Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Cemburu


__ADS_3

Alya sudah sampai di rumah dan baru saja membersihkan dirinya.


Saat Alya keluar dari kamar mandi, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi lalu Alya pergi mengambil ponselnya.


"hay" kata Alya setelah telpon video terhubung.


"kamu baru mandi yah kok masih basah rambutnya" jawab Riski dari seberang.


"iya ini aku masih barusan aja keluar dari kamar mandi" jawab Alya.


"gimana hari pertamanya?" tanya Riski penuh selidik.


"lancar" jawab Alya singkat.


"bagaimana dengan kamu?" tanya Alya balik.


"cukup lancar" jawab Riski.


"kamu sudah makan?" tanya Alya dan Riski hanya menggeleng.


"aku baru datang dari kampus dan belum mandi apalagi makan" jawab Riski.


"oh begitu, sana makan dulu nanti telpon lagi" kata Alya.


"tidak Alya aku masih kangen..." rengek Riski.


"ya udah iya" jawab Alya pasrah.


"gitu dong, asal kamu tau yah aku liat kamu aja udah kenyang gak usah makan" gombal Riski.


"apaan sih, gombal mulu" jawab Alya.


"serius Alya" tegas Riski meyakinkan.


"iya deh maaf, tapi jangan bilang gitu dong masak liatin aku aja udah kenyang. Emang aku nasi apa" kata Alya.

__ADS_1


"iya kamu bukan nasi tapi melihat wanita tercintaku tidak usah makan pun aku mau" jawab Riski.


Kini wajah Alya bersemu merah karena malu mendengar pernyataan Riski.


"Riski aku boleh nanya gak?" tanya Alya.


"kenapa sayang, bicara aja" jawab Riski.


"gini, kalau misalnya ada temen kuliah nanya aku punya pacar aku jawab apa?" tanya Alya dan Riski menaikkan alisnya sampai hampir bertautan.


"kenapa nanya gitu?" tanya Riski curiga.


"bukannya apa-apa, cuma buat jaga-jaga aja siapa tau nanti ada yang nanyain" jawab Alya.


"kamu jawab aja kamu punya pacar tapi jangan bilang kalau kita sudah menikah kecuali ada orang yang ngelotot suka sama kamu" jelas Riski.


"baiklah aku paham, ya sudah aku mau ganti baju dulu sama ngeringin rambut" jawab Alya.


"ya sudah, jangan lupa sholatnya yah" ucap Riski sebelum mengakhiri panggilan.


~apartemen Riski~


"kenapa Alya menanyakan seperti itu yah, ah aku tidak boleh berpikiran buruk. Alya pasti akan selalu setia padaku" batin Riski.


Tiba-tiba telpon Riski berbunyi Riski pun langsung membaca pesan yang masuk.


Amel : "kak ipar, Amel cuma mau bilang di kampus tadi ada cowok yang kayaknya dari tampangnya dia suka sama kak Alya deh. Tapi tenang aja Amel gak akan biarkan tuh cowok deket-deket sama kak Alya."


Riski mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


"apakah ini ada hubungannya dengan pertanyaan Alya tadi" batin Riski.


Riski : "apakah Alya keliatan suka sama cowok itu?"


Amel : "tentu tidak, kak Alya hanya bersikap ramah seperti biasanya. Tapi aku rasa Zein itu suka karena sikap ramah kak Alya.

__ADS_1


Riski : "baiklah Mel, terimakasih beritanya"


Amel : "masama, Amel bakalan pertahankan kak ipar sama kak Alya jadi tenang aja".


Riski : "terimakasih banyak Mel"


Setelah membalas pesan terakhir dari Amel, Riski langsung pergi makan siang dan setelahnya berbaring di ranjangnya.


"My Love๐Ÿ˜™"


Sebuah panggilan masuk dan Riski langsung mengangkatnya.


"sudah makan?" tanya Alya dari seberang.


"hmmmm" jawab Riski.


"sudah sholat?" tanya Alya lagi.


"hmmm" jawab Riski lagi.


"kamu kenapa sih jawab hmmm terus dari tadi, kalau aku ada salah bilang aja" kata Alya yang merasa Riski sedang marah padanya.


Alya tau jika Riski marah tidak seperti orang lain yang akan naik darah, Riski hanya mendiami Alya jika marah.


"aku cuma mau bilang kamu harus jaga jarak sama cowok mana pun dan jangan terlalu bersikap ramah" jelas Riski.


"ha? maksudnya?" tanya Alya tidak percaya.


"kamu tidak salah dengar" jawab Riski tidak mau mengulang kalimatnya.


"baiklah sayang aku akan menurut saja" jawab Alya dan Riski tersenyum tipis lalu mematikan telponnya.


"aneh, apakah dia punya mata-mata. Tapi aku sangat senang ternyata dia bisa cemburu juga" batin Alya.


Alya gak peka banget yah....Riski marah bukannya dirayu malah seneng sendiri๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„

__ADS_1


__ADS_2