
Plaaaaakkk....
" Kamu tega, lihat ini baca...!!!! "
Dengan tangan gemetar, membaca secarik kertas berwarna putih yang di berikan oleh nya.
" Nggak mungkin, ini nggak mungkin."
" Nggak mungkin bagaimana, memangnya Saya ini apa hah..!!!!"
" Maaf Saya nggak bisa."
Plaaakkkk
Plaaaaakkk...
" Kamu tega, kamu tega membuang Saya begitu saja."
" Kamu tahu kan posisi kita ini apa sekarang?"
" Kamu tega, kamu benar - benar pengecut.Saya nggak mau tahu, kamu harus tanggung jawab."
*******
" Kak, nanti datang nya di acara pernikahan nya saya." Ucap Puspita sambil menyerahkan kartu Undangan.
Heru membaca kartu Undangan yang di berikan oleh Puspita, ada seutas senyuman penuh arti pada Heru.
" Kakak kapan menyusul Saya? "
" Belum punya calon nya."
" Carilah kak, masih banyak perempuan yang lebih cantik dan lebih baik dari pada Saya."
" Belum ada yang cocok, mungkin Allah belum mempertemukan jodoh yang cocok untuk Kakak."
" Semoga kelak, kakak akan mendapatkan jodoh dunia akhirat."
" Amin...!!!! "
" Jangan lupa hadir ya."
" Insya Allah."
******
" Aa.. ih. . lepasin nggak..!! " Ucap Puspita saat Ikbal memeluk tubuh Puspita dari belakang sambil wajahnya di gesek - gesekan di kepala bagian belakang Puspita.
" Aa nggak mau lepasin kamu."
" Sesak A, ih... lepasin nggak. "
" Nggak...!!! "
" Aa, please.. nanti kita di grebeg Pak RT loh, tuh lihat pintu saja terbuka lebar nanti ada yang lihat."
Ikbal pun melepaskan pelukan nya, lalu menggeser tubuh nya sedikit menjauh dari Puspita.
" Yank, setelah menikah Aa memutuskan pindah tugas di kota asal Aa, kamu mau kan ikut kesana?"
__ADS_1
" Ya pasti lah, kemana suami akan pergi pasti akan ikut."
" Kita nanti akan memulai kehidupan baru, dimana kita akan buat keluarga kecil bahagia."
" Puspita akan selalu bahagia dimana pun berada asal bersama Aa. "
" Makasih sayang." Ucap Ikbal sambil mencium punggung tangan Puspita.
********
Di pertigaan jalan mobil Heru berhenti saat lampu merah, saat menoleh ke samping Heru melihat seorang yang sangat dia kenal. Dan yang membuat Heru kaget, apa yang dia lihat bukan seseorang yang sangat dia kenal siapa yang berboncengan motor di belakang.
" Siapa, kok pake peluk segala? "
Lampu merah berganti hijau, dimana mobil Heru mengikuti arah motor yang berada di depan nya.
Heru terus mengikuti motor tersebut, hingga berhenti di salah satu klinik.
" Ngapain mereka kesana? "
*******
Rumah Puspita sudah ramai dengan keluarga yang datang, dari Jauh maupun dekat. Puspita menikah di rumah Tante dan Om nya, dimana sejak kecil setelah kedua orang tua nya bercerai Puspita di asuh oleh mereka.
" Cieeeee... calon Ibu Bhayangkari, nggak nyangka anak yang tadinya kecil sekarang sudah dewasa dan mau menikah." Ucap Salah satu saudara Puspita.
" Alhamdulilah, sudah ketemu jodohnya." Ucap Puspita sambil tersenyum.
" Kamu kenal dimana? " Tanya sepupu Puspita yang bernama Laila.
" Dikenalin sama teman, dia teman kakaknya yang Dinas di Polres. " Jawab Puspita.
" Bukan lain lagi, dia Tentara sudah menikah."
" Dia bukan yang terbaik, Allah menunjuk kan jalannya dengan yang Polisi ini."
" Kalau ingat sakit hati ini, sangat sakit. "
*******
" Puspita. "
" Kak Heru, kok nggak kasih kabar mau datang."
" Kakak hanya ingin memberi tahu kamu."
" Memberi tahu apa Kak? "
" Gagalkan rencana besok kamu menikah dengan Ikbal."
