
Setelah Amel selesai membantu pak Ujang, ia segera duduk di sebelah Alya.
"eh Riski..." ucap Amel pura-pura kaget melihat Riski.
Sebenarnya Amel sudah mengetahui sampai akar-akarnya rencana ini😀 .
"hay" sapa Riski pada Amel.
Amel hanya tersenyum pada Riski sebagai jawaban.
"pinter juga nih anak suruh ekting" batin Riski.
"pura-pura dulu deh sambil mengasa bakat terpendam" batin Amel.
Alya hanya diam mendengar perbincangan keduanya, ia sangat kesal
saat ini dan memilih untuk diam.
Setelah beberapa menit perjalanan, Alya dan Amel pun terlelap tidur dengan posisi duduknya.
Sementara Riski sibuk mengotak-atik ponselnya.
Riski tidak sengaja melihat ke arah Alya dan mendapati Alya kini tengah tidur pulas, Riski tersenyum sendiri melihat Alya yang kini terlihat polos.
Riski segera mengalihkan pandangan ketika merasa Alya sudah hendak membuka matanya.
Alya terbangun dan melihat sekitar, ternyata Amel masih tertidur pulas, Alya tidak tega membangunkan Amel karena sepertinya Amel kecapean.
"ukkhum" suara Alya seperti membatuk.
"kenapa?" tanya Riski.
"gak usah sok peduli deh" jawab Alya.
__ADS_1
"terserah" jawab Riski singkat.
"iya deh maaf, gue kan cuma bercanda" jelas Alya.
"hem" jawab Riski mengiakan.
"eh boleh nanya gak?" tanya Alya.
"nanya apaan?" jawab Riski.
"gimana jawabannya?" tanya Alya.
Riski langsung membalikkan badan menghadap kebelakang dan menatap Alya dengan tajamnya.
"Al, kenapa sih loe ngejar gue sampek merendahkan harga diri loe sih" ucap Riski.
"jangan-jangan loe sebelum suka sama gue juga gini yahh" tambahnya.
"loe salah Ris, asal loe tau gue kayak gini cuma sama loe, gue gak pernah memohon ke yang lain" jawab Alya.
"atas dasar apa sih loe nolak gue mentah-mentah" tanya Alya.
"loe itu terlalu murahan Al, sampai mengharap cinta dari gue, loe sampek ngemis-ngemis gini" jelas Riski.
Setelah Alya mendengar perkataan Riski, Alya merasa sakit hati dan sangat kecewa.
"apakah loe kira gue serendah itu Ris, apakah di mata loe gue sangat menjijikkan" batin Alya.
Riski tetap mematung menatap Alya yang kini sepertinya sedang kecewa, Riski tidak sengaja melihat air mata meneter di pipi Alya.
"gue gak maksud nyakitin loe Al, gue kira loe harus banyak belajar supaya loe gak merendahkan harga diri di depan gue" jelas Riski.
"gue ngerti" jawab Alya.
__ADS_1
"baguslah" jawab Riski dan mengalihkan pandangannya ke depan lagi.
Sebenarnya untuk mengucapkan kata-kata itu sangat sulit untuk Riski, hatinya sangat sakit ketika melihat Alya menangis seperti tadi, tapi setidaknya perkataan yang ia katakan ada benarnya.
Alya merenungkan ucapan Riski yang ada benarnya, ia bertekad akan berubah mulai saat ini.
"Ris.." panggil Alya.
"iya kenapa?" tanya Riski.
"gue akan berubah mulai sekarang" tutur Alya.
"baguslah Alya" jawab Riski dan menghadap kebelakang kembali.
"tapi ingat satu hal, jangan berubah karena aku" tambah Riski.
"aku ingin berubah karena kesalahanku bukan karenamu" jawab Alya.
"baiklah" jawab Riski.
Setelah kejadian itu, Alya kembali terlelap tidur dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan.
Riski merasa lega, akhirnya Alya mengerti apa yang ia katakan, meskipun dia menyakiti hati Alya tapi setidaknya memberikan pencerahan pada Alya.
"Al, loe gak usah ngejar gue, gue juga bakal cinta sama loe dan pasti kita akan bersama nantinya tanpa loe mohon-mohon setengah mati"
.
.
jangan lupa like dan vote karya ini yahh.
selamat membaca.
__ADS_1
salam dari Autor..