Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Hari Pertunangan


__ADS_3

Sore harinya, Riski dan Alya hanya diam di kamar sambil memainkan ponsel masing-masing.


Tiba-tiba saja ponsel Alya berbunyi tanda ada telepon masuk.


Alya mengecek layar ponselnya dan tertera nama "Bunda😙"


"bunda?" batin Alya.


"Assalamualaikum bunda, ada apa?" tanya Alya setelah telfon tersambung.


"Alya, nanti malem jam 7 kamu sama Riski dateng ke rumah bunda yah" ucap Bunda dari seberang.


"untuk apa bun?bukannya baru kemarin Alya main kesana, masak sudah kangen saja" tanya Alya.


"bukan begitu Alya, di rumah bunda ada acara pertunangan Amel" jelas Bunda dengan santainya tapi tidak bagi Alya yang saat ini memelototkan matanya karena kaget.


"apa?Amel tunangan?secepat itu?" ucap Alya tanpa bernafas membuat si pendengar menjadi pusing karena suara Alya yang sangat cepat itu.


"Alya tidak usah begitu dong, dasar kamu tidak berubah dari dulu yah" jawab Bunda.


"ehehehe bukan begitu bun, mengapa sangat mendadak sekali, bahkan Alya belum menyiapkan baju untuk menghadiri acara Amel" jelas Alya.


"ah iya bunda minta maaf, ini sebenarnya karena mereka sudah pacaran dan kebetulan bunda sama ayah ingin menjodohkan Amel dengan sahabat ayah, dan anak sahabat ayah ternyata Adit" jelas Bunda.

__ADS_1


"ok begitu bun, kebetulan sekali yah hehehehe, ya sudah kalau begitu Alya akan bersiap-siap bun" jawab Alya lalu mereka pun memutuskan sambungan telfonnya.


Riski menoleh pada Alya dan begitu pun Alya.


"ada apa?" tanya Riski mengerti Alya akan memberikan berita penting.


"jadi begini, Amel akan tunangan dengan anak sahabat ayah, dan acaranya nanti malam" jelas Alya.


"oh baiklah, biarkan aku telfon mama untuk menyiapkan baju untuk kita" ucap Adit lalu menelfon mamanya untuk meminta baju untuk Riski dan Alya dari salah satu butik mama Riski.


"ya sudah aku mandi dulu" ucap Riski dan berjalan menuju kamar mandi.


........


Alya dan Riski sudah siap menaiki mobil menuju acara pertunangan Amel.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah orangtua Alya.


Acara cukup sederhana namun elegan, Alya dan Riski bergandeng memasuki tempat acara akan berlangsung.


Beda dengan para tamu, Alya dan Riski duduk di kursi khusus keluarga besar, yah kan mereka keluarga dari Mawar dan Adi😁.


"Amel terlihat sangat cantik yah" ucap Alya pada Riski.

__ADS_1


"tidak" jawab Riski.


"loh kenapa?" tanya Alya.


"cantikan istriku yang cantik, manis dan imut ini" ucap Riski memegang hidung Alya lalu tersenyum indah.


"sangat tampan, ahh kenapa aku sangat menyukainya" batin Alya.


Alya ikut tersenyum membalas senyuman Riski yang menurut Alya sangat langka.


Bagaimana tidak bahkan Riski jarang tersenyum manis seperti ini apalagi waktu mereka belum menikah.


Bukan hanya jarang, bahkan tidak pernah Riski tersenyum pada Alya sebelum mereka menikah, yang ada Riski terus bersikap cuek dan acuh tak acuh pada Alya. Namun saat ini semua yang Alya alami berbeda, bahkan Alya bisa lebih mengenal Riski dan sifat Aslinya, dan yang Alya bisa katakan Riski berubah sangat jauh dari dulu sebelum mereka menikah.


Yah itulah yang di namakan takdir jodoh, jika dulu Alya berjuang mati-matian ingin mendapat cinta Riski dan saat ini bahkan Alya sudah menjadi istri dari Riski.


Sungguh dalam benak Alya tidak pernah membayangkan akhirnya dia bisa menikah dengan orang yang sudah lama dia cintai, jika di pikir-pikir kembali Alya merasa ini semua mimpi namun tidak bisa di pungkiri bahwa ini adalah dunia nyata bukan mimpi. Jadi Alya, ini bukan mimpi tapi ini kenyataan manis dibalik pahitnya perjalananmu selama ini.


Tidak terasa sebuah air mata menetes begitu saja dari mata Alya kala mengingat takdir cintanya dengan Riski.


Alya sangat bersyukur saat ini karena Tuhan menyayanginya dan memberikan Alya kesempatan untuk bersama Riski.


"terima kasih ya Allah telah menjadikan hamba orang paling beruntung bisa bersama Riski" batin Alya, tidak terasa bibirnya tersenyum indah tanpa luntur bahkan mungkin sampai acara selesai.

__ADS_1


__ADS_2