
3 bulan sudah setelah kejadian kegagalan pernikahan Puspita dan Ikbal, dirinya lebih banyak di rumah sambil mencari - cari informasi pekerjaan yang cocok, dan melamar kesana kemari.
" Sudah berapa perusahaan yang kamu lamar?" Tanya Tante Tini.
" Banyak Tante, banyak yang di tolak, kadang di terima nggak cocok pekerjaan nya." Jawab Puspita.
" Semangat."
" Semangat lah Tante."
" Ngomong - ngomong teman kamu Heru Dinas dimana? "
" Dinas KOMINFO."
" Sudah di angkat ya? "
" Dia kan sebelum lulus kuliah sudah di angkat, setelah lulus baru penyetaraan."
" Kamu nggak ingin coba ikut tes?"
" Ikut lah, kalau ada tahun sekarang, Puspita ikut tes Tante."
" Coba saja, barang kali saja lulus."
" Itu kan cita - cita Puspita, ingin jadi ASN kayak Tante, Papah dan saudara - saudara lainnya."
******
" Jalan yuk? " Ajak Heru saat berada di rumah Puspita.
" Kemana Kak? " Tanya Puspita.
" Malam mingguan yuk." Jawab Heru.
" Hayu, Saya ganti pakaian dulu."
" Kakak tunggu." Ucap Heru sambil tersenyum.
****
Puspita dan Heru sedang berada di Alun - Alun kota sambil menikmati music jalanan. Heru dan Puspita pun duduk bersebelahan sambil duduk di atas tikar, menikmati jagung bakar.
" Ada info pendaftaran CPNS, tapi belum di buka link nya."
" Beneran kak? "
" Iya, katanya tinggal 24 maret di buka."
" Coba akh."
" Disana banyak lowongan di Dinas lain nya, formasi masing - masing untuk 5 orang per instansi."
" Seluruh Indonesia? "
" Per kabupaten dan setiap provinsi segitu jatahnya,tapi ada yang beda juga."
" Saya akan coba Kak. "
" Jangan menyerah, karena dengan perjuangan pasti akan membuahkan hasil."
" Iya kak, semoga tahun sekarang nama Saya lolos."
__ADS_1
" Amin, misal gagal jangan kecewa karena bisa ikut tahun depan nya lagi." Ucap Heru.
Lalu tiba - tiba Heru meraih tangan Puspita, dia genggam erat, sehingga Puspita menjadi kaget.
" Jangan lepas. " Ucap Heru saat merasakan Puspita mencoba menarik tangan nya.
" Kenapa kak? "
" Kakak ingin tangan ini selalu saling seperti ini."
" Kak..!! "
" Kakak nggak ingin jawaban sekarang, kakak akan tunggu."
" Kak, bukan begitu tapi Saya nyaman dengan kakak seperti ini, Saya nggak mau hubungan kita menjadi renggang karena suatu hubungan yang lebih."
" Tapi Kakak mencintai kamu, dulu kamu juga sama kan mencintai Kakak? "
" Itu dulu kak, tidak dengan sekarang. Maaf..!!!" Ucap Puspita menarik tangan nya.
" Sekarang Saya tidak percaya lagi sama pria kak, dua kali Saya di kecewakan jangan sampai rasa kecewa ini muncul pada diri Saya dan Kakak."
" Kakak mengerti, tapi kakak bukan mereka."
" Maaf Kak, karena Saya terlalu sayang sama Kakak, sehingga Saya nggak mau seperti itu kak."
*******
Heru duduk di teras rumah nya sambil memandangi bintang - bintang di langit, setelah pulang mengantar Puspita pulang.
" Kamu kenapa murung? " Tanya Pak Rudi.
" Ayah." Jawab Heru .
" Heru tadi menyatakan kembali perasaan Heru
pada Puspita, tapi Puspita menolak Heru."
" Kenapa? " Tanya Pak Rudi sambil menaikan satu Alisnya.
" Dia nggak mau membenci Heru suatu saat nanti, dia takut kecewa yang kedua kalinya Ayah."
" Wajar Puspita bicara seperti itu, terlalu sakit untuk sebuah kejadian yang kemarin. Dua kali dia gagal, rasa malu, sakit, kecewa yang jelas dia pasti menangis."
