
Setelah semua persiapan selesai, tak terasa hari pun mulai sore.
"Alya segera mandi dan bersiap-siap" ucap nenek Ina.
"Baik nek" jawab Alya dan langsung pergi ke kamarnya lalu bersiap-siap.
"Kenapa hari berlalu sangat cepat" batin Alya.
Setelah semua anggota keluarga siap, acara pun segera di mulai tapi hanya keluarga besar saja yang datang dan ada juga yang tidak datang karena alasan rumah mereka sangat jauh.
"Baik apakah semua siap?" Tanya nenek Ina.
"Iya nyonya" jawab para pelayan dengan kompak.
Alya pergi menuju kamar Amel, karena pintunya tidak terkunci Alya pun langsung masuk ke dalam.
Dan apa yang Alya temukan?, Amel sedang tidur dengan sangat nyenyak.
Alya mencoba membangunkan Amel berkali-kali namun tetap saja Amel enggan bangun.
"Ada apa ini, kenapa tokoh utamanya malah tidur pulas, padahal tadi pagi sudah telat bangun dan sekarang tidur lagi" gerutu Alya dalam hati.
Alya pun mencoba mengguncang tubuh Amel dan Amel hanya menggeliat sedikit.
"Amel, segera bangun hari sudah semakin sore" pinta Alya.
Amel mulai membuka matanya perlahan dan mendapati Alya tengah berada di depannya.
"Kakak" panggil Amel.
"Untunglah kau sudah bangun, ayo cepat mandi acara sudah hampir mulai" pinta Alya.
"Aku sangat lelah kak, aku ingin tidur" jawab Amel.
"Ayo cepat mandi Amel jangan seperti anak kecil" ucap Alya sambil menarik tangan Amel karena Amel hendak tidur kembali, Alya segera menghalangnya dan menarik-narik tangan Amel menuju kamar mandi.
"Sana mandi" ucap Alya mendorong Amel masuk ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi tersebut.
__ADS_1
Alya pun turun menemui neneknya dan di sana juga ada orang tua Alya dan kakak Alya beserta istri dan anaknya.
Alya langsung memeluk kedua orang tuanya lalu bersalaman, dan memeluk Rian dengan sangat erat.
"Aku kangen sama kakak" ucap Alya.
"Iya iya" jawab Rian sambil mengeratkan pelukan adik kesayangannya.
Setelah puas berpelukan, Alya pun melepaskannya dan menghampiri kakak iparnya juga keponakannya.
"Hay Meli" sapa Alya.
"Hay kak cantik" jawab Meli dengan suara khas anak kecil.
"Alya" panggil nenek Ina.
"Iya nek" jawab Alya.
"Pakai baju ini" ucap nenek Ina memberikan sebuah baju pada Alya.
"Baju apa ini nek?" Tanya Alya setelah menerimanya.
Dengan ragu, Alya kembali ke kamarnya dan segera mengganti bajunya, terasa aneh karena menurut Alya bajunya terlalu formal.
Setelah berganti baju Alya kembali ke kamar Amel, karena lama sekali sejak tadi Amel tidak keluar kamar.
"Mel" panggil Alya sambil mengetok pintu kamar mandi Amel.
"Apasih"jawab Amel dari dalam.
"Lama banget mandinya, semua orang udah siap dan juga ayah bunda" jelas Alya.
"Amel lagi pengen berendam kak" jawab Amel dari dalam.
"Kamu bercanda ya Mel, ayo cepetan jangan kayak anak kecil dong" Alya mulai menaikkan nada suaranya.
"Duh berisik banget deh, lagian bukan Amel yang mau tunangan tapi kakak" jawab Amel lagi dari dalam.
__ADS_1
Mendengar itu Alya sangat terkejut.
"Maksudnya apaan sih Mel" tanya Alya lagi namun tak kunjung mendapat jawaban sampai pintu kamar mandi itu terbuka.
Amel pun keluar dari kamar mandi, dan tanpa Ampun Alya mengajukan pertanyaan pada Amel.
"Kak, ini adalah acara kakak, kenapa Amel yang harus buru-buru" dari sekian pertanyaan Alya, Amel hanya menjawab sesingkat ini.
"Maksudnya?" Tanya Alya.
"Udahlah kak cobak tanya ke nenek atau bunda atau ayah, Amel mau ganti baju dulu" jawab Amel.
Dengan terburu-buru Alya menemui tempat orang tuanya tadi karena Alya bingung dengan jawaban Amel.
"Nek, maksud kata-kata Amel apa?" Tanya Alya setelah sampai.
"Kata-kata apa Alya?" Tanya nenek Ina.
"Tentang pertunangan ini" jawab Alya.
"Oh itu, iya itu semua benar" jawab nenek Ina.
Alya sangat terkejut mendengarnya, kenapa bisa begini apa ini mimpi, hanya itu yang bisa Alya pikirkan.
Alya masih sibuk dengan pikirannya sendiri sampai ada pelayan datang mengatakan bahwa keluarga Riski sudah sampai.
Semua anggota keluarga beranjak menemui keluarga Riski, sampai tersisa Alya dan Mawar.
Sebelum Mawar ikut pergi menemui Riski, Alya memegang tangannya.
.
.
.
.
__ADS_1
pada penasaran gak.....hehehe😊