Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Morning Kiss Sore Hari


__ADS_3

Alya pun mengambil kursi terdekat dan mencoba kembali meraih kopernya tapi tetap saja tangan Alya tidak sampai.


Riski yang sedari tadi memperhatikan Alya pun turun dari ranjang menghampiri Alya.


"apakah aku bisa membantu" ucap Riski dan Alya mengangguk lalu turun dari kursi dan Riski menaiki kursi.


Setelah mendapatkan kopernya, Riski memberikannya pada Alya dan Alya menaruh koper tersebut di lantai.


"yeyyy, makasih yah" ucap Alya kegirangan dan tanpa sengaja tangan Alya menyenggol kursi yang di naiki Riski.


bruuuuaaakk..


Mereka berdua pun terjatuh dengan posisi Riski berada di atas tubuh Alya yang mungil itu.


Hampir saja mereka berciuman karena jarak di antara mereka sangat dekat dan tangan Riski melindungi kepala Alya dan satunya menahan di lantai.


Alya dan Riski sama ngosngosannya dan beberapa detik kemudian membuka percakapan.


"maaf" ucap Alya sambil menutup matanya karena posisi mereka tidak bergeser sedikitpun.


"aduh, apaan ini kenapa jantungku mau copot" batin Alya.


Alya membuka matanya kembali dan mendapati Riski tengah menatapnya.


Riski semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Alya.


"Riski tolong...." belum selesai Alya berbicara Riski sudah terlebih dahulu mencium bibir Alya dan sontak membuat Alya kaget.


Alya mencoba mendorong tubuh Riski tapi Riski menahan tangan Alya dan meneruskan adegan ciuman dan bahkan akhirnya sampai ******* bibir mungil Alya.


"Riski tolong bangunlah" ucap Alya setelah nafasnya membaik.


"Alya kenapa kau menggodaku" jawab Riski tanpa mengubah posisi diantara mereka.

__ADS_1


"Riski aku belum siap, tolong bangunlah badanku sudah lelah berbaring seperti ini" ucap Alya.


Riski akhirnya bangun dan membelakangi Alya.


"maafkan aku Riski" ucap Alya.


"ya tidak apa" jawab Riski dan berlalu menuju kamar mandi.


"apa-apaan ini kenapa aku ingin melakukan itu, tidak Alya belum siap, mengapa aku tidak bisa mengendalikan diriku, dan ini karena ulah Alya" batin Riski.


Alya pun memasukkan baju-baju ke dalam kopernya.


Riski keluar dengan memakai handuk sampai lutut dan membuat Alya menelan salivanya.


"bahkan aku hampir setiap hari melihatnya, tapi kenapa aku masih tidak terbiasa sih" batin Alya.


"Alya, kenapa kamu memasukkan baju-baju itu?" tanya Riski.


"ambilkan aku sepasang baju" ucap Riski dan Alya langsung mengambilnya.


Setelah selesai dengan koper, Alya merebahkan diri di sebelah Riski.


Riski membelakangi Alya.


"maafkan kejadian yang tadi Riski" ucap Alya dan Riski tidak menjawab padahal ia belum tidur.


"aku minta maaf, apa kau marah padaku?" tanya Alya dan Riski tidak menjawab lagi.


Alya pun membelakangi Riski juga, namun baru beberapa detik kemudian Riski berbalik dan menindih tubuh Alya lalu menatapnya dalam.


"aku tidak marah Alya" ucap Riski dan Alya tersenyum.


"maafkan aku yah" ucap Alya dan Riski mengangguk tersenyum lalu membenarkan posisi tidurnya.

__ADS_1


Alya tertidur di dalam pelukan Riski.


Sementara Riski masih terbangun.


"kenapa aku jadi begini, ah...kenapa aku terkesan buru-buru" batin Riski.


Setelah beberapa menit kemudian Riski pun ikut terlelap tidur.


Setelah dua jam kemudian, hari sudah mulai sore dan Alya terbangun lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Riski masih tertidur.


Setelah Alya bangun, Alya melihat Riski sudah terbangun dari tidurnya.


Riski menatap Alya yang baru selesai mandi



"sudah bangun?" tanya Alya dan Riski mengangguk.


"aku mau morning kiss" ucap Riski.


"hahahah, ini sudah sore bukan pagi sayang" jawab Alya.


"ah aku tidak perduli ayolah turuti saja" ucap Riski lagi dan Alya hanya menurut sebelum Riski benar-benar ngambek.


Karena sepertinya mood Riski sedang tidak enak karena kejadian tadi siang.


.


.


.


Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2