
" Mas.. perut saya sakit.. Aaakkhhhh... " Rena sedikit mengejan saat merasakan perut nya yang akan melahirkan.
" Kamu mau melahirkan sayang, kita ke rumah sakit." Galih dengan segera mengangkat tubuh Rena.
" Ayah , Bunda kenapa? " Tanya Bagas.
" Bunda mau melahirkan, kamu Ikut Ayah ke rumah sakit. Tolong ambil tas bayi yang sudah di siapakan di dalam lemari." Jawab Galih.
" Istri kamu mau melahirkan? "
" Iya, istri saya mau melahirkan."
" Kamu duduk di belakang sama istri kamu, biar saya yang menyetir. " Ucap Kemal.
******
" Yank, kenapa Kakak akhir - akhir ini mimpi yang nggak enak ya? " Ucap Heru dari seberang.
" Mimpi apa kak? "
" Kakak sering mimpikan kamu, pergi meninggalkan Kakak dan berlari bersama dengan seorang pria tapi entah itu siapa."
" Sudahlah kak, mimpi itu adalah bunga tidur."
" Tapi kakak takut kamu pergi meninggalkan kakak."
" Kak, percaya sama hati dan yakin, kalau kita saling percaya dan cinta kita kuat insya Allah hubungan kita baik - baik saja."
" Tapi mimpi itu setiap hari."
" Sudah ya kak, jangan bahas mimpi lagi, karena itu bunga tidur."
******
Aaaarrggghhhh..
Rena terus mengejan bahkan kedua tangan nya mencengkram sisi ranjang.
" Terus sayang kamu pasti bisa." Bisik Galih sambil mengusap peluh di kedua kening nya.
" Terus bu, sedikit lagi."
Aaaaarrrrrgghhh
Owak.. owak... owak....
Bayi laki - laki telah lahir, tangis bayi itu sangat keras, Rena tersenyum ke arah Galih dengan kondisi yang sangat lemah.
" Alhamdulilah sayang, makasih." Galih mencium kening Rena.
*****
Galih menggendong Bayi laki - lakinya, Rena tampak bahagia, karena usahanya membuahkan hasil.
" Mas mau di kasih nama siapa? " Tanya Rena.
" Mas kasih nama Panji Nakula Dewa." Jawab Galih.
" Nama yang bagus."
" Bagas punya lawan untuk main bola." Ucap Bagas bahagia.
" Iya sayang, kita buat tim." Ucap Galih.
****
" Selamat Bang." Ucap Dito.
" Terima kasih."
" Wajah nya mirip kamu, lihat hidung sama bibir nya." Ucap Kemal.
" Ya jelas lah ini anak saya." Ucap Galih.
" Kalau sudah besar nanti, dia pasti gagah seperti Ayahnya." Ucap Rena.
" Bang makasih kemarin buah jeruknya." Ucap Aril.
" Bang yang sering saja, Ibu Puspita kasih buah jeruk ke Abang biar kita sering kebagian jatah."
Seketika mata Dito memberikan kode pada Aril dan Saeful yang terus menyerocos.
__ADS_1
Galih salah tingkah seketika tatapan tajam Rena menatap membunuh ke arah Galih dengan tangan di kepalkan.
" Bang, kita pamit." Ucap Dito sambil mendorong tubuh Saeful dan Aril.
" Kok pulang sih." Ucap Aril.
" Mulut..!! " Bisik Dito.
" Kayak nya mulai panas, kami pamit." Ucap Kemal.
" Makasih ya."
" Bagas, mau Ikut sama om nggak? " Tanya Dito yang balik lagi ke dalam.
" Kemana? " Jawab Bagas.
" Kita main bola."
" Hayuk."
Dito melirik Galih dengan tatapan mata seakan membunuh, lalu mata nya beralih ke arah Rena.
Buugh
Aaaaw...
Rena melempar bantal ke arah Galih yang berjalan ke arah nya.
" Jadi mantan Mas itu sering kasih buah? "
" Nggak, baru kemarin saja."
" Apa mas masih mencintai nya? "
" Tidak, saya sudah tidak mencintai nya."
" Saya nggak akan biarkan wanita mana pun merebut kamu dari Saya.'
" Sayang, suami kamu nggak akan pernah pergi meninggalkan kamu, mau itu Puspita mendekati suami kamu, tak akan pernah tergoda."
" Kalau sampai kamu merebut Galih dari Saya, tangan ini tidak akan segan - segan kotor kembali. " ucap Rena dalam hati nya.
