Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Antara Cinta dan Kepastian


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼🌼


Sebelum menggantungkan cita-cita ke langit tinggi, Hendaklah kau tanam perasaanmu terlebih dahulu ke dasar bumi, Agar jumawa dan kesombongan itu tidak menyatu ke dalam diri.


🌼🌼🌼🌼🌼


Puspita duduk menanti Ikbal yang tak kunjung datang, malam minggu rencana untuk jalan yang sudah di rencanakan.


" Kemana sih dia? " Puspita mencoba menghubungi ponselnya namun tak juga di jawab.


Puspita mencoba lagi, dengan meng chat dan menghubungi nya lagi.


" Apa sedang Patroli malam, tapi malam ini lepas."


Akhir nya Puspita memutuskan untuk berangkat menggunakan motornya, menuju tempat biasa yang dirinya singgahi, namun sebelum nya dirinya mampir ke kost an Ikbal.


" Lampu mati, kemana ya? " Puspita mencoba mengetuk pintu namun tak ada jawaban.


" Kemana sih? "


****


Dalam perjalanan, Puspita melihat Mamah nya dengan suami baru nya dan anak hasil dari pernikahan dengan suami yang sekarang. Senyum Puspita yang penuh arti dalam keharmonisan suatu keluarga, dan kasih sayang yang lengkap tak pernah dirinya rasakan selama ini.


" Mah, Pah." Sapa Puspita sambil mencium punggung tangan mereka.


" Eh Puspita, sama siapa? " Tanya Pak Muji Papah tiri Puspita.


" Sendirian, biasa nya nanti juga teman - teman suka nongkrong disini." Jawab Puspita.


" Pacar kamu mana? " Tanya Ibu Lia.


" Belum datang Mah, lagi di jalan." Jawab Puspita bohong.


" Puspita ini buat jajan kamu." Pak Muji menyodorkan beberapa uang lembaran merah.


" Terima kasih Pah. " Ucap Puspita sambil menerima lembaran merah tersebut.


" Papah kamu pernah nggak kasih uang Segitu, yang ada hutang menumpuk sana sini. " Ucap Ibu Lia.


" Puspita nggak minta uang banyak, Puspita hanya ingin kasih sayang yang tulus dari kalian berdua. Kasih sayang yang sebenarnya seperti kasih sayang kalian pada anak kalian."


Puspita Menaruh kembali uang yang di berikan Pak Muji dan lebih memilih untuk pergi, meninggalkan mereka.


" Kamu kenapa sih bicara seperti itu? " Ucap Pak Muji.


" Sudahlah Mas, memang kenyataan nya begitu."


*****


Puspita menyedot minumannya sambil memakan cemilan yang dia pesan, sambil sesekali memantau ponselnya namun tak pesan masuk. Dan para sahabat nya pun tak bisa datang, karena mempunyai urusan sendiri.


" Bete banget." Ucap Kesal Puspita.


" Boleh duduk."


Puspita menoleh ke arah pria yang duduk di samping nya, dan ternyata Heru.


" Kakak sama siapa? "


" Sendirian, kamu sendirian? "


" Iya, bete di rumah malam minggu kelabu."

__ADS_1


" Pacar kamu kemana? "


" Tahu kemana."


" Yaudah malam mingguan nya sama Kakak saja."


******


" Tadi malam kemana? "


" Tadi malam maaf, Aa pulang."


" Ya Allah A, kenapa nggak bilang. Saya nungguin tahu." Ucap Puspita kesal.


" Maaf, pulang nya mendadak. Terus waktu itu ponsel nggak tahu kemana, ini makan nya pulang dari sana langsung kesini."


" Bete banget plus kesal."


" Maaf, nggak lagi - lagi. Misal pulang lagi, nanti Aa kasih tahu."


" Benar ya, jangan di ulangi lagi. "


" Janji." Ucap Ikbal yang langsung menarik tubuh Puspita lebih dekat dengan nya.


******


" Heru, kamu bagaimana hubungan kamu dengan Puspita? " Tanya Ibu Imah.


" Baik, memang kenapa? "


" Katanya Ibu sama Ayah silahturahmi sama kedua orang tua nya, kapan jadi nya? "


" Nanti saja Ya bu, misal jodoh Heru bukan Puspita nggak apa - apa kan Bu? "


" Mungkin belum jodoh."


