Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Pengorbanan Clara


__ADS_3

Dan dorrrr........


Riski memejamkan matanya dan setelah beberapa detik Riski baru mengetahui ternyata peluru itu tidak mengenai tubuhnya.


Riski menoleh dan melihat Zein menghalangi tubuh Riski. Zein masih memejamkan matanya, Riski melihat orang yang menghalangi tubuh Zein dan ternyata itu adalah Clara.


Peluru yang ditembakkan Fani berhasil mengenai punggung Clara dan Clara langsung jatuh ke lantai.


Zein membuka membuka matanya dan menyadari bahwa dirinya tidak terluka lalu ikut menoleh seperti yang dilakukan Riski dan ternyata seorang perempuan sudah jatuh di lantai dengan bercucuran darah dibelakang Zein.


Riski, Zein, Amel dan juga Adit langsung menghampiri Clara dan mencoba menyadarkan Clara yang sudah tidak sadarkan diri.


Beberapa menit kemudian ambulan datang dan mereka mengangkat tubuh Clara untuk segera dibawa ke rumah sakit.


Riski ikut mengantar Clara ke mobil ambulan sedangkan Amel menghampiri Alya yang masih menutup matanya.


"Kak Alya... " Panggil Amel karena Alya masih tidak membuka matanya.


"Apakah Ri-Riski.... " Alya tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.


"Kak Riski selamat kak" Jawab Amel mampu membuat Alya membuka matanya dengan cepat dan melotot kearah Amel.


"Kak Riski diselamatkan oleh Zein dan... "


"Lalu Zein yang terluka. Kenapa dia melakukan itu hanya untuk aku dan Riski" Potong Alya.


"Tunggu dulu kak, aku belum selesai bicara. Jadi Zein menghalangi tubuh Riski dan Clara berdiri lebih depan dari Zein, bisa dibilang dia melindungi Zein" Jelas Amel.

__ADS_1


"Apa? Clara? Lalu bagaimana keadaannya?" Tanya Alya terkejut dengan penjelasan Amel.


"Dia sudah diantar ke rumah sakit oleh Riski, Adit dan Zein"


"Kenapa aku tidak mengetahui semuanya. Karena aku takut Riski kenapa-napa jadi aku menutup mata. Dan kenapa aku tidak mengetahui semua kejadiannya" Sesal Alya.


"Mungkin karena takut kakak jadi tidak sanggup membuka mata dan membayangkan sesuatu jadi kakak tidak menyadari kejadian aslinya"


"Betul, aku sudah membayangkan yang buruk. Ah betapa bodohnya aku" Sesal Alya lagi.


"Sudahlah ayo Amel bantu buka talinya"


Amel membuka ikatan pada tangan Alya lalu mereka berdua segera pergi dan menyusul ambulan tadi menuju rumah sakit.


Sementara Fani, tidak usah ditanya lagi dia sudah dibawa ke kantor polisi.


Alya terus mondar mandir di depan pintu kamar operasi Clara.


Adit, Amel, Zein dan Riski duduk sambil memohon pertolongan Allah untuk kesembuhan Clara.


Riski melihat Alya mondar mandir merasa risih dan segera menegur Alya.


"Alya kenapa kamu tidak bisa diam begitu. Lebih baik duduk di sini" Tunjuk Riski pada tempat duduk disebelahnya.


Alya duduk di samping Riski.


"Aku takut Clara kenapa-kenapa" Kata Alya penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Tenang saja, serahkan semua kepada Allah" Jawab Riski.


Setelah satu jam kemudian, dokter pun keluar. Semua menghampiri dokter tersebut dan bertanya keadaan Clara.


"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Alya.


"Pelurunya sudah dikeluarkan, untung saja pelurunya tidak mengenai organ dalamnya. Jika posisi pelurunya bergeser setengah senti saja maka akan menembus jantungnya" Jelas dokter tersebut.


"Dia sudah baik-baik saja hanya butuh istirahat untuk siuman" Lanjutnya.


"Baiklah dok apakah kami boleh masuk?" Tanya Riski.


"Boleh tapi harus bergantian satu orang saja yang boleh masuk"


"Baiklah dok terimakasih" Jawab Alya.


Dokter Zira mengangguk lalu pergi.


"Siapa yang mau masuk?" Tanya Alya.


"Biar aku saja, dia sudah menyelamatkan nyawaku. Bagaimanapun juga aku harus berterimakasih padanya" Jawab Zein.


Semua mengangguk, dan Zein hendak membuka ganggang pintu.


"Oh ya, siapa namanya?" Tanya Zein.


"Clara" Jawab Alya.

__ADS_1


Zein mengangguk lalu masuk ke dalam.


__ADS_2