
Setelah bel istirahat berbunyi, seperti biasa Rifa pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah kehabisan tenaga.
Tapi kali ini Rifa mengunjungi kelas Adit dan Amel terlebih dahulu. Setelah yang ditunggu keluar Rifa segera memanggilnya.
"hey.." panggil Rifa sedikit berteriak agar dapat di dengar oleh Adit dan Amel yang kebetulan keluar bersamaan.
Adit dan Amel menoleh pada sumber suara bersamaan dan Rifa pun segera menghampirinya.
"Alya katanya sakit yahh?" tanya Rifa sedikit ngos-ngosan karena habis berlari.
"iya badannya kak Alya panas katanya demam sih" jawab Amel.
"nanti kita jenguk bareng-bareng" timpal Adit.
"kalian mau ke kantin?" tanya Rifa.
"aku mau ke lapangan latian basket, ajak dia aja" jawab Adit sambil menunjuk Amel, tanpa mendengar persetujuan Amel dan Rifa, Adit pergi meninggalkan mereka.
"gimana?" tanya Rifa memastikan.
"ngak deh kayaknya" jawab Rifa.
"trus gue ke kantin sendiri gitu, ih males amat tapi gue laper banget nih Mel" tutur Rifa sambil cengengesan.
"gue bawa roti di tas kalau loe mau makan ambil aja" jawab Amel.
__ADS_1
Tanpa basa-basi Rifa langsung masuk kelas Amel dan menuju tempat duduk Amel. Setelah membuka tas Amel, Rifa mencari roti yang Maksud.
"nah ketemu" ucap Rifa kegirangan.
Rifa pun menuju ke luar kelas untuk menemui Amel yang masih berada di depan kelasnya.
"Mel, liat Adit latian basket yuk" ajak Rifa.
"males gue" jawab Amel dengan nada malas.
"ih kok gitu sih, gak asik ah" jawab Rifa dengan memanyunkan bibirnya.
Amel melirik Rifa yang nampaknya masih kesal padanya.
Mereka pun berjalan menuju lapangan untuk melihat Adit dan teman-temannya yang sedang berlatih basket. Perlu di ketahui mulai awal SMA, Adit mengikuti ekstra basket dan pernah memenangi pertandingan antar pelajar.
"Adit gue dateng" ucap Rifa dengan berteriak agar Adit mendengarnya.
Adit melihat ke arah Rifa yang disana juga terdapat Amel, Adit hanya tersenyum simpul dan kembali melanjutkan kegiatannya.
Amel mengekori Rifa menuju tempat duduk di tepi lapangan yang dinaungi oleh sebuah pohon besar, entah itu pohon apa yang jelas dari kelihatannya pohon itu sudah sangat tua.
Selain pohon yang menaungi tempat duduk tersebut, terdapat beberapa pot bunga di daerah sekitarnya.
Amel dan Rifa duduk bersenderan pada tempat duduk di sana, melihat Adit latihan sambil menikmati udara yang sejuk. Sungguh tidak bisa Amel pungkiri hatinya sangat adem saat ini.
__ADS_1
"loe suka nonton Adit latihan ya Rif" tanya Amel di sela kegiatannya saat ini.
"iya gue udah dari dulu sering liatin Adit main, dan gue juga suka dukung dia pas lagi tanding" jelas Rifa tanpa mengalihkan pandangannya.
Amel hanya mengangguk mendengar penjelasan Rifa, ia tau bagaimana kedekatan Adit dan Rifa sejak kecil.
Seketika Rifa beralih menatap Amel yang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"loe bukannya suka sama Adit ya Mel" ujar Rifa.
"eh iya sih, tapi gue tau Adit gak pernah suka sama gue, gue lebih milih menjaga persahabatan kita dan memendam perasaan gue" jelas Amel.
"tapi gue perhatiin Adit udah lama move on dari Alya, dia juga gak pernah curhat lagi ke gue tentang Alya" tutur Rifa.
"hmmm" Amel Hanya menarik nafas dan menghembuskannya kasar.
"dan gue juga perhatiin Adit sering lirik-lirik loe diam-diam deh" tambah Rifa.
"apaan sih Rif, jangan bikin gue jadi GR deh" jawab Rifa menahan rasa malunya karena mendengar ucapan Rifa.
"gue tau Adit sepertinya mulai jatuh hati sama loe Mel, dan loe gak pernah sadar itu" batin Rifa.
"tuh kan Adit ngelirik loe" ucap Rifa melihat Adit yang mencuri pandang pada Amel.
"apaan sih" jawab Amel malu-malu.
__ADS_1