" Heru mencintai dia Ayah, Heru serius sama dia."
" Kamu coba kembali, yakin kan dia bahwa kamu tidak seperti kedua pria yang menyakiti hatinya. "
******
" Jadi kak Heru nembak kamu lagi? " Ucap Anggi dari seberang.
" Iya, tapi Saya tolak." Ucap Puspita dari sambungan teleponnya.
" Kenapa, dia sudah jelas benar - benar mencintai kamu."
" Saya takut kecewa yang kedua kalinya, dan Saya nggak mau kebencian Saya muncul pada Kak Heru juga."
" Kenapa kamu begitu, apa karena sudah tak percaya lagi dengan namanya laki - laki? "
" Jujur iya."
__ADS_1
" Tidak semua laki - laki itu seperti A Ikbal dan Mas Galih, pasti ada lelaki yang lebih baik dari mereka."
" Untuk saat ini saya masih belum percaya."
" Puspita, kamu nggak mungkin akan sendiri seumur hidup kan? "
" Terlalu sakit hati ini Anggi, terlalu indah luka yang mereka buat."
*******
Ikbal berjalan menuju ke arah Mawar yang kini telah menjadi istrinya, sedangkan kedua orang tua Ikbal telah kembali ke Eropa, membawa kekecewaan.
" Kamu sudah makan? " Tanya Ikbal.
" Sudah A, jam segini sudah pulang? "
" Aa ingin makan siang sama Istri Aa, maaf awal - awal pernikahan Aa selalu dingin sama kamu, seharusnya Aa nggak boleh seperti itu sama kamu."
" Kita lupakan ya A, Saya disini juga salah sudah jadi orang ketiga. Puspita wajar membenci kita berdua, Puspita wajar membenci Aa. "
" Aa janji akan menjadi suami yang baik, Aa janji nggak akan mengecewakan yang kedua kalinya wanita yang sangat Aa Cintai."
******
Puspita berjalan di sebuah mall, dia lalu menuju ke sebuah toko buku dan mencari - cari buku yang akan dia baca dan beli. Saat sedang memilih buku, dirinya menemukan sebuah buku yang sangat menarik. " Perja**lanan Cinta Abdi Negara. "
Puspita membaca buku novel tersebut, saat dirinya baca segumpal kisah nya mirip dengan kisah yang di alaminya.
" Kenapa baca kisah nya seperti Saya masuk kedalam novel nya." Ucap Puspita saat membuka lembar demi lembar novel tersebut.
" Kamu harus baca cerita nya, itu sangat bagus." Tiba - tiba seorang pria bermasker dengan kacamata hitam di samping nya sambil membaca novel yang sama.
" Cerita nya bagus ya? "
" Sangat bagus, kisah Cinta yang sangat rumit. Seperti kisah Cinta kamu, dan ingat kamu adalah wanita yang harus ambil kembali apa yang jadi milik kamu." Ucap Pria tersebut sambil Menaruh kembali Novel yang dia baca.
" Kamu siapa ya, apa kamu kenal dengan Saya?" Tanya Puspita sambil memandang pria tersebut pergi menjauh dari nya.
" Siapa sih dia? "
*******
" Kamu harus bisa bekerja sama dengan Saya secara tidak langsung Puspita, kamu harus rebut kembali apa yang harus menjadi milik kamu. "
Pria tersebut masih memantau Puspita dari dalam mobilnya sampai Puspita keluar dari Mall dan menaiki taksi online.
" kita sama - sama sakit hati, Saya janji akan membantu kamu tapi kamu juga harus bantu Saya."
Mobil pria tersebut mengikuti mobil dimana Puspita menaiki Taksi yang membawa nya pulang.
*******
Heru memasuki mobilnya sambil Menaruh bucket bunga dan Kado yang sangat besar di jok bagian belakang.
Senyum mengembang saat melihat kedua benda yang dia akan berikan pada orang yang sangat special buat dirinya.
" Semoga kamu suka, selamat ulang tahun."
Heru pun melajukan mobilnya menuju ke rumah Puspita, dengan membawa perasaan bahagia.
Kita mulai dengan penuh tanda tanya..???...
__ADS_1
Salam Sahabat Puspa....!!!