
Rena memundurkan tubuhnya, hingga menabrak tembok, saat Galih memepetkan tubuhnya.
" Saya Galih Heksa, bukan Galuh Aksa."
Rena terus menatap ke arah Galih, tatapan mata yang sudah dengan air mata yang tergenang di kelopak mata nya.
" Tapi saat ini, selamanya saya sudah menaruh hati sama kamu, dan buktinya di rahim kamu ada anak dari saya."
" Jangan tinggalin saya, bagi Saya kamu tetap lah mas Galuh Ayah dari Bagas."
" Kamu harus membuka mata, di depan kamu adalah Galih Ayah dari anak yang kamu kandung. Puspita adalah masa lalu, dia juga sudah mempunyai masa depan."
Galih mencium kening Rena, lalu turun mencium bibir nya, dengan ******* dan saling membalas.
******
Hiks.. hiks... hiks..
" Sudah Jangan menangis, kita kan masih bisa komunikasi." Ucap Heru sambil mengusap air mata Puspita yang membasahi kedua pipinya.
" Komunikasi kan beda Kak, kalau lewat telepon atau video call kan hanya lewat angin, sedangkan ini kita bertemu kontak fisik."
" Sabar sayang, kakak akan coba urus untuk mutasi kesini."
Mobil yang akan mengantar Heru pun telah sampai, dan saat nya Heru dan Puspita berpisah.
" Kakak pulang dulu." Ucap Heru sambil mencium pucuk kepala Puspita.
Puspita mencium punggung tangan Heru, dan lalu Heru memasuki Mobil yang menjemputnya untuk mengantar sampai Bandara.
Puspita pun membalikkan tubuhnya untuk masuk ke dalam rumahnya namun saat menoleh melihat pria yang selalu menerornya.
Pria tersebut beranjak pergi, langkah kaki Puspita mengikuti pria tersebut. Pria tersebut dengan langkah kaki yang panjang membuat puspita selalu ketinggalan jauh.
Langkah nya menuju memasuki hutan, hingga terus berjalan masuk.
" Hey.. kamu mau bawa Saya kemana, berhenti."
Pria tersebut terus membawa langkah kaki Puspita hingga memasuki lebih dalam ke hutan lagi.
" Puspita, nyawa kamu sekarang terancam, hati - hati dia sangat licik, kita bekerja sama untuk mengambil apa yang seharusnya jadi milik kita." Ucap nya saat menghentikan langkah nya.
" Siapa kamu? "
" Saya sudah mengawasi kamu sejak 3 tahun terakhir, kamu mungkin akan kaget siapa Saya. Hanya satu permintaan Saya, rebut kembali Galih, dia tidak pantas hidup di dalam sebuah ke bohongan dan pengkhianatan."
" Saya nggak mengerti, dan saya sudah tidak tertarik lagi dengan Mas Galih, karena saya sudah punya tunangan."
Pria tersebut berbalik dan berhadapan dengan Puspita.
__ADS_1
" Maaf kalau saya selama ini selalu meneror kamu, saya hanya ingin kamu ambil Galih kembali, dan Saya menyelamatkan saudara kembar Saya dari wanita licik seperti Rena."
" Ceritakan sebenarnya apa masalahnya?"
" Saya akan menyatukan kamu kembali bersama Galih. "
" Hah.. menyatukan Saya dengan Galih, kamu sehat kan nggak sakit? "
Pria tersebut membuka topinya, kacamata hitamnya dan maskernya. Betapa terkejutnya Puspita saat melihat wajah yang ada di depan nya, wajah yang sudah sangat lama dengan dirinya kenal namun ada yang berbeda dengan wajah pria tersebut.
" Saya Galuh Aksa, saudara kembar Galih. Saya juga seorang Tentara, namun kami berpisah saat masih kecil, Saya ikut Papah, Galih Ikut Mamah."
" Bukan nya, yang Saya dengar Galuh sudah meninggal dunia? "
" Saya masih hidup, dan Saya beruntung masih di beri kesempatan kedua."
Flashback ON
" Rena lepaskan Saya. " Teriak Galuh saat dirinya telah terikat kedua tangan dan kaki nya.
Galuh saat itu sedang berlibur dengan Rena, dan menghabiskan malam panjang dengan nya, namun tanpa Galuh sadari Rena memasukan obat tidur kedalam minumannya, dan berakhir terikat.
" Saya nggak menyangka, Saya salah orang. Jujur satu tahun kita pacaran, kamu tahu dari dulu Saya menginginkan Galih ternyata yang di dapat Galuh, kamu tahu Saya mencintai Galih bukan kamu."
