
"Alya ini baju-bajunya" ucap nenek Ina.
"Alya di usir nek?" tanya Alya.
"Bukan gitu, kamu ikut sama Riski" jelas nenek Ina.
"Tapi nek, Alya kan mau di sini" jawab Alya.
"Gak bisa Al, kamu harus ikut suami kamu, tanggung jawab orang tua sampai di sini, tapi kamu masih bisa kok berkunjung ke sini atau ke rumah bunda" jelas Mawar.
Alya memeluk kedua orang tuanya, dan menyalami mereka.
"Ayo Alya" ajak Ani mama Riski.
Alya pun dengan berat hati ikut pulang bersama keluarga Riski.
.....
"Alya semoga betah ya di sini, kalian di sini cuma satu malam kok, besok kalian balik ke Bandung" jelas Ani.
"Iya tante" jawab Alya.
"Jangan panggil tante dong, panggil mama aja sama kayak Riski" pinta Ani.
"Baik ma" jawab Alya.
Alya pun berjalan beriringan bersama Riski menuju kamarnya, koper Alya sudah di bawa terlebih dahulu oleh pelayan rumah ini.
Sesampainya di kamar..
"Alya, foto yuk" ajak Riski.
"Narsis banget deh" jawab Alya.
"Ayuk" ajak Riski lagi.
Riski langsung merangkul tubuh Alya dan mulai berfoto, sementara Alya hanya pasrah saja.
Alya pun mulai menyusun baju-bajunya ke lemari.
__ADS_1
Riski mengambil handuknya lalu berjalan menuju kamar mandi.
Dengan cepat Alya mengambil handuknya lalu menahan langkah Riski.
"Aku mau mandi duluan" ucap Alya.
"Alya aku duluan" jawab Riski.
"Ngak pokoknya aku" jawab Alya.
"Alya aku mau sholat berjamaah di masjid, nanti kalau lama-lama gak sempet lagi, nanti pahalanya berkurang loh" jelas Riski.
"Hmmm oke kali ini aku ngalah" jawab Alya.
Alya pun menaruh kembali handuknya dengan perasaan kesal, sampai Riski selesai Alya pun segera mandi.
Setelah selesai, Alya mengganti bajunya lalu pergi sholat sendiri di kamarnya.
Setelah sholat, Alya membaringkan tubuhnya di ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Duh capek banget, badanku pegel semua seharian pakek baju pengantin tadi" pikir Alya.
"Ini bener gak sih aku jadi istrinya es kutub itu" pikir Alya lagi.
"Riski kemana Alya?" tanya Ani setelah Alya duduk.
"Eh anu tadi dia ke masjid katanya ma" jawab Alya.
"Oh, ya udah kita tunggu Riski dulu" jawab Ani.
Semua anggota keluarga sudah berkumpul tidak terkecuali nenek Laras tapi yang kurang hanya Riski.
"Sudah ngumpul semua" ucap Riski menuruni tangga.
"Iya Ris, kamu lama sih kita jadi nunggu" jawab Ani.
"Iya maaf ma" jawab Riski.
"Ya sudah ayo duduk" ajak Ani.
__ADS_1
Riski pun segera duduk di sebelah Alya.
"Alya ambilkan makanan Riski" perintah Ani.
"Apa harus ma?" tanya Alya.
"Iya sayang, sebagai seorang istri harus mengambilkan makanan suaminya dulu lalu baru makanan sendiri" jelas Ani.
"Baik ma, maaf Alya masih kurang paham" jawab Alya yang hanya dianguki oleh Ani.
"Ayo jangan banyak ngobrol, kapan kita makannya" ucap nenek Laras sambil tertawa.
"Iya maaf ma" jawab Ani.
Akhirnya makan malam di mulai, semua makanan sudah masuk ke perut masing-masing. Pelayan mulai membereskan sisa-sisa makanan.
"Ayo ke ruang keluarga dulu Riski,Alya" ajak Halim.
"Baik pa" jawab Alya.
Mereka semua pun pergi ke ruang keluarga, tapi nenek Laras tidak, karena ingin istirahat duluan.
"Kalian besok balik ke Bandung ya" perintah Halim.
"Baik pa, tapi naik apa?" tanya Riski.
"Mobil pribadi" jawab Halim.
"Tapi kalau Riski nyetir belum terlalu tau jalanan dari Yogyakarta ke Bandung pa" ucap Riski.
"Nanti akan ada supir kok" jawab Halim.
"Baik pa" jawab Riski.
"Aduh, kenapa keluarga ini gak kayak keluargaku ya, terlalu serius ngomongnya aku jadi grogi, kalau di rumah kan sering bercanda" pikir Alya.
.
.
__ADS_1
.
.