Alya Dan Riski

Alya Dan Riski
Pujaan Hati


__ADS_3

Riski akhirnya sampai di London, ia tinggal di sebuah apartemen milik keluarganya yang memang ada disana.


Riski membereskan pakaian dari kopernya lalu mengambil ponsel yang mulai tadi ia nonaktifkan.


Riski mengaktifkan ponselnya lalu merebahkan diri di ranjang. Setelah ponselnya aktif Riski melihat jam di ponselnya menunjukan pukul 22.00 waktu London.


"pasti di sana sudah subuh, aku sampai lupa mengirim pesan pada Alya, mungkin Alya menunggu kabar dari ku semalam" batin Riski.


Ya, perbedaan waktu di London dan Indonesia adalah 6 jam, jadi di Indonesia sekarang sudah menjelang pagi, tepatnya pukul 04.00.


Riski pun mengirim sebuah pesan pada Alya.


Riski : "aku sudah sampai, maaf jika baru memberi kabar. Disini sudah larut aku akan istirahat dulu, besok aku telfon💖"


Mungkin karena lelah, Riski sudah terlelap tidur setelah sempat cuci muka.


.......


Amel terbangun kala mendengar suara adzan berkumandang, ya memang rumah Riski sangat dekat dengan masjid komleknya, jadi suara adzan cukup keras.


Amel mengucek matanya dan menggeliat lalu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.


"kak, bangun ayo sholat subuh" ucap Amel membangunkan Alya.


Alya terbangun dengan cepat, yah Alya kan orang yang disiplin jadi dia akan cepat bangun.


"ah Amel, baiklah kakak akan mengambil whudu' dulu kamu tunggu di sana" ucap Alya menunjuk tempat sholat di kamarnya pada Amel lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah itu mereka sholat berjamaah dan berdoa masing-masing, dan tak lupa bersalaman.


"kamu tumben bangun cepet?" tanya Alya, Alya yang tau Amel susah di bangunkan untuk sholat dan hari ini malah Alya yang dibangunkan.


"itu kan dulu kak aku suka telat, tapi sekarang aku sudah memperbaiki diri" jawab Amel.


"sepertinya kamu sudah lebih memperdalam agama yah?" tanya Alya lagi, semenjak menikah dengan Riski, Alya jadi tidak tau apa saja kegiatan Amel yang mungkin ada yang berubah seperti bangun pagi.

__ADS_1


"iya kak, Amel ingin lebih memperdalam agama sebelum menikah nanti" jawab Amel lagi.


"baguslah, kamu memang anak yang baik kakak salut sama kamu" ucap Alya lalu mereka berpelukan.


"aku hanya mencontohnya dari kakak" jawab Amel di sela pelukannya.


Setelah hari mulai semakin siang, Alya dan Amel sudah mandi secara bergantian lalu membaringkan diri diranjang menunggu jam makan.


Alya membuka ponselnya dan membaca pesan Riski lalu tersenyum.


Alya : " baiklah jangan lupa telfonnya aku sudah rindu😚😘"


"kenapa senyum-senyum?" tanya Amel.


"gak ada, ini cuma baca pesan dari pujaan hati" jawab Alya sambil cengengesan.


"cie.... cie...., udah kuduga pasti dari kak Riski kan?, siapa lagi cobak" kata Amel.


"heheh iya Mel" jawab Alya lalu meletakkan ponselnya.


"ayuk kak aku mau banget" jawab Amel bersemangat. Amel akan berusaha membuat Alya selalu tersenyum dan mengurangi kesedihannya.


Akhirnya Alya meminta para pelayan untuk istirahat karena sarapan pagi ini Alya dan Amel yang akan masak.


Sempat ada penolakan dari para pelayan, namun bukan Alya namanya jika tidak mendapati keinginannya. Alya mencoba memaksa sampai akhirnya para pelayan mau menerima permintaan Alya.


"ayo Mel, kita masak" ucap Alya bersemangat.


"ayo kak, Amel sudah tidak sabar" jawab Amel lalu mereka segera menyiapkan bahan-bahan lalu memulai acara masak-masak.


"kalau ada Rifa pasti lebih seru kan kak" ucap Amel sambil memasak.


"eh iya, kakak kangen sama Rifa, kenapa tidak di telfon aja" usul Alya.


"aku denger-denger Rifa udah pindah ke Jakarta untuk kuliah di sana sama tunangannya" jelas Amel.

__ADS_1


"oh ya? bahkan aku belum memberi kata selamat tinggal" kata Alya dengan nada sedih.


"tenang saja, Rifa akan segera kembali setelah kuliahnya selesai" jawab Amel.


"hmmm baiklah, bagaimana jika video call saja, kakak kangen banget Mel" usul Alya.


"boleh" jawab Amel lalu menghubungi Rifa.


Setelah tersambung...


"hay Rifa" sapa Alya dan Amel sambil melambaikan tangan.


"hay juga, aku sangat merindukan kalian berdua, sahabat terbaikku" jawab Rifa dari seberang.


"kami juga merindukanmu Rifa, tapi mau bagaimana lagi" jawab Alya.


"iya, semoga kita cepat ketemu lagi. kalau boleh tau kalian lagi apa?" tanya Rifa.


"lagi masak, kalau gak ada kamu gak seru" jawab Amel memanyunkan bibirnya.


"ini kan udah ada aku sayang" jawab Rifa manja.


"bisa aja, nanti tunangannya cemburu loh sama aku karena kamu lebih sayang sama aku" jawab Amel dan mereka bertiga tertawa.


"kita hubungi kamu karena sepi di sini, kalau gak ada kamu gak asyik" kata Alya.


"ih kalian bikin aku pengen kesana deh" jawab Rifa.


"heheheh" mereka kembali tertawa.


Setelah masakan selesai, Alya menyusun di meja bersama Amel dan tidak mematikan video call Rifa sampai mereka selesai makan lalu telfon terputus.


"kenapa Mel?" tanya Alya karena telfon tiba-tiba mati.


"hehehe pulsa abis kak" jawab Amel dan Alya tertawa.

__ADS_1


Mereka pun kembali melanjutkan aktivitasnya sampai siang harinya Alya mendapat telfon dari Riski.


__ADS_2