
"ha?" tanya Alya.
"aku serius" jawab Riski dingin.
"oh ayolah, aku sudah berkhayal akan ngobrol sepuasnya dan di ajak jalan-jalan mengelilingi kota. Lalu ini, pertanyaan bodoh yang membuat kepalaku pusing" batin Alya.
"apakah kamu tidak percaya padaku?" tanya Alya.
"ah bukan begitu, aku..." Riski memijat dahinya, Ia merasa bersalah mengucapkan kalimatnya tadi yang membuat suasana semakin buruk.
"Riski, aku tau mungkin kita berpisah jarak sangat jauh tapi kamu harus percaya hati aku hanya untuk kamu" jelas Alya memegang kedua pipi Riski.
Riski tersenyum tipis mendengar pernyataan Alya.
"lalu siapa Zein?" tanya Riski.
Alya kaget, mengapa Riski bisa tau siapa yang dekat dengan Alya.
"itu hanya teman, teman kuliah" jawab Alya meyakinkan.
"baiklah, aku percaya. Tapi tolonglah jangan terlalu dekat dia bisa saja suka sama kamu kan" ucap Riski.
"jadi ceritanya kamu cemburu" ledek Alya.
"ngak, aku cuma gak suka aja. Nanti kamu selingkuh" jawab Riski berusaha menutupi isi hati yang sebenarnya.
"sama aja itu cemburu, eh tapi aku suka loh" kata Alya tersenyum.
"iya aku suka kamu cemburuin aku" kata Alya mengerti arti tatapan Riski.
"ya sudah sana mandi dulu, nanti makan bareng" ucap Riski.
__ADS_1
"baiklah, eh tapi nanti ajak aku jalan-jalan yah" jawab Alya dan Riski mengangguk pasrah.
Alya pun membersihkan badannya lalu segera ganti baju santai.
Alya melihat Riski sedang berbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya.
"sedang chatan sama siapa?" tanya Alya.
"kepo" jawab Riski tanpa mengalihkan pandangannya.
"ih dasar" jawab Alya.
Alya segera memakai perawatannya lalu kembali melirik Riski yang sibuk dengan ponselnya.
"liat apa sih sampek kek gitu banget" batin Alya.
Alya yang merasa kesal pun langsung menghampiri Riski dan duduk di bibir ranjang.
"rasahia" jawab Riski dan kembali fokus pada ponselnya.
Karena merasa kesal, Alya pun mengambil ponsel Riski dengan cara merebut. Alhasil ternyata Riski tengah memandang foto Alya.
Alya langsung tersenyum malu-malu karena ulahnya yang seenaknya.
"udah liat kan?" tanya Riski.
"kamu sengaja deh lakuin ini kan biar aku cemburu" jawab Alya dan Riski tertawa atas kemenangannya.
"kalau aku ada di sini, ngapain masih liatin foto itu kan udah ada ini" ucap Alya.
"iseng aja" jawab Riski singkat.
__ADS_1
"eh udah lama deh aku gak jalan bareng sama kamu" kata Alya.
"ya udah nanti kita jalan-jalan tapi sebelumnya aku mau mandi dulu" ucap Riski dan Alya mengangguk.
Riski mengambil handuk lalu hendak masuk ke kamar mandi.
"Riski....." panggil Alya dan Riski langsung berhenti melangkah tanpa menoleh.
"pinjem hpnya yah" kata Alya.
"mau ngapain?" tanya Riski masih tidak menoleh.
"gak ada, bosen aja sama hp ku. Soalnya udah ku liatin semua isinya" jawab Alya.
"ya udah iya" jawab Riski dan Alya langsung mengambil ponsel Riski yang berada di dekatnya.
"eh bentar bentar" panggil Alya lagi.
"apaan lagi sih? kapan aku mandinya?" kini Riski sudah menoleh.
"heheh maaf. Ini kata sandinya apa?" tanya Alya.
"nama kamu" jawab Riski dan Alya kaget mendengarnya, namun Alya berusaha terlihat biasa saja.
"baiklah, sana mandi" jawab Alya dan Riski berjalan ke kamar mandi dan memulai mandinya.
"kok bisa samaan sih, aku juga pakek nama kamu loh" batin Alya.
Alya menunggu Riski sambil memainkan ponsel Riski.
"lama banget sih mandinya" batin Alya.
__ADS_1
"Riski, kamu tidur gak sih??" teriak Alya.