Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
End


__ADS_3

Setelah beberapa bulan kemudian, perut Alya mulai membesar. Perhatian Riski tidak berkurang sedikit pun pada Alya.


"Kau ingin bayinya laki-laki atau perempuan?" Tanya Alya.


"Aku ingin laki-laki saja sayang" Jawab Riski.


"Alasannya?" Tanya Alya lagi.


"Agar dia bisa setampan aku dan bisa memikat hati para wanita nanti" Jawab Riski langsung mendapat cubitan dari Alya.


"Aduh sakit. Maaf sayang" Kata Riski memegangi perutnya yang habis dicubit Alya.


"Aku cuma bercanda. Jadi alasannya adalah agar nanti dia bisa menjaga adik-adiknya" Kata Riski.


"Ehem.... " Ucap seseorang tiba-tiba berdehem.


"Amel, Adit" Kata Alya kaget.


"Iya kak, kami berkunjung" Jawab Amel tersenyum.


"Maaf tadi sudah ganggu" Kata Amel.


"Tidak kok tidak ganggu" Jawab Alya.


"Hay... " Tiba-tiba Rifa, Riki, Clara, dan Zein muncul dari belakang Amel dan Adit.


"Surprise.... " Ucap mereka serempak.


Alya dan Riski sama-sama terkejutnya dengan kehadiran mereka.


"Astaga kalian, kenapa tidak bilang akan berkunjung" Kata Alya.


"Iya kalian" Timpal Riski.


"Namanya juga kejutan, masak mau di bilang dulu" Jawab Rifa.


"Ya sudah ayo kita makan-makan" Kata Amel.


"Kau ini hanya makanan terus yang difikirkan" Jawab Adit.


"Biarin" Jawab Amel.


Mereka semua tertawa.

__ADS_1


"Baiklah ayo ke dapur" Ajak Rifa.


"Tapi Alya tidak boleh ikutan. Kau kan sedang hamil besar Al" Kata Clara.


"Tapi aku tidak enak sama kalian" Jawab Alya.


"Apasih tidak enak, jangan sungkan kita kan sahabat Al" Timpal Rifa.


"Ya sudah terserah kalian" Jawab Alya pasrah.


Mereka memulai masak, Amel, Rifa dan Clara sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Sedangkan Alya melihat mereka dari meja tidak jauh dari tempat mereka memasak.


Sedangkan para laki-laki berada di ruang tamu sedang ngobrol bersama sambil menunggu masakan selesai.


Setelah selesai mereka menikmati makanan itu sampai habis tanpa sisa.


Mereka saling mengobrol melepas kerinduan. Karena mereka jarang bertemu, sibuk dengan urusan masing-masing. Maklum mereka sudah berkeluarga semua.


"Ya sudah kita pamit kak. Kalau ada waktu nanti kita ke sini lagi" Pamit Amel.


"Hati-hati yah kalian semua. Amel kamu jaga kesehatan yah biar bayinya baik-baik terus" Kata Alya memegang perut Amel.


"Dadah sayang, tante tunggu kamu lahir yah" Ucap Alya.


Amel tersenyum melihat kakaknya yang sangat peduli.


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


-


-


-


-


-


Setelah tiga minggu kemudian. Perut Alya sudah sangat besar dan dokter bilang dalam seminggu ini keluarga Alya harus mengawasi Alya karena bisa saja perutnya sakit tiba-tiba.


"Arghhhh" Alya menahan sakit pada perutnya.


"Kenapa sayang? apa sudah waktunya?" Tanya Riski panik. Riski cuti seminggu ini untuk terus memantau istrinya.

__ADS_1


"Sepertinya iya sayang" Jawab Alya.


Dengan segera Riski membawa Alya menuju rumah sakit dan langsung menghubungi keluarganya.


Dokter memberi instruksi pada Alya dan Alya terus mengikutinya. Sampai beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan bayi dari dalam.


"Alhamdulillah" Ucap Riski dari luar.


"Bagaimana nak?" Tanya Mama Riski yang tiba-tiba datang.


Mama Riski, Papa, Ayah dan juga Bunda sudah hadir di sana. Sementara Amel dan Adit sedang dalam perjalanan.


"Bayinya sudah lahir dengan selamat Ma" Kata Riski.


"Alhamdulillah" Ucap Mama Riski.


Dokter pun menyuruh keluarga masuk asalkan jangan semuanya. Mereka serempak menunjuk Riski untuk masuk.


"Sayang ini bayi kita" Ucap Riski setelah masuk dan Alya tersenyum.


"Aku akan mengadzaninya dulu" Kata Riski lalu mulai mengadzani putranya.


Ternyata sesuai keinginan Riski bayinya memang laki-laki.


"Kita namai siapa?" Tanya Alya.


"Alki Abima Syarif" Ucap Riski.


"Itu adalah nama gabungan kita berdua. Alya dan Riski." Jelas Riski dan Alya tersenyum lagi.


"Nama yang bagus" Jawab Alya.


Keluarga mereka pun mulai diperbolehkan masuk dan mereka langsung memberi ucapan selamat pada Alya dan juga Riski.


Kini keluarga Alya dan Riski sudah lengkap dengan kehadiran buah hari mereka.


Mereka hanya akan melewati kebahagian yang tiada habisnya setelah ini. Keluarga, sahabat, dan buah hati sudah mereka miliki semua.


"Alhamdulillah Ya Allah... Akhirnya anak hamba lahir dengan selamat" Batin Alya.


Alya dan Riski sama-sama bersyukur karena keluarga mereka sudah lengkap dan bahagia.


Tamat....

__ADS_1


TERIMAKASIH BUAT SEMUANYA YANG UDAH BACA KARYA INI. JANGAN LUPA BACA KARYA KU YANG LAIN YAH. GAK KALAH SERU DARI KARYA INI. JUDULNYA 'WITH YOU'



__ADS_2