Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Kita Impas


__ADS_3

Zein sudah duduk di kursi dekat Clara yang masih terbaring dan belum membuka matanya.


Zein memperhatikan Clara yang sedang tidak berdaya dengan perasaan kasihan.


Tiba-tiba mata Clara membuka dengan pelan dan melirik Zein yang masih duduk tidak sadar bahwa Clara sudah sadar.


"Ka-Kau... " Ucap Clara dengan suara pelan namun Zein tetap mendengarnya.


Zein menoleh karena mendengar suara Clara.


"Kau sudah sadar" Ucap Zein dan Clara mengangguk.


Mereka berdua sama-sama canggung karena mereka juga belum saling mengenal satu sama lain.


Zein maupun Clara bingung akan berbicara apa, yang pasti saat ini diantara keduanya hanya ada kesunyian sampai waktu cukup lama.


"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Zein.


Clara menatap manik mata milik Zein dan tatapan mereka terkunci.


"Apakah kau lupa?, Kau pernah menyelamatkan nyawaku dan hari ini aku sudah membalas hutangku" Jawab Clara.


"Benarkah?" Tanya Zein, sepertinya Zein tidak mengingat kejadian yang Clara maksud.


Clara mengangguk "Dulu kita masih SMA, mungkin kamu sudah melupakan itu"


Zein nampak berpikir.


"Oh iya aku baru ingat, kamu yang waktu itu hampir ketabrak mobil karena ngejar pencuri kan?" Ucap Zein dan Clara mengangguk sambil tersenyum.


"Kau yang menolongku waktu itu"


"Tapi kau juga menolongku saat ini jadi kita impas" Jawab Zein.


"Kenapa kau masih mengingat kejadian itu?" Tanya Zein.

__ADS_1


"Mana mungkin aku lupa, bahkan aku jatuh cinta saat pertama kali melihatmu. Tapi sayangnya kita tidak pernah bertemu setelah itu" Batin Clara.


"Mana mungkin aku lupa terhadap seseorang yang menolong nyawaku. Jika tidak ada orang itu maka aku mungkin sudah mati" Jawab Clara.


"Baiklah kau benar, aku berterimakasih karena kau menyelamatkan aku tadi" Kata Zein.


"Tidak usah berterimakasih, aku juga pernah mendapat bantuanmu. Dan juga aku melakukan ini bukan hanya untukmu tapi juga untuk Alya dan kak Riski" Jawab Clara.


Zein mendengar nama Alya dan Riski tiba-tiba muncul pertanyaan dipikirinnya.


"Apakah Ri-Riski suami Alya?" Tanya Zein, terlihat jelas dari sorot matanya dia sedang tidak baik-baik saja.


"Sepertinya dia suka pada Alya, kau memang wanita baik Alya sampai semua orang didekatmu menyukaimu. Tapi aku juga menyukai orang didepanku ini" Batin Clara.


"Iya" Jawab Clara.


Dari yang Clara liat dari mata Zein, terlihat jelas kekecewaan ada disana.


"Apakah kau suka Alya?" Tanya Clara.


"Kau tidak usah berbohong aku tidak seperti orang lain yang mudah kau bohongi"


"Baiklah aku jujur aku menyukainya sejak pertama kita bertemu, tapi...."


Zein mengambil nafas untuk melanjutkan penjelasannya.


"Tapi... aku baru tau kalau dia punya suami dan jauh lebih baik dariku. Aku rasa akan mudah menerima kenyataan ini karena aku juga tenang Alya mendapat pasangan yang jauh lebih baik dariku. Cinta tidak harus memiliki kan? jika dia merasa bahagia maka aku akan bahagia juga"


"Semoga Tuhan memberi jodoh yang terbaik untuk kamu. Alya bukanlah jodohmu tapi Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untukmu, jika sudah tiba waktunya pasti kau akan bertemu dengan jodohmu" Jawab Clara.


"Aamiin....."


"Oh ya siapa namamu?" Tanya Zein.


"Aku Clara Astiraf"

__ADS_1


"Aku Zein Lucas"


"Kau istirahat dulu, aku akan menemui yang lain. Mungkin Alya atau yang lain akan mengunjungimu setelah ini" Kata Zein.


"Baiklah"


"Ya sudah cepat sembuh ya" Zein berdiri hendak pergi.


"Iya" Jawab Clara dan Zein benar-benar pergi sekarang.


Tidak terasa senyum tertarik dari bibir Clara setelah kepergian Zein.


Alya dan Riski pun masuk setelah bergantian dengan Zein.


"Clara kau baik-baik saja kan? dimana yang sakit? kenapa kau melakukan ini? nanti kau bisa melukai nyawamu sendiri" Ucap Alya setelah masuk.


"Sayang, jangan bertanya terus nanti Clara bisa pusing mendengarnya" Tegur Riski.


"Maafkan aku. Aku hanya khawatir saja" Jawab Alya lalu duduk disebelah ranjang Clara.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Alya memegang tangan Clara.


"Sudah lebih baik, terimakasih sudah menjenguk. Aku jadi lebih baik sekarang"


"Ayolah mana mungkin aku tidak menjenguk sahabatku yang satu ini. Bahkan kau menyelamatkan aku tadi"


"Baiklah kau memang yang terbaik" Jawab Clara sambil tersenyum.


"Ya itu memang benar sekali" Jawab Alya.


Mereka mengobrol sampai beberapa menit dan Riski hanya memperhatikan keduanya sambil tersenyum.


"Semudah itukah kalian menjadi teman yang sangat akrab" Batin Riski.


Alya dan Riski akhirnya pamit keluar karena tidak ingin mengganggu waktu istirahat Clara.

__ADS_1


__ADS_2