
Alya dan Amel sudah memasuki kelas mereka yang kebetulan sama. Ya Amel juga mengambil jurusan yang sama dengan Alya.
Mereka duduk di kursi yang berdekatan dan saling mengobrol.
Tiba-tiba ponsel Alya bergetar tanda pesan masuk, Alya sengaja membuat notifikasi hanya bergetar agar tidak mengganggu pelajarannya saat sudah di mulai.
Alya membuka ponselnya.
Riski : "good morning my love😙, semoga pelajaran pertama hari ini berjalan lancar"
Alya tersenyum sangat senang setelah membaca pesan dari pujaan hatinya.
Sedikit info, model rambut Alya sudah berubah beberapa hari yang lalu, Alya sengaja memangkas rambutnya agar lebih keliatan cantik dan imut.
Tidak lupa Alya juga sudah mengabari Riski tentang idenya membuat poni rambut dan Riski menyetujuinya.
"acieee dapet pesan dari pujaan hati nih" ledek Amel.
"apaan sih Mel, jangan ganggu ah" jawab Alya.
Amel hanya tersenyum melihat perubahan mood yang drastis dari kakaknya setelah beberapa hari ini apalagi hari ini telah diberi semangat sama pacarnya. ups, maksudnya suami tercintanya.
Alya :"good morning too my love😙, semangat juga belajarnya yah"
Setelah membalas pesan dari Riski, Alya segera menaruh ponselnya lalu mengeluarkan buku-bukunya.
"hay A-Alya" sapa Zein ragu.
__ADS_1
Alya langsung menoleh pada bangku didepannya.
"ah ternyata Zein, hay juga" jawab Alya ramah.
"kebetulan kita sekelas nih" tambah Alya.
"iya kebetulan" jawab Zein tersenyum.
"siapa kak?" tanya Amel pada Alya.
"ini Zein teman baru kakak baru aja kenal tadi" jawab Alya memperkenalkan Zein pada Amel.
"ini Amel sepupuku Zein" tambah Alya.
"hay Zein salam kenal" kata Amel.
"salam kenal juga" jawab Zein.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah memperhatikan mereka dari bangku yang cukup jauh.
Tetap satu kelas, hanya saja berjarak jauh dari tempat duduk Alya.
Ia adalah Fani, Fani melihat keakraban Zein dengan Alya.
"kenapa bisa seakrab itu, sedangkan aku sudah lama menyukai Zein malah di cuekin" batin Fani.
Fani terlihat tidak suka dengan kedekatan Alya dan Zein.
"lihat saja aku akan membalasmu dasar gadis genit" batin Fani.
__ADS_1
Setelah pelajaran selesai, Alya hendak pergi pulang.
"Alya kamu pulang sama siapa?" tanya Zein.
"aku di jemput supir" jawab Alya.
"yah gagal deh mau anterin kamu" kata Zein memelas.
"kayaknya ada pengagum diam-diam nih" batin Amel.
" maaf ya Zein, lain kali aja" jawab Alya merasa bersalah.
"ya tidak apa-apa" jawab Zein.
"sama Amel aja tuh" ucap Alya menunjuk Amel.
"apaan sih kak, aku kan sama Adit" jawab Amel.
"eh iya lupa" jawab Alya cengengesan.
Setelah beberapa menit, supir keluarga Riski sudah datang dan Alya berpamitan pada Zein juga Amel.
Amel pun ikut berpamitan karena akan pergi menemui Adit.
Zein pun pulang dengan menggunakan mobilnya.
"dasar gadis genit, sok-sok nolak pasti ada maksud" batin Fani dari tempat persembunyiannya.
Fani pun berjalan ke parkiraan lalu mengemudikan mobilnya dengan cepat. Saking kesalnya karena kejadian di kampus hari pertama yang menurut Fani adalah hari yang paling buruk daj itu semua karena Alya.
__ADS_1
Maaf ya baru bisa up..soalnya autor kan harus belajar dan banyak tugas daring