Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Memiliki Dan Ingin Memiliki


__ADS_3

" Siapa Mas yang datang. " Puspita menghampiri Galih yang berdiri di depan pintu dan terlihat seorang wanita berdiri di depan pintu sambil membawa keranjang berisi buah dan bucket bunga.


" Ini kan yang tadi di ceritakan sama Mas."


" Kenalkan Saya Gladis, Saya adalah man.. "


" Dia teman Mas Yank, teman Mas disini." Ucap Galih sambil menarik pinggang Puspita dan Gladis menganggukkan kepala nya dengan senyuman terpaksa.


" Masuk mba Gladis. " Ajak Puspita.


" Panggil Saya Gladis saja ya. " Ucap Gladis.


" Hmmm.. Gladis ya, ok. " Ucap Puspita.


" Ini untuk kamu Galih."


Puspita menatap keranjang buah dan bucket bunga yang Gladis letakkan di atas meja.


" Makasih, merepotkan. " Ucap Galih.


" Sejak kapan suami Saya suka bunga? " Sindir Puspita.


" Kamu nggak tahu, kalau Galih suka mawar Putih?"


" Kok saya nggak tahu ya? "


" Gladis tahu waktu disini Mas lihat - lihat bunga milik Pak Willy. " Ucap Galih sambil menunjukkan ke arah pot bunga Mawar Putih.


" Oh.. soalnya jarang cowok suka bunga." Ucap Puspita.


******


" Aaaaawww... " Gladis memegang pergelangan tangan nya yang di cengkram oleh Galih.


"Jangan sekali - kali kamu merusak rumah tangga Saya, jangan kamu ungkit - ungkit masa lalu. Karena masa lalu kamu yang rusak, dan kamu yang mulai."


" Bekas mu masih terasa di tubuh saya."


" Itu masa lalu, aib masa lalu, jangan salahkan Saya, karena semua kamu yang mulai."


******


" Mas, Gladis baik ya, sampai kirim buah sama buah." Ucap Puspita sambil mengupas Apel pemberian dari Gladis.


" Sebagai teman, tetangga dan terima kasih Saya sudah melindungi dia saat drama penyanderaan."


" Cantik ya mas. " Ucap Puspita sambil menyuapi Galih potongan buah Apel.


" Cantikan juga kamu Yank. " Ucap Galih sambil membaringkan di kedua paha Puspita sambil wajah nya menghadap ke perut Puspita.


" Yank, belum ada tanda - tanda? " Tanya Galih. sambil mengusap perut Puspita.


" Belum Mas, kita saja kumpul cuman sebentar." Jawab Puspita.


" Kan nggak sekali, waktu itu beberapa kali. "


" Belum di kasih Yank."


Galih memeluk perut Puspita, dan menciumi perut yang masih rata itu. Sedangkan Puspita menikmati ciuman suami nya di perut sambil menguyah potongan buah Apel.


******


" Terima kasih semua nya, Saya sudah di terima disini, dan Saya harus pamit pada semua nya." Ucap Puspita saat perpisahan dengan teman - teman nya di SMPN xxx


" Terima kasih sudah mengabdi disini walau hanya sebentar, semoga bertugas di tempat yang baru betah dan selalu dalam lindungan Allah SWT. " Ucap kepala sekolah


" Amin.. terima kasih. "

__ADS_1


" Puspita. " Ratih memeluk tubuh Puspita, teman satu ruangan yang pertama kali yang dekat dengan Puspita saat pertama kali datang.


" Makasih ya..!! " Ucap Puspita.


" Sama - sama, jangan lupakan Saya, dan semua nya."


" Saya akan selalu menjalin silahturahmi, Saya nggak akan melupakan semua nya. " Ucap Puspita memeluk kembali Ratih.


******


Pernikahan Galih dan Puspita pun telah terdaftar secara hukum, kini setelah mengenalkan Puspita, Galih dengan motor nya membonceng Puspita membawa nya ke suatu tempat.


" Mau kemana mas? " Tanya Puspita.


" Kita jalan - jalan, mumpung kamu disini." Jawab Galih.


" Mas, kapan kita nanti satu atap, ketemu tiap hari. "


" Sabar ya sayang, suatu saat kita pasti bisa bersama. Doa kan saja. " Ucap Galih sambil memegang erat tangan Puspita yang melingkar di pinggang nya.


******


" Sedang nungguin siapa mba Gladis? " Tanya Pak Willy.


" Eh anu pak teman Saya belum datang juga." Jawab Gladis.


