Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Untukmu Selalu Ada


__ADS_3

Puspita turun dari Taksi online tepat depan rumahnya, saat akan membuka pintu gerbang, sebuah mobil berwarna putih berhenti tepat di depan rumahnya.


Puspita tersenyum saat melihat mobil siapa yang datang, dan si pemilik mobil pun tersenyum saat keluar dari mobilnya.


" Baru datang? " Tanya Heru.


" Iya baru saja, kakak dari rumah? " Jawab Puspita kembali bertanya.


" Dari rumah sengaja kemari."


" Yaudah masuk yuk. " Ajak Puspita sambil berjalan masuk ke rumahnya.


Saat masuk kedalam rumahnya, Puspita terkejut melihat Heru membawa bucket bunga dan sebuah Kado yang sangat besar.


" Buat siapa itu Kak? " Tanya Puspita depan polosnya.


" Selamat Ulang Tahun."


Puspita tersenyum sambil menerima Kado dan bucket bunga tersebut.


" Asli kak, Saya lupa kalau hari ini ulang tahun."


" Buka dong Kado nya."


" Harus ya di buka depan kakak? "


" Iya dong, buka."


Puspita pun membuka Kado tersebut, satu persatu Puspita robek kertas Kado yang membungkus kotak tersebut.


Puspita membuka kotak besar yang sudah tak terbungkus kertas kado, dan melihat isi kotak tersebut sangat kaget ternyata sebuah gamis dengan hijab panjang.


" Kak ini? " Ucap Puspita sambil mengangkat gamis tersebut.


" Kakak ingin kamu menyempurnakan lagi pakaian mu,kamu cantik pakai hijab, alangkah cantiknya bila pakai pakaian seperti itu."


" Terima kasih, kamu sudah merubah penampilan kamu dengan meninggalkan pakaian kurang bahan itu."


Puspita pun mengingat seseorang pria yang telah menyakitinya, dan menginginkan penampilan yang tidak memperlihatkan bentuk tubuhnya, namun terasa sakit bila ingat dimana tepat di hari ulang tahun nya.


" Mas Galih."


Sedangkan di wilayah Timur terasa berdegup kencang jantung yang di rasakan, saat berada di sebuah pos penjagaan.


" kenapa ini.??? "


" Terima kasih Mas, insya Allah Saya akan pakai." Ucap Puspita.


" Sama - sama Puspita, Kakak senang kamu suka Kado nya, maaf bila mas bukan apa - apa kamu, tapi ingin penampilan kamu lebih sempurna lagi. Karena kamu cantik, sekarang mengenakan hijab. "


" Insya Allah Saya akan sedikit - sedikit belajar, memakai pakaian yang tidak memperlihatkan bentuk tubuh Saya, kalau sekarang kan Saya masih sedikit memperlihatkan nya."


" Perlihatkan lah bentuk tubuh kamu untuk suami mu nanti, jangan untuk orang lain."


" Astaghfirullah, kenapa dia mirip sekali dengan Mas Galih, kenapa ini, ada apa ini, apakah Allah mengirimkan seseorang yang menyerupai dirinya lewat Kak Heru."


" Puspita." Ucap Heru yang membuat kaget Puspita.

__ADS_1


" Ah.. eh.. Saya bikin minum dulu ya kak."


*******


" Astaghfirullah, kenapa tiba - tiba sekilas melihat dia di depan mata." Ucap nya sambil melirik jam di tangan nya.


Dirinya kaget saat mengingat ini hari apa dan tanggal berapa, seketika mengusap wajahnya dengan kasar, rasa yang sangat menyayat hati peristiwa 4 tahun yang lalu.


" Maafkan Saya, maaf..!!! " Ucap Galih sambil menundukkan wajahnya dan memejamkan mata nya.


*******


Puspita berjalan ke arah cermin, dirinya melihat perubahan saat memakai gamis yang di berikan oleh Heru, lalu Puspita pun melihat beberapa gamis yang dia beli beberapa waktu lalu.


" Bismillah, mulai saat ini Saya pakai. Ini bukan karena kedua pria tersebut, tapi hati Saya sudah memantapkan untuk memakainya."


Mata Puspita pun tertuju pada sebuah pakaian yang masih Tergantung di lemari, pakaian yang pertama kali dia beli, pakaian pengganti pakaian nya yang kurang bahan.


