Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Hati Mana Yang Sebenarnya Di Cinta


__ADS_3

Galih duduk sambil menatap lurus, dengan melamun. Galuh dan Pak Anwar tak lepas menatap Galuh yang hatinya sedang sedih, di samping sedih dan kecewa dengan kelakuan dan meninggal nya Rena, di samping itu juga sedih mengatakan selamat tinggal untuk Puspita.


" Kamu kalau memang benar sayang sama Puspita, kamu kejar kembali. Dia juga kan sangat mencintai kamu." Ucap Galuh.


" Benar kata Galuh, kamu kejar wanita itu. Dia masih disini, sebelum dia di bawa ke Jawa oleh keluarga nya. " Ucap Pak Anwar.


" Saya tidak mau egois, dia sudah ada yang memiliki. Biar Saya ini menjadi masa lalu nya, biar Saya ini di anggap tak pernah ada, karena memang kita dari awal sudah tidak berjodoh."


" Setelah ini rencana kamu apa? " Tanya Galuh.


" Melanjutkan menjadi prajurit sejati dan seorang Ayah anak 1." Jawab Galih.


******


" Kenapa Kakak menolak, Saya minta menikah dengan Kakak? "


" Bukan menolak, kondisi kamu saja masih begini, bukan nya kamu sendiri yang bilang untuk nanti dan kamu tidak mau status istri tak bisa mengurus suami." Ucap Heru.


" Kalau Kakak tidak mau menikahi Saya, tinggal kan Saya kak, Saya ingin sendiri, tak mau lagi berhubungan dengan namanya laki - laki."


Heru pun lalu diam, dan meminta kepada Pak Anto untuk bicara berdua dengan Puspita.


" Kakak hanya ingin jujur sama kamu, kenapa kamu tiba - tiba ingin segera menikah? "


" Kita memang sudah persiapkan pernikahan kita, dan tanggal juga sudah di tetap kan sama kakak kan, yang kemarin batal kita tetap melaksanakan nya."


" Apa karena setelah pertemuan dengan Galih kamu ke kamar nya? " Tanya Heru saat itu dirinya, mengetahui Puspita yang di dorong di atas blankar dengan seorang pria.


" Kata siapa? "


" Kamu jangan bohong, kakak sebenarnya tahu, kamu tiba - tiba minta nikah setelah bertemu Galih, dan saat kamu tidur Kakak juga mendengar kamu mengigau memanggil namanya, di saat tidak sadar kamu terus genggam tangan Galih hingga berjam - jam, dan kamu juga menangisi Galih dengan posisi yang tak sadar. "


Puspita hanya diam, dan terus menatap ke arah Heru, yang terus menatap nya.


" Tak sadar saja, kamu hanya ingat Galih, bagaimana dengan kondisi sadar. Kamu masih mencintai nya kan, kamu membenci dia itu hanya di mulut nyatanya hati nggak bisa di bohongi, setelah dengar kabar saat teman - teman Tentara nya bahwa istri nya itu yang telah membunuh pengasuh nya, dan tentang hubungan kamu sama dia saat dulu putus karena istrinya, apalagi sekarang dia status duda."


Flashback on


" Kasihan Bang Galih, gegara istrinya yang kejam dia di bohongi karena cinta dia rela menghabisi nyawa saudara kembar nya, dan merebut Bang Galih dari Ibu Puspita, sampai punya anak lagi." Ucap seorang Tentara yang sedang berdiri di depan kamar inap Galih

__ADS_1


" Iya, sungguh wanita yang berambisi besar tapi hatinya bukan manusia."


" Kalau begitu Bang Galih balik lagi saja sama Ibu Puspita, mereka kan akhir - akhir ini dekat."


" Benar, apalagi saat Ibu Puspita kecelakaan, di tempat kejadian dia menangis, coba dia kan bukan apa - apa nya Bang Galih, kalau nggak masih ada rasa apa coba? "


" Benar - benar, Saya setuju Dengan pemikiran kamu."


