
Riski sudah sampai di rumah tepat jam 14.00
Riski tampak tersenyum selama berjalan menuju kamarnya.
Riski membuka pintu kamar dan tidak ada orang di sana.
"Kemana Alya"
Riski terus mencari ke berbagai ruangan namun Alya tetap tidak ada.
"Di mana Alya?" Tanya Riski pada pelayan.
"Nona Alya belum pulang dari pagi Tuan" Jawab pelayan tersebut.
"Ada apa ini Lisa" Ucap Lusi menghampiri pelayan Lisa yang bersama Tuannya.
"Apakah Nona sudah pulang?" Tanya Lisa pada Lusi.
"Maaf Tuan saya tidak melihat Nona sejak berangkat ke kampusnya" Ucap Lusi sopan.
"Baiklah, lalu siapa yang menjemputnya?" Tanya Riski.
"Deon Tuan" Jawab Lusi.
Riski langsung menghubungi Deon.
"Halo, dimana kau?" Tanya Riski.
"Saya ada di jalan Tuan, ban mobil kempes dan ini saya baru kedatangan orang bengkel" Jawab Deon dari seberang.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Istriku? apa kau membiarkan dia pulang sendiri?" Tanya Riski menaikkan nada bicaranya.
"Mohon maaf Tuan, Nona yang bilang ingin pulang tadi. Dan biasanya Nona sudah ada dirumah jam segini" Jawab Leon.
"Aku di rumah dan Alya belum ada di sini" Jawab Riski.
"Apa Tuan? Tuan ada di rumah dan Nona belum datang?" Tanya Deon kaget.
"Iya" Jawab Riski singkat.
"Tapi Nona pulang sekitar dua jam yang lalu, tidak mungkin masih ada di sekolah Tuan. Maafkan saya ini semua salah saya Tuan"
"Sudahlah tidak apa, aku akan segera ke kampus untuk mencarinya" Jawab Riski lalu mematikan sambungan telfonnya.
"Knapa aku bisa lalai begini, kalau Nona kenapa-napa aku bisa di pecat" Batin Deon.
Riski mencari berkali-kali di trotoar kampus namun tidak ada. Lalu Riski mencari ke dalam kampus namun tetap tidak ada orang sama sekali.
Riski merasa bingung harus mencari kemana lagi.
"Alya kamu dimana sayang" Ucap Riski mengacak-ngacak rambutnya.
Riski langsung masuk kembali ke mobilnya dan pergi ke rumah sahabatnya.
"Hay Riski" Sapa sahabat Riski bernama Ken.
"Ken aku membutuhkan bantuanmu" Ucap Riski.
"Ada apa ini kenapa kau kacau begini" Ken melihat dari atas sampai bawah penampilan Riski.
__ADS_1
"Sepertinya kau baru pulang dari luar negeri dan belum sempat ganti baju. Ayolah apakah kau sebegitu rindunya padaku sampai terburu-buru begini" Ucap Ken menepuk bahu Riski.
"Ayolah ini bukan waktunya bercanda" Jawab Riski kesal.
"Baiklah sepertinya kau sangat membutuhkan bantuanku, ayo masuk dulu" Ken dan Riski masuk ke rumah Ken dan Riski menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Ken adalah kakak kelas Riski dari Yogyakarta yang kebetulan juga pindah ke Bandung dan dia juga sudah bekerja.
"Baiklah aku akan melacaknya" Jawab Ken.
"Terimakasih banyak, tolong secepatnya ya"
"hmmm baiklah aku usahakan. Lebih baik sekarang kamu mandi terlebih dahulu" Kata Ken.
"Baiklah" Riski pun segera mandi di rumah Ken.
Ken dan Riski sangat dekat dari dulu, mereka sangat akrab dan sudah sering saling menginap dirumah salah satunya.
"Bagaimana?" Tanya Riski setelah keluar dari kamar mandi.
"Aku berhasil menemukan lokasinya" Jawab Ken memperlihatkan labtopnya.
"Ini di gudang dekat hutan yang sudah lama tidak dipakai" Lanjut Ken.
"Apakah dia di culik?" Tanya Riski.
"Itu yang paling mungkin, ayo kita segera kesana, jangan lupa bawa pengawal. Aku yakin kita sangat membutuhkan mereka" Kata Ken.
"Baiklah, ayo" Ajak Riski.
__ADS_1