
Beberapa hari kemudian, hari ini adalah hari minggu.
Setelah mandi dan sholat subuh bersama Riski, Alya pun membantu pekerjaan dapur.
Setelah itu mereka sarapan bersama.
Setelah makan..
kring....kring...kring.....
ponsel Alya berbunyi
"Assalamualaikum bun" ucap Alya setelah telfon tersambung.
"walaikumsalam Al, kamu kapan mau main ke rumah, bunda kangen" ucap dari seberang.
"eh Alya tanya ke Riski dulu yang bun" jawab Alya.
"Riski kita kapan main ke rumah bunda katanya bunda kangen sama aku" ucap Alya pada Riski.
"sekarang juga boleh" jawab Riski.
"serius?" tanya Alya.
"iya" jawab Riski.
Alya pun mendekatkan kembali ponselnya ke telinganya.
"iya bun, hari ini Alya ke sana sama Riski yah" ucap Alya.
"beneran Alya?" tanya Bunda memastikan.
"iya bun, bunda mau aku bawakan apa?" tanya Alya.
"tidak usah repot-repot Alya yang penting kamu kesini sama suami kamu" jawab Bunda.
"baiklah bun"
"Assalamualaikum"
"walaikumsalam"
Telfonpun terputus......
Alya segera mengganti baju sementara Riski masih melihat-lihat tamannya.
Setelah beberapa menit Riski pergi ke kamar dan mendapati Alya sudah siap dengan dress putihnya.
__ADS_1
"kamu sudah siap?" tanya Riski.
"iya sana kamu ganti udah aku siapin bajunya" jawab Alya.
Riski pun mengganti bajunya juga lalu keluar dari kamar mandi.
"wah bagus banget bajunya" ucap Alya berdecak kagum.
"kamu ngapain pakek ngambil topi ini segala" ucap Riski memegangi topinya.
"bagus kok" jawab Alya.
"Sini aku foto" ucap Alya mengambil ponselnya.
"gak ah" berkata sambil duduk di bibir ranjang.
"sini aku foto" ucap Alya lagi dan Riski pasrah.
"liat nih bagus kan" ucap Alya memperlihatkan hasil fotonya.
"kok fotonya setengah sih" protes Riski.
"gak papa, ini emang gayanya" jawab Alya.
"tapi beneran bagus loh" ucap Alya memandangi foto Riski kembali.
"iya bagus, kan yang di foto tampan gini yah pasti bagus lah" jawab Riski.
"ih mulai deh" jawab Alya.
Mereka pun menyudahi perdebatannya lalu turun berpamitan pada para pelayanan lalu pergi menggunakan mobil.
Di mobil Alya dan Riski selalu bercanda dan tertawa bersama sampai mobil telah memasuki parkiran rumah Alya.
"udah sampai nih" ucap Alya.
Mereka mengetok pintu lalu masuk setelah pelayan membukakannya.
"Alya, Bunda jangen" memeluk Alya sangat erat.
"Alya juga kangen sama bunda" jawab Alya.
Alya melonggarkan pelukannya dan bertanya.
"bunda apa kabar?" tanya Alya.
"baik, tapi Ayah gak ada dirumah masih sibuk ngurus cabang perusahaan di luar kota" jawab Bunda.
__ADS_1
"oh begitu bun" jawab Alya.
"eh nak Riski apa kabar" ucap bunda menghampiri Riski.
"baik Bun" jawab Riski ramah.
Mereka pun pergi le ruang keluarga.
"Alya, Bunda ingin Amel segera menikah juga kayak kalian" ucap Bunda dan Alya kaget.
"kenapa harus nikah muda juga bun?" tanya Alya.
"biar ada yang jagain dia 24 jam, soalnya akhir-akhir ini ada yang neror Amel" jelas bunda.
"apa?, kenapa Amel gak cerita sama Alya yah bun" jawab Alya.
"dan juga Amel udah punya pacar loh bun" jelas Alya.
"oh ya?, syukurlah kalau dia punya pacar" jawab bunda lega.
Amel turun dari tangga dan menghampiri Alya.
"eh kak Alya sama kakak ipar kapan dateng?, kok gak kasih tau Amel?" tanya Amel lalu duduk di sebelah Bunda.
"iya maaf Mel" jawab Alya.
"katanya kamu akhir-akhir ini di teror yah Mel?" tanya Alya.
"iya kak, Amel takut" jawab Amel.
"trus kalau ke sekolah gimana?" tanya Alya lagi.
"di antar jemput Adit" jawab Amel.
"ohh, jadi Adit tau tentang peneroran itu?" tanya Alya.
"iya kak, dia juga bilang mau cepet-cepet mau nikah sama aku biar bisa jagain aku, tapi aku masih gak mau nikah" jawab Amel.
"kok gitu, kan kalau ada Adit kamu ada yang jagain" ucap Alya.
"iya Mel, sebaiknya kamu terima saja lamarannya" tambah Bunda.
"iya sih, nanti Amel kabari deh" jawab Amel.
.
.
.
__ADS_1