Flashback Off


" Kalian masih mencintai, kamu sekarang hanya pelampiasan saja kan, buat apa kalau hubungan kita hanya terpaksa, lebih baik kita akhiri saja, kita lebih cocok jadi sahabat seperti dulu kamu pernah katakan, dan kalau kita menjalin hubungan takut menjadi seperti ini, sakit."


" Kak, Saya nggak ada maksudnya untuk minta kita mengakhiri hubungan ini, Saya hanya ingin dinikahi segera. "


" Itu bukan niat, tapi emosi . Hubungan yang tak sehat bila kita melanjutkan nya."


" Kak. " Ucap Puspita sambil memegang tangan Heru.


" Kakak nggak akan pergi Jauh dari kamu, kakak akan selalu ada di sekitar kamu, tapi bukan sebuah hubungan layaknya sepasang kekasih, tapi sahabat."


" Nggak kak, Saya mencintai kakak."


" Nggak Kak, Saya nggak mau yang sudah pasti benar - benar pasti tapi hanya harapan palsu, kakak nggak memberikan harapan palsu, kakak memberikan harapan nyata."


" Tapi hati kamu, bukan untuk kakak, hanya untuk pria lain, kita menjalin persahabatan saja ya. "


" Kakak...!!! "


Heru mengecup kening Puspita dengan sangat lama, sedangkan Puspita memejamkan matanya, dengan air Mata yang keluar dari sudut kedua kelopak mata nya.


" Kakak sayang kamu, selamanya sayang kamu, kita tidak berjodoh tapi Allah mentakdirkan kita menjadi Sahabat."


" Maafkan Saya kak, maaf..!! "


" Kakak nggak akan tinggalin kamu dengan kondisi seperti ini, kakak akan selalu ada sampai kamu bisa berjalan lagi, kakak akan menemani kamu."


" Maafkan Saya kak."


" Kakak hanya ingin kamu bahagia, kakak tidak ingin kamu terpaksa mencintai kakak, hanya keterpaksaan seumur hidup kamu."

__ADS_1


" Saya ingin Pulang ke Jawa, sampai sana Kakak jangan meninggalkan saya."


" Kakak akan urus kepulangan ke Jawa, kakak akan urus berkas cuti kamu, Kakak janji akan selalu ada buat kamu."


" Kak, maafkan saya, dan terima kasih."


" Kamu nggak salah, hanya kondisi kita yang tidak memihak pada hubungan kita."


******


Galih menatap dari Jauh, saat sebuah blankar di dorong oleh beberapa perawat. Galih menatap Puspita yang kini untuk Pulang ke Jawa.


" Kamu nggak ingin mengucapkan kata perpisahan? " Tanya Galuh.


" Nggak, untuk apa dia hanya bagian masa lalu."Jawab Galih.


" Kejar dia, sebelum Jauh."


" Kita nggak akan mungkin bersatu, dari awal memang kita sudah nggak berjodoh."


******


Heru terus berada di samping Puspita, saat berada di dalam pesawat yang membawa keluarga mereka kembali Pulang.


" Kamu senang, bisa Pulang sama dengan keluarga? " Tanya Heru.


" Senang kak, tapi kakak janji saat sudah di jawa kakak jangan pergi tinggalin saya, karena kakak yang selalu memberikan semangat untuk saya." Jawab Puspita.


" Iya, kakak janji."


******


Galih menatap rumah nya yang kini sepi, masih terlihat jelas Rena, dan kedua anak nya. Tawa, kebersamaan dan pertengkaran kecil yang selalu menghiasi rumah yang selama ini dia tempati bersama keluarga kecil nya, tinggal kenangan.


" Kenapa kamu merusak semua nya Rena, kenapa kamu tega pada kami."


Galih menatap photo Rena bersama dirinya dan kedua anak mereka, Bagas dan Panji. Lalu Galih berjalan ke arah nakas yang di atas nya tergeletak sebuah figura.


" Sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah saya lupakan, karena kamu adalah ibu dari Bagas dan Panji. Kamu memang salah, tapi saya janji tak akan pernah mengajarkan Bagas dan Panji membenci kamu, karena kamu adalah Ibu yang melahirkan mereka."

__ADS_1


__ADS_2