
Keesokan harinya...
Alya sudah siap untuk berangkat ke Kampusnya. Dia sedang sarapan di meja makan dengan semangatnya.
"Iya, kamu juga semangat belajarnya" ucap Alya membalas perkataan Riski di balik ponselnya.
"Ya sudah, nanti aku telfon lagi. Sekarang aku mau makan dulu. Bye" pamit Riski.
Alya menyelesaikan makannya lalu pergi ke kampus dengan di antar oleh Deon supir Riski.
"Terima kasih Deon, nanti jemput aku jam 11.00, kebetulan hari ini aku tidak terlalu sibuk" ucap Alya sebelum turun dari mobil.
"Baik nona" jawab Deon.
Alya pun turun dari mobil dan Deon segera pulang.
Saat Alya hendak berjalan, tiba-tiba tangannya di pegang seseorang.
Alya langsung menoleh dan ternyata Zein lah yang memegang Alya. Alya menepisnya tapi dengan cara halus.
"Hai Alya" sapa Zein.
"Hai Zein" jawab Alya.
"ingat Alya, Riski nanti marah jika aku dekat dengan Zein. Lebih baik aku cari aman dari pada mata-mata Riski laporan hal ini ke Riski" batin Alya.
"Alya kamu melamun apa?" tanya Zein melambaikan tangannya di depan Alya membuat Alya tesadar dari lamunannya.
"Eh tidak apa-apa" jawab Alya.
"Ya sudah ayo bareng ke kelas" ajak Zein.
__ADS_1
"I-iya" jawab Alya terbata.
Mereka berjalan bersama.
"Aduh, mendingan aku pura-pura ke toilet aja" batin Alya setelah berjalan tiga langkah.
"Zein, aku mau ke toilet dulu yah. Tiba-tiba kebelet nih" ucap Alya memegangi perutnya.
"kok tiba-tiba banget Al?" tanya Zein.
"gak tau juga nih, ya udah kamu duluan ke kelas sana. Aku mau ke toilet bentar, dah" ucap Alya berlalu pergi.
"Alya kenapa sih, hari ini aneh banget" batin Zein.
Alya sudah sampai di kamar mandi, Alya bernafas lega kala bisa kabur dari Zein sebelum ada yang mengadu pada Riski.
"Untung aja aku pintar, huft" ucap Alya.
Amel : "Aman, kak. Sekarang mereka sudah tidak berjalan bersama"
Riski : "Syukurlah. Terimakasih Mel"
Amel : "masama kak"
Amel pun menutup ponselnya setelah Alya memasuki kelas.
"Eh kak Alya, pagi kak" sapa Amel.
"Pagi juga Mel" jawab Alya sambil tersenyum.
Setelah itu Alya dan Amel mengikuti pelajaran sampai selesai dan mereka sudah boleh pulang.
__ADS_1
"Kak, aku nginep di rumah kakak yah?" tanya Amel.
"Oke" jawab Alya senang karena jika Amel memginap maka Alya tidak akan kesepian di rumah.
"Ya udah ayo kak, kakak di jemput ngak?" tanya Amel.
"Iya sama mas Deon supirnya Riski" jawab Alya.
"Oh gitu, ya udah kita tunggu di depan yuk" ajak Amel.
"Ya udah ayuk" jawab Alya.
Mereka hendak melangkah namun Zein memanggil mereka.
"Alya... Amel... " panggil Zein membuat Alya dan Amel menoleh serentak.
"Eh Zein, ada apa?" tanya Amel.
"Maaf tadi aku mendengar pembicaraan kalian, bukannya kalian bilang sama aku kalau kalian satu rumah tapi tadi aku dengar Amel mau nginap di rumah Alya. aku jadi bingung bukannya kalian satu rumah?" kata Zein.
Deg....
"Aduh gimana ini, apa aku jujur saja. Lagi pula Riski juga jujur sama Clara. Kalau aku pura-pura nanti Riski malah makin cemburu" batin Alya.
"Eh... " Alya mencoba mencari alasan.
Alya melirik Amel memberi isyarat jika Amel juga harus mencari jawaban.
"Jujur gak yah?" batin Alya.
Jangan lupa like dan vote yang banyak yah, maaf yah digantung biar seru aja gitu...heheh.
__ADS_1