
Setelah keesokan harinya, Alya terbangun dari tidurnya dan menggeliat kecil.
Alya membuka matanya dan melihat kamarnya kosong, hanya dirinya yang ada di kamar.
"kenapa Riski?" batin Alya.
Alya langsung pergi ke kamar mandi dan segera membersihkan diri lalu setelahnya berganti pakaian santai.
Alya keluar dari kamar mandi.
"Riski.... " panggil Alya karena di kamar tidak menemukan Riski.
"apa mungkin dia ada di luar, aku harus mencarinya" kata Alya dan berjalan mencari Riski ke semua ruangan.
"Riski.... " panggil Alya menyerah karena tidak menemukan Riski namun tetap tidak ada jawaban.
"hmmm, wangi apa ini. Aku sangat lapar, apa mungkin itu Riski sedang masak" ucap Alya lalu pergi ke dapur.
Dan ternyata betul dugaannya, Riski sedang membuat nasi goreng untuk sarapan bersama.
"jadi kamu di sini" ucap Alya duduk di kursi meja makan yang dekat dengan Riski. Alya bisa melihat Riski yang memasak dari meja makan.
"iya, kamu sudah mandi?" tanya Riski melihat Alya.
"sudah kok" jawab Alya.
Alya duduk santai sambil bertopang dagu dan memperhatikan Riski dengan saksama.
"kenapa liatin aku gitu?" tanya Riski yang masih sibuk masak merasa terganggu dengan tatapan Alya.
"ngak ada cuma seneng aja liatin kamu" jawab Alya dan Riski tersenyum mendengarnya.
"ya sudah kalau itu buat kamu seneng" jawab Riski dan melanjutkan memasak.
"aku boleh bantu ngak?" tanya Alya.
"gak usah ini udah hampir selesai kok" jawab Riski.
Setelah beberapa menit kemudian, semua masakan sudah siap di atas meja.
__ADS_1
Alya dan Riski pun menghabiskannya dengan sangat lahap.
~Setelah makan~
"Alya ikut aku ke suatu tempat yuk" ajak Riski.
"kemana?" tanya Alya.
"ada deh, sana kamu ganti baju dulu" kata Riski dan Alya hanya menurut.
Setelah tiga puluh menit perjalanan, tibalah mereka di sebuah pantai indah.
"pantai lagi?" tanya Alya.
"iya, di sini lebih bagus kok" jawab Riski.
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan bersama menyusuri pantai.
Setelah beberapa lama menikmati pantai, mereka pun duduk di bawah pohon yang besar.
Tiba-tiba ada banyak kelopak bunga yang berjatuhan dari atas pohon.
"iya indah" jawab Riski.
"tapi ini kan bukan pohon bunga kenapa bisa turun bunga begitu?" tanya Alya.
"ya itu sudah di buat oleh pemiliknya untuk pengunjung yang beruntung" jawab Riski berbohong, padahal dirinya lah yang menyuruh pemilik pantai ini untuk memberi bunga di pohon yang nanti akan Riski tempati.
"berarti kita beruntung yah" jawab Alya.
"Alya aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Riski.
"ngomong aja" jawab Alya.
Riski berdiri di depan Alya dan mengambil kedua tangan Alya lalu berlutut di depan Alya yang masih duduk. Riski menatap ke dalam manik mata Alya.
"Riski, apa yang kamu lakukun" ucap Alya merasa mereka menjadi pusat perhatian di sana.
"Alya, aku tau pernikahan kita sangat mendadak. Maka dari itu aku akan memberimu pernyataan cinta sekarang. Meskipun sudah terlambat tapi aku ingin mengatakannya" kata Riski terus menatap manik mata Alya seakan-akan mata keduanya terkunci.
__ADS_1
"iya aku tau itu, tapi ... " Alya tidak bisa melanjutkan kalimatnya.
"aku tau kau mencintaiku kan" lanjut Alya.
"iya tapi aku belum pernah mengungkapkannya secara resmi. Sudahlah ikuti alurnya saja" jawab Riski dan Alya mengangguk.
"Alya, aku mungkin bukan laki-laki yang sempurna. Tapi aku bisa sempurna jika ada kamu di sisiku" Riski sukses membuat Alya klepek-klepek kali ini dan Alya diam tak bersuara ingin mendengarkan kalimat Riski selanjutnya.
"dan aku juga bukan laki-laki yang romantis, tapi selama ada kamu aku akan usahakan untuk lebih baik" tambah Riski.
"intinya aku hanya butuh kamu di sampingku agar aku bisa menjalani kehidupan ini, mungkin jika tidak ada kamu aku tidak akan bisa menjadi diriku saat ini"
"aku sangat mencintaimu Alya" kata Riski.
"aku juga sangat mencintaimu Riski" balas Alya.
"maukah kamu menikah denganku dan menjadi ibu dari anak-anak ku nanti" ucap Riski memberi bunga pada Alya.
Alya menerima bunganya dan mengangguk. Lalu Riski memakaikan cincin pada jari manis Alya.
"bukannya kita sudah menikah, oh iya ikuti alur saja" batin Alya.
Banyak para pengunjung yang menyaksikan kemesraan Alya dan Riski.
Mereka memuji Alya dan Riski dengan bahasa Inggris dan jika diterjemahkan maka artinya akan seperti ini...
"wah mereka berdua sepertinya pacaran yang akan menikah"
"anak jaman sekarang masih kecil sudah mau menikah"
"sangat romantis, mereka serasi"
"anak kecil, lucu sekali mereka berdua sama-sama cocok"
Dan banyak lagi lainnya.
"Alya, jagalah hatimu untukku nanti jika sudah kembali" ucap Riski dan Alya menggaguk mengiakan.
"tuh kan, keluar kata-kata sendiri" batin Riski.
__ADS_1
Mereka pun segera pulang kala matahari sudah semakin naik.