" Lantas kenapa kamu ikat Saya hah..? "
" Karena Saya ingin lepas dari kamu sejak dulu, namun sangat sulit, dan ingin mengakhirinya."
" Kamu tahu, apa pun yang Saya ingin kan harus bisa Saya miliki, seperti Saya ingin memiliki Galih. Dan kamu tahu, Saya hanya terpaksa menjalin hubungan dengan kamu, saat tahu kamu Galuh karena obat perangsang yang Saya masukan itu salah sasaran seharusnya Galih ternyata Galuh."
" Jahat kamu Rena."
" Mengakhiri nyawa kamu, agar Saya terlepas dari kamu, karena Saya hanya mencintai Galih bukan Galuh. "
" Kamu Rena, sampai kapan pun Saya tidak akan melepaskan kamu, dan kamu sedang mengandung anak saya, dan asal kamu ingat Saya sudah memberikan banyak apa yang kamu minta."
Hahahahahaha
" Kamu mengancam Saya, Saya hanya memanfaatkan kamu selama ini, kamu tahu Saya sudah susun skenario untuk bisa bersama Galih, kamu tahu apa pun yang harus jadi milik Saya, harus bisa karena saya akan lakukan apa pun itu."
Rena mengambil sesuatu dari dalam saku celananya, terlihat sebuah pisau lipat kecil yang sudah berada di tangan nya.
" Saat tahu Galih punya kekasih, saya nggak ikhlas jadi saya memutar otak, mencintai dalam diam itu capek jadi saya harus menghabisi salah satu nya."
" Rena mau apa kamu." Ucap Galuh sambil berusaha melepaskan ikatan tali nya.
Bruuukkk
Rena menendang kursi yang di duduki Galuh hingga terjungkal kebelakang.
__ADS_1
Aarggghhh
Rena menekan kepala Galuh, dan menempelkan ujung pisau di sudut bibir Galuh.
" Terlalu tampan, sayang kamu harus berakhir. Dan kamu lihat ujung katup itu, saya akan buka karena itu gas beracun. "
" Rena, kamu tega mengakhiri Ayah dari anak kamu? "
" Maaf, saya harus lakukan ini."
Sreeeettt
Aaarrrggghhhh
Sreeeettt..
Hahahahahaha
Rena tertawa saat melihat bibir Galuh terkoyak, hingga darah mengalir dan Galuh yang merasakan sakit masih berusaha untuk bisa lepas ikatan nya.
Saat tahu tangan Galuh terlepas, Rena langsung menancapkan benda yang di tangan nya.
Jleb
Arrrggghhh
Rena menekan terus hingga dalam, dan Galuh hingga tak berdaya.
" Selamat tinggal."
Galuh tersungkur tak berdaya, Rena lalu menutup wajah nya dengan masker dan membuka katup tersebut, gas beracun pun mulai menyebar , Rena pun lari meninggal kan Galuh dan menutup pintu gudang.
Uhuk... uhuk..
" To -tolong." Ucap Galuh dengan sangat terpaksa menahan sakit di sekitar mulutnya.
Uhuk.. Uhuk...
Nafas Galuh sudah mulai terasa sesak, pandangan mata nya mulai buram, pusing, dan mual.
Namun saat pandangan nya mulai kabur, sayup - sayup mendengar seseorang datang menolongnya, langsung menutup kan masker pada Galuh.
Flashback Off
" Kamu tahu siapa yang menolong saya, dia adiknya Rena yaitu Alexa. Dia saat itu mengetahui Rencana Rena yang sangat berbahaya, saat dia melihat Rena bertransaksi gas beracun itu, dan Rena sedikit mendengar dari ucapannya bahwa dia ingin menghabisi saya. Dia ikuti kami berdua, Alexa mungkin terlambat saat sudah melihat mulut saya sudah tak berbentuk, dan Gas sudah menyebar, aksi yang berbahaya mungkin kalau tahu nyawa dia juga terancam karena obsesi kakak nya yang terlalu besar."
" Tolong, kita sama - sama ungkap kejahatan Rena, disana ada anak saya, Bagas tidak boleh hidup di bawah asuhan seorang ibu yang jahat." Ucap Galuh.
" Saya harus melakukan apa, dan saat ini istrinya sedang mengandung anak dari Mas Galih."
__ADS_1
" Jadilah seorang pelakor , rebut kembali kekasih kamu..!!!