Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Suasana Baru (2)


__ADS_3

"Alya pergi ke kamar dulu ya ma" pinta Alya.


"Kok buru-buru sih Alya?" Tanya Ani.


"Bukan gitu ma, biasanya jam segini Alya udah di kamar buat siap-siap tidur" jelas Alya.


"Oh ya sudah" jawab Ani.


Alya pun segera pergi setelah mendapat izin dari Ani, sebenarnya bukan karena ngantuk tapi Alya ingin segera pergi dari hadapan mereka semua dan pergi beristirahat.


Setelah sampai, Alya segera merebahkan diri di ranjang. 


Alya menarik selimutnya dan mulai menutup matanya, tidak butuh lama untuk Alya terlelap, meskipun tempat ini baru untuk Alya namun Alya sudah betah saja untuk tinggal di sini, mungkin karena kecapean jadi Alya mudah terlelap tidur.


Di ruang kekuarga,


"Riski, sana naik trus tidur besok kalian akan pergi ke Bandung harus banyak istirahat" jelas Ani.


"Mama sama papa kapan ke Bandungnya?" Tanya Riski.


"Mungkin dua sampai tiga hari lagi bareng sama keluarga Alya" jawab Ani.


"Kenapa Riski gak boleh bareng sama mama?" Tanya Riski lagi.


"Sudahlah kalian harus adaptasi di rumah baru yang papa beli, besok kamu langsung ke sana ya" jawab Ani.


"Ya sudah ma, Riski pamit ke kamar dulu" ucap Riski dan meninggalkan orang tuanya di ruang keluarga.


Riski berjalan menuju kamar.


Ceklek..


Pintu terbuka dan Riski segera masuk ke dalam, ia mendapati Alya yang sudah terlelap di ranjang.


Riski mendekati Alya dan mengecek apakah Alya benar-benar terlelap atau tidak, dan hasilnya sudah pasti Alya memang sudah terlelap ke alam mimpinya.

__ADS_1


"Ternyata dia sudah tidur, pasti kecapean" batin Riski.


Riski ikut merebahkan diri di samping Alya.


Di tengah-tengah antara keduanya sudah terdapat pembatas yaitu guling yang sudah Alya siapkan dari sebelum tidur, melihat itu Riski mengerti bahwa guling tersebut adalah sebagai membatas.   


Akhirnya Riski ikut terlelap menuju alam mimpinya.


Keesokan harinya,Alya terbangun dari tidurnya, Alya mencoba mengembalikan kesadarannya.


Alya segera duduk dan melihat sekitar.


"Aku dimana? Ini kan bukan rumahku" batin Alya.


Alya melirik sebelah ranjangnya, dan mendapati Riski sedang tidur pulas.


 Alya langsung mendorong Riski sampai jatuh ke lantai.


"Riski?, kamu ngapain di sini, kamu habis culik aku yah" teriak Alya.


"Kamu kenapa sih, kan kita udah nikah kemarin" jawab Riski dengan suara khas orang bangun tidur.


Alya mengingat-ingat kembali, Alya akhirnya sadar dan merasa bersalah atas kelakuannya.


"Maaf aku lupa" ucap Alya.


"Kamu pelupa banget yahh masak kejadian kemarin aja udah lupa" jawab Riski dengan nada kesal, bagaimana tidak kesal orang tidur di dorong sampai jatuh ke tanah.


"Iya maaf" jawab Alya.


Riski kembali merebahkan dirinya.


"Kamu mandi dulu biar gak lupa lagi" pinta Riski.


"Oke" jawab Alya dan langsung pergi mandi.

__ADS_1


Setelah Alya mandi dan berganti baju, Alya membuka pintu kamar mandi dan mendapati Riski masih tertidur.


"Ris, ayo kamu mandi" ucap Alya mencoba membangunkan Riski namun Riski tidak bergerak satu centi pun dari tempatnya.


"Riski" ucap Alya lagi sambil menggoncang pelan tubuh Riski dan hasilnya cukup bagus akhirnya Riski terbangun.


"Di rumah ada Amel yang susah di bangunin nah di sini dia juga susah di bangunin, kenapa profesi aku jadi tukang bangunin orang kayak mereka sih" batin Alya.


"Sana cepat mandi" pinta Alya.


"Iya, siapin baju ya" jawab Riski.


"Hmm" jawab Alya.


Setelah Riski menghilang di balik pintu, Alya mulai membuka lemari  mencari pakaian untuk Riski.


"Hanya satu pasang, kemana semua pakaian di sini" pikir Alya.


"Hmmm apa mungkin sudah di beresin" pikirnya lagi.


Alya pun mengambil baju itu dan menaruhnya di bibir ranjang.


Alya memakai sedikit perawatannya lalu segera rebahan di ranjang memainkan ponsel.


Beberapa menit kemudian, Riski keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk melilit di perutnya.


Alya yang melihat itu semua menelan salifanya dengan susah, Alya pun langsung memalingkan wajahnya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2