
" Siapa Mas yang datang. " Puspita menghampiri Galih yang berdiri di depan pintu dan terlihat seorang wanita berdiri di depan pintu sambil membawa keranjang berisi buah dan bucket bunga.
" Ini kan yang tadi di ceritakan sama Mas."
" Kenalkan Saya Gladis, Saya adalah man.. "
" Dia teman Mas Yank, teman Mas disini." Ucap Galih sambil menarik pinggang Puspita dan Gladis menganggukkan kepala nya dengan senyuman terpaksa.
" Masuk mba Gladis. " Ajak Puspita.
" Panggil Saya Gladis saja ya. " Ucap Gladis.
" Hmmm.. Gladis ya, ok. " Ucap Puspita.
" Ini untuk kamu Galih."
Puspita menatap keranjang buah dan bucket bunga yang Gladis letakkan di atas meja.
" Makasih, merepotkan. " Ucap Galih.
" Sejak kapan suami Saya suka bunga? " Sindir Puspita.
" Kamu nggak tahu, kalau Galih suka mawar Putih?"
" Kok saya nggak tahu ya? "
" Gladis tahu waktu disini Mas lihat - lihat bunga milik Pak Willy. " Ucap Galih sambil menunjukkan ke arah pot bunga Mawar Putih.
" Oh.. soalnya jarang cowok suka bunga." Ucap Puspita.
******
" Aaaaawww... " Gladis memegang pergelangan tangan nya yang di cengkram oleh Galih.
"Jangan sekali - kali kamu merusak rumah tangga Saya, jangan kamu ungkit - ungkit masa lalu. Karena masa lalu kamu yang rusak, dan kamu yang mulai."
" Bekas mu masih terasa di tubuh saya."
" Itu masa lalu, aib masa lalu, jangan salahkan Saya, karena semua kamu yang mulai."
******
" Mas, Gladis baik ya, sampai kirim buah sama buah." Ucap Puspita sambil mengupas Apel pemberian dari Gladis.
" Sebagai teman, tetangga dan terima kasih Saya sudah melindungi dia saat drama penyanderaan."
" Cantik ya mas. " Ucap Puspita sambil menyuapi Galih potongan buah Apel.
" Cantikan juga kamu Yank. " Ucap Galih sambil membaringkan di kedua paha Puspita sambil wajah nya menghadap ke perut Puspita.
" Yank, belum ada tanda - tanda? " Tanya Galih. sambil mengusap perut Puspita.
" Belum Mas, kita saja kumpul cuman sebentar." Jawab Puspita.
" Kan nggak sekali, waktu itu beberapa kali. "
" Belum di kasih Yank."
Galih memeluk perut Puspita, dan menciumi perut yang masih rata itu. Sedangkan Puspita menikmati ciuman suami nya di perut sambil menguyah potongan buah Apel.
******
" Terima kasih semua nya, Saya sudah di terima disini, dan Saya harus pamit pada semua nya." Ucap Puspita saat perpisahan dengan teman - teman nya di SMPN xxx
" Terima kasih sudah mengabdi disini walau hanya sebentar, semoga bertugas di tempat yang baru betah dan selalu dalam lindungan Allah SWT. " Ucap kepala sekolah
" Amin.. terima kasih. "
__ADS_1
" Puspita. " Ratih memeluk tubuh Puspita, teman satu ruangan yang pertama kali yang dekat dengan Puspita saat pertama kali datang.
" Makasih ya..!! " Ucap Puspita.
" Sama - sama, jangan lupakan Saya, dan semua nya."
" Saya akan selalu menjalin silahturahmi, Saya nggak akan melupakan semua nya. " Ucap Puspita memeluk kembali Ratih.
******
Pernikahan Galih dan Puspita pun telah terdaftar secara hukum, kini setelah mengenalkan Puspita, Galih dengan motor nya membonceng Puspita membawa nya ke suatu tempat.
" Mau kemana mas? " Tanya Puspita.
" Kita jalan - jalan, mumpung kamu disini." Jawab Galih.
" Mas, kapan kita nanti satu atap, ketemu tiap hari. "
" Sabar ya sayang, suatu saat kita pasti bisa bersama. Doa kan saja. " Ucap Galih sambil memegang erat tangan Puspita yang melingkar di pinggang nya.
******
" Sedang nungguin siapa mba Gladis? " Tanya Pak Willy.
" Eh anu pak teman Saya belum datang juga." Jawab Gladis.
