Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Clara


__ADS_3

Setelah sorenya, Riski mengantar Alya sampai di bandara. Alya memeluk Riski dengan eratnya sebelum pulang dan berpisah kembali.


"Sudah-sudah nanti bisa kesini lagi kok" ucap Riski membelai rambut Alya.


"Hmmm" Alya hanya mrngangguk tanpa menjawab. Rasanya mulut Alya sulit untuk mengeluarkan kata-kata.


"Ya sudah, hati-hati. Kalau sudah sampai kabari aku ya" ucap Riski dan Alya kembali mengangguk.


"Ya sudah, aku pulang dulu yah. Kamu jaga kesehatan" ucap Alya sebelum memasuki pesawat.


"Iya, sayang" jawab Riski dan Alya tersenyum mendengarnya.


"Bye sayang" ucap Alya sambil melambaikan tangannya lalu berjalan memasuki pesawat.


"Bye" balas Riski sambil tersenyum.


Setelah malam harinya, Riski sudah mendapat kabar dari Alya kalau Alya sudah sampai.


Riski sedang santai sambil mengirim pesan diponselnya untuk Alya.


Riski : "Alya kamu langsung istirahat biar besok gak ngantuk"


Alya : "Siap"


Tok....tok....tok......


"Siapa sih ganggu aja" batin Riski.


Riski pun segera membuka pintu.

__ADS_1


"Ka-kamu..." ucap Riski.


"Hay kak Riski" sapa Clara sambil tersenyum.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Riski tidak suka.


"Clara cuma mau mampir aja kak, gak boleh apa?" tanya Clara.


"Eh untuk apa?" tanya Riski.


"Aduh Clara kok haus yah, kak Riski gak mau nawarin Clara masuk trus buatin minuman gitu?" tanya Clara.


"Eh ya sudah ayo" jawab Riski pasrah.


Riski langsung pergi ke dapur dan membuat teh untuk Clara dengan malas. Kenapa wanita itu tidak ada capeknya selalu cari kesempatan, itulah yang Riski pikirkan.


"Nih..." ucap Riski memberikan teh pada Clara dan ikut duduk.


"Clara tau kak Riski gak suka sama Clara" ucap Clara memulai bicara setelah meneguk minumannya.


"Itu kamu tau" batin Riski


"Tapi Clara akan tetap berusaha dapetin hati kakak kok. Setelah Clara pikir-pikir sepertinya kak Riski ingin menghindar dari Clara" ucapnya.


"Keras kepala banget, jadi inget Alya dulu" batin Riski.


"Maksudnya?" tanya Riski tidak paham.


"Clara tau kak Riski sengaja nyuruh Alya itu buat pura-pura jadi istri kakak kan biar Clara cemburu, kan?" kata Clara.

__ADS_1


"Nih anak gr banget" batin Riski.


"Ternyata dibalik semua ini kak Riski cuma mau Clara menyerah kan, karena itu kak Riski nyuruh Alya itu" lanjut Clara.


"Alya memang istri kakak, Clara" jelas Riski.


"Ahahha, kakak tidak usah berbohong seperti ini hanya untuk bikin Clara cemburu kak" jawab Clara.


Riski menggaruk keningnya yang tidak gatal.


"Intinya Clara tidak mau menyerah mengejar kakak, meskipun kakak sampek nyuruh orang kayak Alya" ucap Clara lalu berdiri hendak pergi.


"Tapi Clara...." ucap Riski ikut berdiri.


"Tekat Clara sudah bulat kak, Clara akan tetap berusaha untuk kak Riski" jelasnya lalu segera pergi.


"Alya memang istri ku" teriak Riski sebelum Clara membuka ganggang pintu.


Clara tertawa kecil sambil menggeleng lalu membuka pintu dan menghilang dari pandangan Riski.


"cobaan macam apa ini, kenapa anak itu sangat percaya diri dan mengira aku sedang bersandiwara untuknya. Lelucon macam apa ini" batin Riski.


Riski langsung kembali ke kamarnya dengan perasaan frustasi.


"Kenapa bisa seperti ini, berkata jujur pun tetap salah" batin Riski.


Riski tidak habis fikir dengan pola pikiran Clara yang mengira ini semua rencana Riski untuk membuatnya menyerah.


Pada dasarnya ini adalah fakta dan Clara malah mengada-ngada dengan Khayalannya.

__ADS_1


Pikiran Riski tidak tenang, sampai Dia susah tidur. Tapi karena sudah larut malam akhirnya Riski mulai merasa mengantuk dan terlelap tidur.


__ADS_2