Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Jalan-Jalan


__ADS_3

~mobil Riski~


"kita mau jalan-jalan kemana yang" ucap Alya.


"tumben manggil sayang" bukan menjawab pertanyaan inti malah ngebahas panggilan si Riski.


"gak suka?" tanya Alya.


"suka banget, tapi kamu manggilnya jarang-jarang banget" jawab Riski.


"ya udah mulai sekarang aku panggil sayang tapi kalau banyak orang ngak yah" ucap Alya.


"okedeh, makasih istriku" ucap Riski.


"iya suammmmmikuuuuuu" Alya berkata manja sambil mencubit perut Riski.


"aduh sakit sayang, aku gak fokus nyetir" ucap Riski.


"maaf" jawab Alya.


Setelah beberapa menit....


Mobil Riski pun terparkir di pinggir jalan.


"kok berhenti?" tanya Alya.


"iya kita mau main disini" jawab Riski.


"liat tuh tamannya" menunjuk taman warna-warni.


"wah, bagus banget" jawab Alya berdecak kagum.


Mereka pun turun dari mobil dan menghampiri taman tersebut.


"wah di sini segar udaranya" duduk di rerumputan dan di atasnya pohon besar.


"iya aku suka ke sini kalau lagi ada masalah, pikiran jadi lebih tenang" ucap Riski.


"betul" jawab Alya dan tiduran di rumput.


"Alya jangan tiduran di situ, nanti seragamnya kotor" ucap Riski.

__ADS_1


"gak papa, besok udah ganti seragam" ucap Alya memejamkan matanya mencoba untuk lebih menikmati udara segar di taman tersebut.


"ya sudah" ikut tiduran di rumput.


Alya membuka matanya dan melirik Riski di sebelahnya yang memejamkan mata.


"ngapain ikutan?" tanya Alya.


"terserah aku dong, ini juga taman aku" jawab Riski tanpa membuka bola matanya.


"hah?tamanmu?" Alya kaget.


Riski membuka matanya dan berkata "iya Alya, ini tamanku yang dibuatkan mamaku mulai dari aku kecil"


"ooh, mangkanya disini gak ada pengunjung lain" jawab Alya.


"iya karena ini tamanku" ucap Riski dengan sombongnya.


"sombong" ledek Alya.


Riski tidak memperdulikan perkataan Alya dan memejamkan matanya kembali.


Alya mengambil botol air minumnya yang tersisa sedikit, lalu langsung menyiram pada wajah Riski.


Riski yang kala itu sedang menikmati udara tiba-tiba merasakan ada air membasahi wajahnya.


"hujan......hujan...." Riski langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berdiri lalu mengusap wajahnya yang basah.


Sedangkan Alya memegang botolnya dan masih duduk di bawah memandangi Riski.


"ahahahhaaha" Alya tertawa.


"apa kau yang menyiramku?" tanya Riski.


"iya" tertawa lagi.


"kenapa kau melakukannya?" tanya Riski lagi.


"maafkan aku, aku hanya iseng karena kamu cuekin jadi aku kerjain kamu aja" kembali tertawa.


"mana ada cobak hujan tapi yang basah cuma mukanya dan badannya kering sempurna, ahahahha" ucap Alya.

__ADS_1


Riski mengambil jaket di mobil lalu pergi ke tempat Alya lagi.


Riski pergi tanpa kata apapun pada Alya.


Alya langsung bangun dan mengejar Riski.


"tunggu.....maafkan aku....." berteriak sambil berlari menyusul.


Saat Alya tengah berlari kencang, Riski berhenti mendadak yang membuat Alya tertabrak dan kepalanya sakit.


"aduhhh" memegang kepalanya.


"kalau mau berhenti bilang-bilang" tambah Alya dan Riski tidak menjawab memilih pergi kembali.


Alya pun mengejar kembali dan mendahului langkah Riski.


"ayolah aku minta maaf, apapun permintaanmu aku akan kabulkan" ucap Alya.


"hmmm baiklah" menunduk sedikit dan menunjuk pipi kanannya.


cup....


Menunjuk pipi kirinya.


cup.....


Dan Riski pun kembali tersenyum.


"huh untung saja marahnya gak lama" batin Alya.


"ya sudah ayo kita jalan-jalan melihat bunga di sini" ucap Riski.


"ayo" jawab Alya.


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak yah

__ADS_1


__ADS_2