
Setelah Alya selesai sarapan tepat jam 09.00, Alya hendak pergi ke kamar setelah menyelesaikan makannya namun Lusi memanggilnya.
"nona, ada tamu di luar ingin bertemu nona" ucap Lusi sopan.
"siapa?" tanya Alya setelah meletakkan gelasnya.
"saya tidak tau nona, ada dua orang sepertinya mereka sepasang kekasih" jawab Lusi.
"oh ya?, siapa yah sepasang kekasih yang mencariku" ucap Alya berpikir.
"ah baiklah aku akan menemuinya. Ada di mana?" tanya Alya.
"Ada di depan pintu rumah, non" jawab Lusi dan Alya pun berjalan menuju pintu lalu membukanya.
Alya menghambur ke pelukan Rifa karena sudah lama mereka tidak bertemu.
"apa kabarmu?" tanya Alya melonggarkan pelukannya.
"baik, bagaimana denganmu?" tanya balik Rifa.
"ah seperti yang kamu lihat saat ini" jawab Alya sambil tersenyum.
"aku kira kamu baik-baik saja. Oh ya mana suamimu?" tanya Rifa menoleh mencari Riski.
"sudah hampir seminggu Riski ada di London untuk kuliah di sana" jelas Alya.
"oh ya, maafkan aku Alya aku tidak bermaksud membuatmu sedih" kata Rifa menyadari ekspresi wajah Alya berubah.
"tidak masalah" jawab Alya.
__ADS_1
Mereka dari tadi hanya asyik berbicara berdua sampai lupa ada orang yang dari tadi memperhatikan keakraban mereka.
"oh ya aku dengar kata Lusi ada tamu berdua" kata Alya.
"ah iya ini dia" ucap Rifa menarik tangan Aldo agar lebih kedepan karena dari tadi Alya tidak melihatnya.
"namanya ...." ucapan Rifa terpotong karena Alya.
"namanya Aldo kan?" potong Alya.
"kamu kenal Alya?" tanya balik Rifa.
"tentu kenal bahkan sangat kenal. Aldo adalah sepupuku" jelas Alya dan Rifa kaget mendengarnya.
"hah? kenapa kamu tidak ceritakan semuanya dari dulu Alya" ucap Rifa sedikit berteriak.
"kamu kan tidak bertanya dari awal" jawab Alya dengan entengnya.
"baik Alya, kamu apa kabar?" tanya balik Aldo.
"baik" jawab Alya.
"apakah kamu sudah menikah ya Alya?kenapa tidak mengundangku? " tanya Aldo.
"maaf Aldo, pernikahan itu mendadak dan yang datang hanya keluarga yang ada Yogya" jelas Alya.
"ah baiklah, jangan lupa pertemukan aku dengannya yah" kata Aldo.
"tentu, baiklah jangan mengobrol di sini aku sangat capek berdiri terus, ayo masuk" kata Alya mempersilahkan masuk pada Rifa dan Aldo.
__ADS_1
Mereka duduk di sofa ruang tamu sambil mengobrol bersama dan tidak lupa Alya membuatkan minuman untuk mereka.
"kalian pacaran yah?" tanya Alya tiba-tiba, Rifa dan Aldo sama-sama menoleh satu sama lain.
"kita sudah tunangan" jawab Rifa dan memperlihatkan cincin tunangannya.
"oh ya?" tanya Alya lagi.
"hmmm" jawab Rifa mengangguk.
"mau dong denger ceritanya" ucap Alya.
"cerita apaan?" jawab Rifa.
"cerita tentang ..." Alya tidak melanjutkan kalimatnya dan memberi isyarat dengan tangannya di bentukkan membentuk hati.
"ah itu baiklah dengarkan dengan baik. Aku pertama kali bertemu dengan Aldo pas pulang sekolah gak sengaja hampir nabrak dia dan aku takut banget tau ngak sih sama dia, serem tau ekspresi dinginnya. Setelah berbulan-bulan orangtuaku dengan sengajanya menjodohkan aku tanpa persetujuanku nah jadinya aku kabur ke Jakarta rumah nenek" jelas Rifa lalu mengambil napas untuk melanjutkan penjelasannya, sementara Alya tetap fokus tanpa bicara.
"nah setelah aku kabur aku lupa ternyata aku tetap membawa ponselku dan orangtuaku berhasil melacaknya. Pas pertama kali pertemuan keluarga, aku baru sadar kalau dia orang yang pernah ngancem aku, dan aku ingat aku punya janji sama dia kalau suatu hari nanti aku bakalan turuti permintaannya, dan akhirnya aku terima perjodohan ini" jelas Rifa.
"udah jangan panjang-panjang malu ah" kata Aldo.
"heheh iya" jawab Rifa.
"ahahah jadi kalian korban perjodohan berencana juga" kata Alya.
"ahahah iya sama kek kamu kan" jawab Rifa cengengesan.
"iya hampir" jawab Alya dan mereka pun melanjutkan mengobrolnya sampai siang harinya Rifa dan Aldo pun berpamitan pulang.
__ADS_1
Sekedar info visual Riki Autor udah tambahkan di episode visual bab 29 sok di cek yah readers