" Padahal Ibu sama Ayah sudah cocok sama Puspita, walau baru bertemu sekali."


" Maaf kan Heru Bu, semuanya gara - gara Heru. "


******


Rena menyediakan sarapan untuk Galih, dan Galih pun memakan nya. Senyum mengembang Rena, melihat Galih memakan masakan nya sangat bahagia.


" Enak Mas? "


" Enak."


" Alhamdulilah, ini kesukaan kamu loh. "


" Kok Saya nggak tahu ya? "


" Jelas nggak tahu, kamu kan tidak ingat apa - apa. Mas nanti kita Cek kandungan anak kita ya? "


" Hemm." Ucap Galih singkat lalu mengeluarkan ATM miliknya dan menyerahkan pada Rena.


" Ambil semua untuk kamu, jadi sudah kewajiban Saya menafkahi kamu."


" Terima kasih Mas, Saya semakin sayang sama kamu."


Galih hanya diam memakan sarapan yang di bikin oleh Rena.


*****

__ADS_1


Beberapa Bulan Kemudian


" Mau nggak bantu - bantu mengetik laporan di kantor Kakak, ada loker 1 orang masuk honorer? "


" Serius? "


" Iya, kan sebentar lagi ada PKL, dan tugas Akhir. Bisa manfaat kan tempat kerja jadi bahan nanti." Ucap Heru.


" Saya masukin lamaran ya? "


" Siap kan saja. "


" Makasih ya Kak info nya."


" Sama - sama, Kakak sengaja meminta sama bagian kepegawaian di kantor untuk merekrut kamu, setelah Lulus bisa majukan Ijazah kamu, seperti Kakak sekarang sudah lulus dan sudah memasukan Ijazah yang sekarang, penyesuaian."


" Semoga Saya, nanti bisa ikut tes CPNS dan lulus seperti kakak."


" Amin...!!!


******


" Oh my god, ini tidak bisa di biarkan. Saya harus kasih tahu ini, lebih baik Saya photo saja lalu Saya perlihatkan."


" Kamu jangan dulu berpikiran negative, *siapa tahu keluarga."


" Keluarga apa nya lihat itu, Saya akan laporkan ini."


" Jangan, kita tidak tahu siapa dia. "


🌺🌺🌺🌺🌺


Aku masih ingat betul ketika sepiring amarah selalu kita jadikan cemilan di tengah-tengah hangatnya dua gelas kopi yang belum kita cicipi sama sekali.


Aku juga masih ingat tentang perbedaan sudut pandang yang menjadi orang ketiga antara hubungan kita yang belum genap setahun, Atau tentang begitu teganya ke egoisan mencangkul benih-benih asmara yang belum mengakar dengan kuat pada ladang perasaan kita.


Disini, Aku masih mengingatmu beserta semua kejujuran dan kebohongan yang pernah kamu telanjangi tanpa sehelai pembelaan pun.


Aku juga masih hafal segala bentuk kurang dan lebih yang menakdirkan diri untuk menjadi bagian dalam hidupmu.


Tentang bagaimana raut mukamu merasakan segelas kopi yang tak menghadirkan manis di tegukan terahir, Atau ? Ah sudahlah ..


Berhenti berfikir jika aku benar-benar bisa melupakan meski kalimat tersebut keluar dari bibirku sendiri. Karena saat sepi benar-benar nyata, Tak ada yang lebih indah selain membongkar kembali apa yang tidak bisa lagi untuk di miliki.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Hati ini akan menilai dari sikap, yang selama ini ku lihat.


Dari gerak tubuh mu, akan terlihat mana yang benar - benar tulus.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺 Puspita 🌺🌺🌺🌺🌺


Note :


Terima kasih, untuk readers setia Sahabat Puspa. Terima kasih untuk readers yang baru mampir dan terima kasih untuk jadikan karya Saya favourite di rak buku kalian.


Happy New Year 2022,semoga di tahun 2022 membuat semangat baru, Pribadi yang lebih baik lagi, dan lebih baik segala - gala nya.


I love you all... ❤❤❤❤


Salam Sahabat Puspa untuk semuanya dari sabang sampai merauke.. ❤❤❤


Semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

__ADS_1


Amin....!!! ❤❤❤❤*


__ADS_2