Puspita berjalan ke arah lemari, dan mengambil pakaian - pakaian tersebut, lalu dia masukan ke dalam sebuah kardus yang ada di Kamar nya.


" Seharusnya tentang kamu sudah nggak ada secuil pun di kamar Saya." Ucap Puspita yang mengingat pakaian yang dia beli dengan uang yang di beri oleh Galih.


*******


Tok... Tok....


" Assalamualaikum."


" Walaikumsalam."


Wanita paruh baya membuka pintu rumahnya, dan wajahnya tampak bahagia saat melihat siapa yang datang.


Puspita pun langsung mencium punggung tangan Ibu Imah, begitu pun Ibu Imah langsung memeluk tubuh Puspita.


" Kamu sama siapa? " Tanya Ibu Imah sambil melihat keluar.


" Sendirian Bu naik motor sendiri." Jawab Puspita.


" Kenapa nggak minta Heru saja, kalau mau main kesini. Heru ada di Kamar nya, nggak kemana - mana."


" Nggak enak bu, takut merepotkan."


" Ya nggak lah."


Puspita pun lalu duduk, dan Ibu Imah memanggil Heru yang ada di Kamar nya.


" Loh, kok nggak kasih kabar ke Kakak, tahu kemari Kakak jemput." Ucap Heru datang menghampiri Puspita.


" Takut merepotkan."


" Ya nggak lah, malah Kakak senang kamu main ke rumah."


" Kak, cantik nggak Saya pakai ini? " Tiba - tiba Puspita menanyakan penampilan nya.


" Astaghfirullah, jadi kamu kemari hanya ingin menunjukan penampilan kamu saat ini? "


Puspita pun menganggukkan kepalanya, dan Heru tersenyum ke arah Puspita.

__ADS_1


" Cantik, kamu sangat cantik. "


" Makasih."


*****


" Heru, Puspita makin cantik ya nak." Ucap Ibu Imah saat Puspita sudah pulang.


" Cantik lah Bu, memang dia cantik."


" Nak, Ibu kamu sreg sama Puspita, Ayah juga sama. Apa kamu nggak mencoba serius sama dia."


" Ayah, Ibu sudah Heru bilang, Heru serius sama Puspita tapi Puspita masih takut dengan kegagalan nya. Puspita nggak mau kecewa yang kedua kalinya, tapi Saya nggak akan menyerah untuk mendapatkan hatinya."


" Yakin kan dia nak, jangan sampai dia di ambil orang."


" Insya Allah bu, kalau pun jodoh Heru, berapa banyak pria yang mendekatinya kalau jodoh pasti nggak kemana."


" Apa perlu Ayah sama Ibu datang ke rumah orang tua nya, agar Puspita mau sama kamu." Ucap Pak Rudi.


" Nggak usah bu biar urusan Heru menaklukan hatinya."


" Tapi kami ingin Puspita jodoh kamu." Ucap Ibu Imah.


" Berdoa saja bu."


*******


" Puspita kamu sudah buka link tes CPNS.? Tanya Om Waluyo.


" Belum Om, kenapa? " Jawab Puspita.


" Sudah bisa di buka, coba kamu daftar."


" Ok om, Saya buka laptop nya dulu."


" Pilihlah sesuai dengan bidang kamu."


Puspita pun membuka laptop nya, dan masuk ke Link yang dirinya tuju, satu persatu halaman web dia buka, dan menemukan halaman mengisi identitas


Dreeett.... dreeett...


Puspita melihat ponselnya berbunyi, dan tertera nama Heru di layar ponselnya.


" Assalamualaikum, halo kak." Sapa Puspita.


" Walaikumsalam, Puspita kamu sudah buka Link tes CPNS? " Tanya Heru dari seberang.


" Sudah kak, ini sedang mengisi data." Jawab Puspita.


" Kirain belum di buka, kamu melamar di instansi apa? "


" Saya ambil sebagai Tenaga Administrasi sekolah kak, di salah satu sekolah menengah pertama. Hanya ada satu yang di butuh kan, semoga saja ini rezeki saya."


" Amin, good luck ya."


" Makasih kak."

__ADS_1


Puspita pun menutup sambungan teleponnya, dengan bersamaan selesai dengan proses pendaftaran. Puspita pun telah memegang data, dan menunggu konfirmasi info tahap pertama untuk menentukan lanjut tahap kedua atau tidak.


__ADS_2