
Sesampainya di rumah mereka segera membersihkan diri bergantian dan segera makan siang.
Lalu setelah itu menyantai di kamar sambil memainkan ponsel masing-masing.
"Oh iya aku baru ingat ada pr matematika" ucap Riski.
"Ya udah sana kerjain" jawab Alya.
"Tapi ada soal yang sulit kamu bantu nanti yah" pinta Riski.
"Trus kalau aku bantu aku dapet apa?" Tanya Alya.
"Dapat ciuman dari aku" jawab Riski.
"Cuma itu?ciuman?" Ucap Alya.
"Kamu mau nanti malam" rayu Riski.
"Jangan macam-macam yah, aku be-belum siap tau" jawab Alya.
"Mangkanya jangan minta yang berlebihan dong" jawab Riski.
Alya pun membantu Riski mengerjakan soal yang menurut Riski sulit dan Alya menjelaskan materi tersebut sampai Riski benar-benar paham.
"Makasih sayang" ucap Riski.
"Iya" jawab Alya singkat.
"Mau gak hadiahnya sekarang?" Tanya Riski mulai menggoda Alya.
"Apa?" Tanya balik Alya.
Riski langsung mencium cepat kedua pipi Alya.
Alya kini merasa malu dan menutup wajahnya setelah dicium Riski.
"Kenapa di tutup?" Tanya Riski.
"Gak ah malu" jawab Alya.
"Biarin aku mau lihat wajah merahmu itu" tambah Riski.
"Gak gak" jawab Alya cepat.
Memang ini kali pertama Riski mencium Alya, karena selama menikah ini hanya Alya yang mencium Riski jika Riski terus memaksa.
"Ya udah aku mau jalan-jalan ke sekitar rumah yah" ucap Riski.
__ADS_1
"Sana cepet pergi" ucap Alya tanpa membuka wajahnya.
"Dada sayang" ucap Riski dan Alya tidak menjawab.
Setelah Riski keluar, Alya segera membuka wajahnya dan pergi ke ranjang.
"Huh, untung aja jantungku gak copot tadi" batin Alya.
Alya pun memilih tidur siang dan mulai memejamkan matanya.
Sementara Riski merasa bahagia bisa mencuri ciuman pertama dari Alya.
"Lucunya kamu Al, aku jadi senyum-senyum terus gini" batin Riski.
Satu jam kemudian..
Alya sudah bangun dari tidurnya dan dia segera membersihkan diri lalu sholat ashar.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka.
"Udah bangun, ayo makan kita belum makan loh dari pulang sekolah" ucap Riski.
"Iya bentar" jawab Alya.
Setelah itu mereka menikmati makan bersama.
"boleh, tapi naik apa?" tanya Alya.
"naik sepeda" jawab Riski.
"ide bagus, aku mau boncengan sama kamu yah" ucap Alya.
"iya sayang" jawab Riski.
"di sini udaranya enak banget" ucap Alya sedikit berteriak agar Riski mendengarnya.
"iya seger" jawab Riski tetap fokus menaiki sepedanya.
"kita berhenti di situ dulu yah" ucap Riski menunjuk sebuah taman.
"iya" jawab Alya.
Riski memarkirakan sepedanya dan mereka berdua segera duduk bersama beralaskan rumput.
"Alya, janji yah akan selalu bersama aku" ucap Riski sambil menikmati udara di sana.
__ADS_1
"ya aku janji asalkan kamu juga janji" jawab Alya mengangkat jari kelingkingnya dan Riski membalasnya.
"aku janji tidak akan pernah buat kamu kecewa" ucap Riski merapikan rambut Alya yang berantakan karena angin.
"aku juga" ucap Alya sambil tersenyum.
"dan maafin aku jika dulu sering buat kamu sedih" ucap Riski lagi.
"itu semua tidak masalah, jika aku ada di posisi kamu aku juga akan melakukan hal yang sama kok" jawab Alya.
"makasih istri imutku" ucap Riski mencubit kedua pipi Alya.
"I love you es kutub kesayanganku" jawab Alya.
"apa? es kutub?" tanya Riski.
"iya panggilan kesukaanku" Jawab Alya.
"gak jangan panggil itu, panggil sayang aja" ucap Riski.
"gak mau" jawab Alya.
"ohh udah berani yah" ucap Riski sambil tersenyum sinis.
"serem amat" ucap Alya dan berlari meninggalkan Riski.
"jangan lari" ucap Riski mengejar Alya.
Akhirnya terjadilah permainan kejar-kejaran. wkwkwkw.
"terima kasih ya Allah, semoga kita bisa selalu bersama dan saling menyayangi" batin Alya.
.
.
.
.
"**tolong di like dan vote yah kawan, jangan cuma read aja, biar karya ini bisa masuk peringkat"...
tolong di like yah dan vote nya....
jika mau karya ini lebih banyak penggemarnya lagi....
salam dari Autor**...
__ADS_1