
Setelah beberapa bulan kemudian, Alya, Riski dan semua teman seangkatannya sudah dinyatakan lulus.
Alya sudah mendaftarkan diri di kampus pilihan Riski.
Dan hari ini merupakan hari liburan, Alya mulai membuka buku baru yang ia beli untuk persiapan kuliah karena kuliah akan di mulai sekitar 2 minggu lagi.
"Alya, nanti pas kita kuliah kamu jaga diri yah" ucap Riski.
Yah memang, Alya dan Riski rencananya akan kuliah bersama, tapi Tuhan berkehendak lain, Riski di suruh orangtuanya kuliah di luar negeri sedangkan Alya sudah diterima di kampus Bandung.
Jadi mereka akan berpisah.....
Alya menutup bukunya dan menghampiri Riski.
"aku takut gak bisa nahan rindu, bagaimana?" tanya Alya sambil memeluk erat Riski dari arah samping Alya duduk.
"kita pasti bisa melewati ini, aku janji akan pulang jika liburan" jawab Riski membiarkan Alya lebih lama dipelukannya dan tangan Riski membelai rambut Alya.
Mereka akan menghabiskan satu minggu lagi sebelum Riski pergi untuk kuliah di luar negeri.
"yah sudah, nanti di sana kamu jangan lupa nelfon dan jaga diri dari cewek-cewek penggoda" ucap Alya sambil melonggarkan pelukannnya.
__ADS_1
"iya Alya aku janji" jawab Riski.
"kenapa mama sama papa mau kamu kuliah di luar negeri sih dan aku gak boleh ikut" rengek Alya.
"kamu tau kan aku nantinya akan menggantikan pekerjaan papa, dan untuk itu papa minta aku belajar di luar negeri biar fokus dan jika kamu ikut maka bunda akan selalu merindukanmu" jelas Riski.
"hmmm iya sih" Alya menghembuskan kasar nafasnya.
"tapi aku tidak akan baik-baik saja tanpa kamu nantinya" ucap Alya lagi dan kini air mata mulai mengalir di pipinya.
"Alya kamu tidak boleh begini, jika kamu begini aku tidak tenang di sana memikirkan kamu" ucap Riski memegangi kedua pipi Alya dan menghapus air mata Alya.
"baiklah aku akan berusaha kuat, tapi jangan lupa telfonku jangan di tolak sama sekali" ucap Alya lagi.
"iya Alya aku janji" jawab Riski tersenyum tulus.
Mereka berdua pun memutuskan untuk menghabiskan waktu yang tersisa untuk dinikmati bersama sebelum Riski pergi.
"ini pasti ujian dari Tuhan untuk membuat aku dan Riski semakin kuat dan cinta kita akan semakin mengakar karena rindu berat nantinya, ahh aku tidak sanggup membayangkannya" batin Alya.
Alya dan Riski pun mulai sarapan dan beraktivitas seperti biasanya.
__ADS_1
....
satu minggu kemudian.
hari ini adalah hari keberangkatan Riski ke London, saat ini keluarga besar Alya dan Riski sedang mengantar Riski ke bandara.
"Riski.....aku pasti akan merindukanmu, hiks...hiks.." ucap Alya memeluk Riski dengan sangat erat.
"iya Alya, aku janji akan rajin disana dan akan cepat lulus lalu menemuimu" jawab Riski.
"dan jangan lupa kamu tidak boleh melupakanku dan bersenang-senang dengan perempuan lain" ancam Alya.
"iya Alya, aku akan selalu mengingat janji-janji ku padamu" jawab Riski.
"sudahlah Alya tidak usah bersedih, nanti mama akan sering mengajak kamu mengunjungi Riski dan Riski akan menyempatkan waktu pulangnya" ucap Mama Riski.
Alya hanya mengangguk tanpa menjawab karena hatinya kali ini sangat sakit akan berpisah dengan Riski selama beberapa tahun, yah meskipun akan mengunjungi Riski nantinya tapi itu paling hanya satu kali dalam satu tahun, pikiran Alya.
**Selamat hari raya Idul Adha mohon maaf jika ada kesalahan..
Salam dari sekeluarga**...
__ADS_1