" Coba di telepon, siapa tahu nggak tahu rumah nya. " Ucap Pak Willy sambil menyalakan api ke rokoknya.


Gladis sesekali melirik ke arah rumah yang di sebelahnya, rumah yang masih gelap gulita walau hari sudah menjelang malam.


" Pak Galih sama Mba Puspita kemana ya belum pulang juga." Ucap Pak Willy.


" Saya juga ingin tanya begitu, lampu nya masih gelap. "


" Mungkin sedang pergi ke suatu tempat."


" Kalau masalah itu Bapak tidak tahu."


" kenapa kita bertemu saat seperti ini, kamu sudah jadi milik orang lain, kenapa bukan saya."


******


" Mas. " Ucap Puspita yang menutupi tubuh nya sebatas dada dengan selamat.


" Kenapa Yank, kurang?" Ucap Galih yang berjalan mendekati Puspita yang masih duduk bersandar di kepala ranjang.


" Pulang yuk? "


" Kenapa pulang, kita pulang besok saja. " Ucap Galih sambil masuk kembali ke dalam selimut.


" Nggak bawa ganti mas. "


" Sudah kayak gini saja. "


" Ih... mas, nggak Mau pulang akh. Tahu Mau nginep seharusnya bilang, biar bawa baju ganti."


" Mas pengen berduaan Sayang sama kamu."


" Kan di rumah bisa di lanjutkan."


" Sekarang sudah jam 8 malam, besok pagi saja setelah shubuh kita pulang."


" Nggak akh, ini badan sudah lengket gara - gara kamu mas ngajak tempur terus. "


Galih tersenyum ke arah Puspita yang cemberut, di tariknya tubuh polos Puspita hingga mendekap erat pada tubuh polos Galih.


" Besok lagi saja ya, Mas pengen kayak gini. 4 bulan kamu disini, biar pulang - pulang sampai sana kamu bawa oleh - oleh."

__ADS_1


" Tapi Mas ini lengket. "


" Kita mandi bareng yuk? "


" Nggak ada ganti nya mas. "


" Tuh lihat paper bag itu..!! " Tunjuk Galih, lalu Puspita pun bangun meraih paper bag yang ada di kursi dekat tempat tidur.


Dan saat di buka, mata Puspita terbelak sempurna dan cemberut ke arah Galih.


" Mas, masa baju ganti nya pakaian jaring - jaring begini. " Ucap Puspita sambil memperlihatkan sebuah lingerie pada Galih.


Galih hanya tersenyum dan menahan tawa nya, saat Puspita tahu, suaminya membelikan sebuah lingerie.


" Itu ganti nya pakai itu ya. "


" Ih... dasar otak mesum. " Ucap Puspita sambil mengambil kaos rangkapan milik Galih lalu dia pakai menuju ke kamar mandi sambil membawa lingerie yang di belikan oleh Galih.


" Mandi nya yang lama ya Yank, bila perlu rendam pakai bunga tujuh rupa biar suami kamu nya tambah greget. " Teriak Galih sambil menahan tawa nya.


Braaakkk


Aaawwww


" Yank, awas ya kamu...!! "


Galih berlari ke arah kamar mandi, setelah Puspita melemparkan sebuah botol shampoo ke arah Galih.


" Mas.... !!!! Teriak Puspita dari dalam kamar mandi.


Hingga suara teriakan berubah menjadi suara tawa, erangan dan de*******han dari kedua nya.


*****


" Bagaimana kabar dia? "


" Baik..!! "


" Kalau butuh apa - apa Saya akan transfer uang nya. "


" Kamu jenguk lah dia. "


" Nanti Saya akan jenguk dia."


******


" Yank, cepetan bangun kita kesiangan. " Ucap Galih dengan segera memakai seragam nya, dan terlihat Puspita masih mengucak mata nya.


" Jam berapa Mas? "


" Jam 6 pagi Yank, Mas telat nih. "


" Hah.. jam 6,kita sampai sana jam 7 lebih mas."


" Iya, makan nya cepetan. "


" Ini gara - gara kamu mas. "


" Kok gara - gara Mas sih. "


" Ya gara - gara Mas, coba nggak ngajak tempur terus kita nggak kesiangan."


" Jangan salahkan Mas terus, kamu nya juga minta lagi. " Ucap Galih sambil memakai sepatunya.


" Sudah Yank, jangan pakai bedak lagi nggak keburu." Ucap Galih kembali.


" Ini muka bantal banget Mas. "

__ADS_1


" Sudah Yank buruan kita telat. "


__ADS_2