" Awas saja kalau sampai tahu dia deketin Mas saya akan menghajar wanita itu."
******
Awwww
" Mulut nggak bisa di jaga."
" Bang, kok Saya yang kena, noh Aril sama Saeful." Ucap Dito meringis karena lengan yang di pukul keras oleh Galih.
" Awal tahu kan kamu, Saya bilang diam."
Aril dan Saeful hanya terkekeh, saat melihat Dito kena marah Galih.
" Godaan mantan lebih dahsyat dari godaan setan." Sindir Kemal.
******
" Bu, kenapa ya saya gelisah terus memikirkan Puspita. "
" Kamu banyak berdoa minta perlindungan Allah SWT, agar Puspita selalu dalam lindungannya. "
" Apa saya harus segera menikah saja dengan nya? "
" Kamu yakin, akan menikah dengan Puspita dengan kondisi LDR an seperti ini? "
" Kalau kita sudah terikat pasti Heru akan tenang."
" Ibu sama Ayah, mendukung saja, tapi apa sanggup kalau kalian baru menikah akan berpisah. Godaan orang hubungan jarak jauh itu sangat berat."
******
" Apa kak kita nikah? " Ucap Puspita kaget.
" Iya, kakak akan segera urus pernikahan kita." Ucap Heru dari seberang.
" Apa kakak mau kita menjalin hubungan jarak jauh, apa kakak mau setelah menikah kita berpisah? "
" Hanya sementara sayang, kakak ingin segera kita menikah."
__ADS_1
" Baik kak, siapkan saja, saya akan mengurus juga dari sini."
" Baik sayang, mulai besok kita urus untuk persiapan menikah kita."
******
Langkah kaki itu menuju ke sebuah ruangan, dimana terlihat sepi, dan tangan kekar itu mendorong pintu kamar rawat inap dimana terlihat Rena sedang tertidur pulas.
Tubuh itu mendekat dan melihat wajah yang telah lama melihat sedekat ini, senyum penuh kebencian terlihat di wajah nya saat melihat wajah Rena.
Rena menggeliatkan tubuhnya, dan mata nya sedikit masih ada rasa kantuk terbuka dan begitu kaget saat melihat wajah yang pernah dia lukai.
Aaaaakkkhhh...
Rena bangun dan memundurkan tubuh nya hingga pada kepala tempat tidur.
" Ka - kamu..!! "
" Apa kabar sayang."
" Nggak mungkin kamu masih hidup."
" Saya ingin menjemput nyawa kamu."
" Jangan macam - macam kamu mas."
" Kenapa, kamu takut, bukan nya kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, dan sudah saat nya kamu mengakhiri hidup kamu."
" Saya akan teriak." Ucap Rena.
" Tolong..... tolong.... "
Galuh mengeluarkan pistol yang ada di tangan nya, dan mengarahkan pistol itu tepat pada dada Rena.
" Tolong.... tolong... "
Braaakk..
" Hey.. siapa kamu."
Galuh segera memakai maskernya, dan segera menghindar saat Galih mencoba menarik pakaian Galuh.
Buugghh..
Buuugghhh
Aaarrghh
Galuh menendang perut Galih, hingga terdorong ke belakang.
Galuh berlari, dan Galuh berusaha mengejar saudara kembar nya, dirinya tak mengetahui bahwa pria memakai masker itu adalah Galuh.
" Tolong Pak kejar dia." Teriak Galih saat sedang berlari mengejar Galuh.
Aksi kejar - kejaran pun terjadi, hingga pria yang di kejar Galih hilang dengan langkah lari secepat kilat.
" Kemal, tolong amankan kamar inap istri saya, tadi telah terjadi percobaan pem*****han." Ucap Galih saat menelepon Kemal.
" Baik, saya bersama beberapa Anggota lain nya akan kesana segera.
******
Hah.. hah.. hah...
Galuh bersembunyi, di belakang bak pembuangan sampah, saat dirinya masih mengintip apakah saudara kembar nya masih mengejarnya.
" Sial... kenapa saya nggak langsung saja menembak dia." Umpat Galuh sambil bersandar di Bak sampah.
*******
Hiks... hiks... hiks...
" Mas saya takut, Besok kita pulang ya."
" Baik, Besok kita pulang."
" Saya takut dia kembali lagi, Saya yakin dia ingin mencelakai Saya karena sesuatu hal."
" Kamu punya musuh?"
" Saya tidak punya musuh, tapi ada seseorang yang ingin menghabisi nyawa saya."
__ADS_1
" Siapa? "
" Puspita..!! "