Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Perjalanan Cinta


__ADS_3

3 Tahun Kemudian


" Kamu nggak cari kerja? " Tanya Tante Tini.


" Nggak Tante, sama Ikbal nggak boleh kerja." Jawab Puspita.


" Sebenarnya dia kenapa nggak bolehin kamu kerja, sayang loh sama Ijazah kamu."


" Katanya kalau sudah menikah, Puspita nggak boleh kerja, khusus ngurus anak sama suami."


" Terus kapan dia melamar kamu, kamu sudah ketemu belum sama kedua orang tua nya? "


" Bilang nya sih setelah lulus, dan belum pernah di ajak bertemu sama kedua orang tua nya."


" Sudah 6 bulan kamu lulus, dan nggak ada kepastian yang jelas. Kamu carilah kerja, apa kamu Mau disini hanya makan tidur, apa nanti kata om kamu."


********


" Kapan A, katanya Mau melamar Saya terus nikah. Sekarang saat ini, kerja nggak, jadi istri Aa juga nggak."


" Sabar Yank, kalau sudah saat nya nanti Aa nikahi kamu. "


" Ya sudah, kenalkan Saya sama keluarga Aa..!!!"


" Aa kan pernah bilang, Mamah Papah kan sedang di luar negeri kerja disana."


" Ya dulu saat masih ada disini kendala ambil cuti,sekarang malah sedang di luar negeri."


" Maaf sayang, Aa janji akan nikahi kamu ya. Soalnya menunggu mereka pulang."


" Janji - janji terus kayak pejabat."


Ikbal memeluk tubuh Puspita, dan mencium pucuk kepalanya.


" Biar nggak minta uang sama Tante dan Om, Aa akan kasih jatah bulanan buat kamu."


******


" Kamu jadi sekarang sibuk apa? " Tanya Anggi.


" Nggak sibuk apa - apa." Jawab Puspita.


" Ada lowongan di kantor Saya, kalau mau bisa kamu ambil posisi itu." Ucap Ida.


" Sama di Saya juga ada lowongan kerja loh, Saya bisa masukin kamu." Ucap Evi.


" Kalau bukan karena A Ikbal Saya sudah ambil, tapi dia berani menjamin hidup Saya. "


" Kalau sudah dengar ucapan begitu kita bingung mau bicara apa lagi." Ucap Evi.


" Sekarang kita nggak kayak dulu lagi, kumpul kayak gini saja sudah susah. Fatimah sudah menikah dengan Mas Nugi, Anggi sudah menikah sama Si pelaut itu, Evi dan Ida sudah kerja. Nah sekarang Saya tinggal nunggu di lamar." Ucap Puspita.


" Menurut Saya sih, kamu lebih baik kerja saja dulu, kalau sudah menikah baru Resign." Ucap Anggi.


" Nggak boleh, nanti suruh Resign lagi."

__ADS_1


*******


" Kamu kapan menikah Heru, kerjaan sudah mapan, rumah sudah ada, mobil sudah punya mau nunggu apa lagi? " Tanya Pak Rudi.


" Belum ada yang cocok Ayah." Jawab Heru.


" Kamu mau cari kriteria yang seperti apa, mau nungguin Puspita. Dia jan sudah punya calon, kamu cari lah di atas nya Puspita." Ucap Ibu Imah.


" Belum menemukan yang cocok Bu."


" Kamu sebenarnya masih berharap sama Puspita kan? " Ucap Ibu Imah.


" Jujur Iya bu, tapi Puspita sangat mencintai kekasihnya."


" Kamu lupakan Puspita, jangan bikin hati kamu sakit, berharap yang tak pasti. Di depan mata kamu itu, dia sudah nggak ada harapan sama sekali sama kamu. Jadi lupakan dia, apa perlu Ayah sama Ibu menjodohkan kamu? " Ucap Pak Rudi.


" Nggak perlu Bu, Saya bisa cari sendiri."


*******


" A, please saya boleh ya melamar kerja, Puspita nggak enak selalu menerima uang dari Aa terus. Kerja nggak, yang ada hanya mengandalkan dari orang lain."


" Orang lain siapa, maksudnya Aa gitu? "


" Iya."


