya masih terlelap.
"Mel, bangun....." Alya memanggil sambil mengetok pintu.
Alya sudah berulang kali memanggil tetap saja tidak ada jawaban, sampai bi Sumi menghampiri Alya dan menyuruh Alya segera pergi ke dapur dan bi Sumi yang membangunkan Amel.
Alya menurut saja dan segera turun menuju dapur, di meja makan sudah terlihat Ayah dan Bundanya sedang berbincang-bincang.
Setelah Alya menuruni tangga, ia menghampiri meja makan dan ikut bergabung duduk bersama orangtuanya.
"pagi Yah, pagi Bun" ucap Alya setelah duduk.
"eh Alya, pagi nak" jawab Adi.
"pagi Alya" jawab Mawar.
"Amel belum bangun juga?" tanya Adi menyadari ketidakhadiran Amel.
"iya Yah, tadi Alya padahal udah ngetok-ngetok pintunya ternyata tetap gak bangun" jelas Alya.
"pasti sekarang bi Sumi yang bangunin yahh?" tanya Mawar.
"betul Bun" jawab Alya sambil tertawa.
Memang untuk akhir pekan Amel selalu saja telat bangun, tapi jika hari-hari biasa Amel tidak usah di bangunin udah bangun sendiri.
__ADS_1
"kenapa ketawa?" tanya Amel setelah menuruni tangga, Amel segera duduk tepat disamping Alya.
"gak ada" jawab Alya,Adi,dan Mawar kompak.
"ih kompak banget yahh bohongin Amel" jawab Amel.
Seketika tawa ketiganya pecah karena kebohongannya telah diketahui.
"ya sudah ayo makan" ajak Mawar setelah puas tertawa.
Mereka menikmati sarapannya sampai habis, Alya. dan Amel segera pamit untuk olahraga pada kedua orangtuanya.
Mereka berlari kecil keluar gerbang rumahnya.
Alya mengenakan celana training berwarna hitam dengan garis berwarna-warni dan baju putih kaos dengan kedua lengan pendek.
Sedangkan Amel mengenakan celana training berwarna pink dan baju berwarna putih yang hampir sama dengan Alya.
Mereka sudah mulai berlari mengelilingi komplek, setelah sampai di taman bermain kompleknya mereka memilih duduk beristirahat sambil meminum air mineralnya sebelum kembali ke rumah.
"eh ada Rifa sama Adit tuh" ucap Alya pada Amel.
"samperin yuk" ajak Alya.
"males ah ketemu mereka" jawab Amel.
"ayuk ah...Amel...ayuk" ajak Alya memaksa, mau tidak mau Amel pun mengiakan dan menghampiri mereka berdua.
"hey" sapa Alya.
"eh kalian, gimana udah sembuh Al?" tanya Rifa.
"udah kok, eh kalian ngapain di sini bukannya rumah kalian bukan di komplek sini yahh?" tanya Alya.
"taman ini kan seger Al, udah terkenal loh jadi banyak orang yang kesini meskipun bukan orang komplek ini" jelas Rifa.
__ADS_1
"owh gitu" jawab Alya.
"kalian mau pentol? " tanya Rifa yang sedari tadi sibuk menunggu pentolnya.
"boleh deh" jawab Alya dan Amel.
"pak tambah dua bungkus lagi ya, bayarnya jadi satu ke saya" ucap Rifa.
"baik neng" jawab bapak itu.
Setelah memakan habis pentolnya, Rifa dan Adit pamit pulang duluan, Alya dan Amel pun hendak pulang namun seseorang memanggil mereka.
"hey kalian" panggil Dito.
Alya dan Amel menoleh dan mendapati Riski bersama Farhan dan juga Dito menghampiri mereka.
"suka olahraga di sini juga?" tanya Dito yang memang satu komplek dengan Alya sementara Riski dan Farhan tidak.
"iya kita kan memang setiap minggu olahraga di sini" jawab Amel mendahului Alya yang hendak menjawab.
"dasar Amel, kalau sama Adit aja gak mau bicara kalau ini rebut-rebut" batin Alya.
"udah sembuh Al?" Riski menyadarkan lamunan Alya, seketika Alya langsung menjawab pertanyaan Riski.
"eh udah kok" jawab Alya.
"bagus deh" tambahnya.
"cuma bagus dia bilang, singkat amat sih, emang dari dulu dia gak berubah ya sama gue selalu cueknya minta ampun" batin Alya.
"ya udah kita pamit dulu" ucap Alya menarik tangan Amel.
Alya dan Amel pun meninggalkan ketiganya yang tetap mematung.
Riski hanya diam memperhatikan kepergian Alya sampai hilang dari pandangannya.
__ADS_1
.
.