" Coba di telepon, siapa tahu nggak tahu rumah nya. " Ucap Pak Willy sambil menyalakan api ke rokoknya.
Gladis sesekali melirik ke arah rumah yang di sebelahnya, rumah yang masih gelap gulita walau hari sudah menjelang malam.
" Pak Galih sama Mba Puspita kemana ya belum pulang juga." Ucap Pak Willy.
" Saya juga ingin tanya begitu, lampu nya masih gelap. "
" Mungkin sedang pergi ke suatu tempat."
" Kalau masalah itu Bapak tidak tahu."
" kenapa kita bertemu saat seperti ini, kamu sudah jadi milik orang lain, kenapa bukan saya."
******
" Mas. " Ucap Puspita yang menutupi tubuh nya sebatas dada dengan selamat.
" Kenapa Yank, kurang?" Ucap Galih yang berjalan mendekati Puspita yang masih duduk bersandar di kepala ranjang.
" Pulang yuk? "
" Kenapa pulang, kita pulang besok saja. " Ucap Galih sambil masuk kembali ke dalam selimut.
" Nggak bawa ganti mas. "
" Sudah kayak gini saja. "
" Ih... mas, nggak Mau pulang akh. Tahu Mau nginep seharusnya bilang, biar bawa baju ganti."
" Mas pengen berduaan Sayang sama kamu."
" Kan di rumah bisa di lanjutkan."
" Sekarang sudah jam 8 malam, besok pagi saja setelah shubuh kita pulang."
" Nggak akh, ini badan sudah lengket gara - gara kamu mas ngajak tempur terus. "
Galih tersenyum ke arah Puspita yang cemberut, di tariknya tubuh polos Puspita hingga mendekap erat pada tubuh polos Galih.
" Besok lagi saja ya, Mas pengen kayak gini. 4 bulan kamu disini, biar pulang - pulang sampai sana kamu bawa oleh - oleh."
__ADS_1
" Tapi Mas ini lengket. "
" Kita mandi bareng yuk? "
" Nggak ada ganti nya mas. "
" Tuh lihat paper bag itu..!! " Tunjuk Galih, lalu Puspita pun bangun meraih paper bag yang ada di kursi dekat tempat tidur.
Dan saat di buka, mata Puspita terbelak sempurna dan cemberut ke arah Galih.
" Mas, masa baju ganti nya pakaian jaring - jaring begini. " Ucap Puspita sambil memperlihatkan sebuah lingerie pada Galih.
Galih hanya tersenyum dan menahan tawa nya, saat Puspita tahu, suaminya membelikan sebuah lingerie.
" Itu ganti nya pakai itu ya. "
" Ih... dasar otak mesum. " Ucap Puspita sambil mengambil kaos rangkapan milik Galih lalu dia pakai menuju ke kamar mandi sambil membawa lingerie yang di belikan oleh Galih.
" Mandi nya yang lama ya Yank, bila perlu rendam pakai bunga tujuh rupa biar suami kamu nya tambah greget. " Teriak Galih sambil menahan tawa nya.
Braaakkk
Aaawwww
" Yank, awas ya kamu...!! "
Galih berlari ke arah kamar mandi, setelah Puspita melemparkan sebuah botol shampoo ke arah Galih.
" Mas.... !!!! Teriak Puspita dari dalam kamar mandi.
Hingga suara teriakan berubah menjadi suara tawa, erangan dan de*******han dari kedua nya.
*****
" Bagaimana kabar dia? "
" Baik..!! "
" Kalau butuh apa - apa Saya akan transfer uang nya. "
" Kamu jenguk lah dia. "
" Nanti Saya akan jenguk dia."
******
" Yank, cepetan bangun kita kesiangan. " Ucap Galih dengan segera memakai seragam nya, dan terlihat Puspita masih mengucak mata nya.
" Jam berapa Mas? "
" Jam 6 pagi Yank, Mas telat nih. "
" Hah.. jam 6,kita sampai sana jam 7 lebih mas."
" Iya, makan nya cepetan. "
" Ini gara - gara kamu mas. "
" Kok gara - gara Mas sih. "
" Ya gara - gara Mas, coba nggak ngajak tempur terus kita nggak kesiangan."
" Jangan salahkan Mas terus, kamu nya juga minta lagi. " Ucap Galih sambil memakai sepatunya.
" Sudah Yank, jangan pakai bedak lagi nggak keburu." Ucap Galih kembali.
" Ini muka bantal banget Mas. "
__ADS_1
" Sudah Yank buruan kita telat. "