" Sejak kapan kamu anggap Aa orang lain, sejak kapan hah..?? "


" Ya bukan nya begitu, tapi kan kita belum punya status. "


" Iya, Aa kan sudah pernah bilang mau menikahi Puspita saat sudah lulus, nyatanya mana?"


" Sabar sayang, Mamah Papah ingin saat mereka sudah ada disini. Jadi tunggu ya."


" Yaudah kalau begitu Saya mau menerima tawaran kerja dari Evi atau Ida."


" Nggak, di bilang nggak ya nggak."


Puspita membuang mukanya, dengan rasa kesal yang sangat dia rasakan saat ini.


Ikbal mengetahuinya saat kekasihnya itu marah pada nya, dan langsung memeluk tubuh Puspita dari samping.


" Kamu ingin menikah sama Aa bukan? "


Puspita menoleh ke arah Ikbal yang wajahnya saling berdekatan.


" Seorang perempuan mana ada yang ingin seperti ini terus, kita sudah 3 tahun pacaran, kita sudah sangat dekat. Apa kita harus seperti ini terus, apa kita hanya bermain - main saja. Kita sudah dewasa A, Saya sudah siap menjadi seorang istri."


" Baik Aa akan menikahi kamu, Aa akan menyuruh orang tua Aa yang di luar negeri untuk pulang sekarang."


*******


" Jadi kamu ingin melamar anak Om? " Tanya Pak Anto Papah Puspita.


" Iya Om, Insya Allah orang tua Saya pulang." Jawab Ikbal.

__ADS_1


" Om hanya ingin keseriusan, Om tidak mau janji, om tidak mau terulang seperti dulu lagi."


" Saya janji om, tidak akan mengecewakan om."


******


" Jadi kamu ingin Mamah Papah pulang sekarang, nggak mau nunggu tahun depan, kita sekalian pensiun dan pulang ke tanah air." Ucap Pak Erik Papah Ikbal lewat sambungan teleponnya.


" Please pah, Puspita nggak mau nunggu lama - lama, dan jangan sampai Puspita di ambil orang."


" Ngomong - ngomong calon mantu Papah sama Mamah banyak yang naksir? "


" Ada Pah, makan nya cepat pulang, Ikbal nggak mau jadi pria yang suka mengobral janji."


" Ok siap, minggu depan Papah akan melamarkan kekasih kamu."


" Terima kasih Pah."


" Jadi anak kita sudah nggak sabar Pah? " Tanya Ibu Meri.


Kedua orang tua Ikbal, berada di Negara bagian Eropa. Mereka membuka usaha Tekstil yang dimana pekerjanya adalah orang - orang Indonesia.


" Anak kita sudah nggak sabar Mah, benar kata Ikbal kalau harus menunggu kita tahun depan lama. Apalagi hubungan mereka sudah 3 tahun, Papah juga merasakan kalau hubungan selama itu hanya begini - begini saja nggak ada tujuan."


" Kapan kita pulang? "


" Minggu depan kita pulang, lalu kita lamaran, terus Ikbal mengurus surat - surat pengajuan nikah nya, lalu mereka menikah."


" Jadi kita akan lama disana."


" Ya Mah, demi anak kita satu - satu nya. Kita pulang bisa sekalian, mengurus usaha kita nanti disana. Setelah urusan disini selesai, kita nanti tinggal menjalankan nya disana nanti."


" Papah atur saja."


*******


" Jadi Mamah Papah Aa pulang minggu depan?"


" Iya sayang, mereka akan pulang. Kamu siapkan saja berkas untuk pengajuan nikah nanti, biar enak setelah lamaran kita nggak menunggu lama lagi."


Puspita memeluk tubuh Ikbal, dan Ikbal pun membalas pelukan Puspita.


" Terima kasih A, sudah ingin serius sama Puspita. Sudah akan membawa hubungan ini sampai ke jenjang pernikahan. "


" Semoga kita selalu menjadi pasangan sampai maut memisah kan kita."


" Amin...!!! "


Ikbal mencium pucuk kepala Puspita, wajah bahagia keduanya sangat terpancar.


Alurnya kita main slow dulu ya....


Dari Karya - karya sebelum nya banyak yang seperti roller coaster dari awal - awal Bab sampai Akhir.


Ada saat nya nanti kita main Alur yang menegangkan...

__ADS_1


__ADS_2