" Hah.. maksudnya apa? " Tanya Puspita kaget.
" Kamu akan di sakiti terus selama nya oleh dia, lebih baik kamu malu dari pada kamu terluka selama menikah." Jawab Heru.
" Saya nggak ngerti."
" Ikbal selingkuh."
" Jangan ngaco Kak."
__ADS_1
" Percaya sama Kakak, kenapa Kakak datang kemari malam - malam, hanya ingin kasih tahu tentang ini."
" Sudahlah Kak, Saya tahu karena Kakak tidak rela Saya menikah dengan A Ikbal. Saya tahu Aa masih mencintai saya benar kan? "
Heru menarik nafasnya dengan mengepalkan kedua tangan nya dan menatap ke arah Puspita.
" Benar, saya masih sangat mencintai kamu, dan hati ini nggak ikhlas kalau kamu menikah dengan lelaki seperti dia."
" Kenapa baru sekarang kalau Kakak ingin mencintai Saya seutuhnya, kenapa nggak dari dulu di saat saya juga berharap banyak kalau Saya juga mencintai Kakak. Kenapa baru sekarang, di saat beberapa jam lagi Saya akan menyandang status nyonya Ikbal."
" Terserah kamu mau bilang apa, Saya harap kamu nggak akan pernah menyesal seumur hidup kamu." Heru pergi meninggalkan Puspita yang masih berdiri menatap nya pergi.
Di dalam Kamar Puspita masih mengingat apa yang di ucapkan Heru, pikiran nya seakan ke arah yang benar - benar buruk terjadi.
" Apakah yang di katakan Kak Heru itu benar, tapi nggak mungkin A Ikbal seperti itu."
Puspita meraih ponselnya, dan mencoba menghubungi Ikbal, namun dia urungkan.
" Seharusnya Saya nggak boleh ragu, seharusnya saya harus percaya dengan pasangan yang beberapa jam lagi menjadi suami Saya, bukan terpancing omongan yang nggak jelas seperti ini."
*****
" Bagaimana Saya harus berusaha pernikahan ini nggak terjadi, Saya harus buat rencana." Ucap Heru sambil berjalan kesana kemari di dalam Kamar nya.
" Tapi bagaimana, kalau Saya nanti di anggap pengacau? "
Aaarrrrggghhhh
" Kenapa jadi begini sih." Ucap Heru sambil mengacak rambutnya dengan satu tangan."
********
Puspita pun tengah di rias oleh MUA, dirinya memakai kebaya putih, dengan hijab yang di hias melati.
" Kenapa di saat hari pernikahan ini, Saya tidak merasa bahagia. Semuanya gara - gara Kak Heru." Ucap Puspita dalam hatinya.
" Sudah siap? " Tanya Tante Tini.
" Sudah bu, tinggal poles lipstick nya saja." Jawab MUA.
" Soalnya mobil pengantin sebentar lagi sampai." Ucap Tante Tini.
" Sudah siap penggantinya. " Ucap MUA setelah memoles Lipstick di bibir Puspita.
******
Pengantin pria dan rombongan keluarga pun telah tiba, dimana melakukan prosesi penyambutan pengantin pria.
Ikbal terlihat gagah saat mengenakan pakaian yang senada dengan Puspita, wajah tampan nya membuat para tamu Undangan melihat ke arah Ikbal.
Setelah prosesi penyambutan Ikbal berjalan ke arah meja yang sudah di siapkan untuk prosesi Akad nikah.
Ikbal pun duduk di depan penghulu, sedangkan Puspita berjalan ke arah nya dengan di dampingi sahabat nya Fatimah, Evi, Anggi, dan Ida.
Sedangkan seseorang di Ujung Timur menatap sebuah video yang di kirim kan oleh sahabat nya, dan Video tersebut langsung dia hapus, lalu memasukan kembali ponselnya di saku celananya.
" Ayah....!! " Panggil nya pada pria yang di depan nya.
Dirinya lalu tersenyum pada anak laki - laki yang berlari ke arah nya, memeluk tubuh kekar pria yang ada di depan nya dengan Seragam lengkap yang dia kenakan.
__ADS_1
Dan wanita yang tengah mengandung berjalan ke arah kedua pria tersebut. Dengan tampak raut wajah bahagia yang terpancar di wajah keduanya.