Antara 3 Abdi Negara

Antara 3 Abdi Negara
Cinta Yang Hilang Kini Kembali


__ADS_3

" Galih maaf kan saya." Ucap Gladis saat Galih sedang memasukan barang - barang nya ke dalam kardus.


" Saya nggak menyangka otak kamu sangat picik." Ucap Galih dengan nada tinggi.


" Saya mencintai kamu Galih, kalau tidak karena Rena kita tak mungkin seperti ini."


" Cukup jangan salahkan Rena, saat itu dimana Rena mengancam kamu seharusnya kamu bilang sama Saya, kita hadapi bersama. Dan asal kamu tahu ya, sekarang ini kamu bukan cinta, melainkan obsesi."


" Tolong berilah Saya kesempatan lagi?"


" Maaf, tidak ada maaf untuk kamu atau kesempatan untuk wanita semacam kamu. Dan satu hal yang Saya ingin katakan sama kamu, sayangi Berlin dengan tulus, jangan sampai suatu saat dia akan membenci kamu. Jangan kamu jadi kan kembali Berlin sebagai alat untuk kamu, dan asal kamu tahu Leon sangat mencintai kamu."


******


" Jadi Abang benar tinggal sama kita di Mess nih. " Ucap Saeful.


" Saya nggak ada istri, lagian tinggal terpisah membuat Saya jenuh, kesepian enak seperti ini banyak teman."


" Benar kata Abang, kalau sudah ketemu teman, apalagi saling susah senang bersama rasanya nggak bakalan lupa seumur hidup."


" Benar kata kamu, moment kita juga seperti ini, tahun depan entah kita juga masih bisa bersama tersenyum tidak, karena kita seorang Prajurit yang harus siap di tempatkan dimana saja."


*******


" Duh bumil ngemil saja." Ucap Wina teman satu Kantor dimana Puspita Dinas.


" Iya mau nya makan terus." Ucap Puspita.


" Kamu beruntung, hamil usia muda doyan ngemil, apalagi suami jauh nggak rewel ya."


" Alhamdulilah mengerti kalau Papah nya itu jauh ."

__ADS_1


******


" Mas sudah makan? " Tanya Puspita dari panggilan teleponnya.


" Sudah Yank, gimana anak Papah di dalam perut mamah rewel nggak? " Jawab Galih kembali bertanya.


" Nggak rewel dia mengerti kalau Papah nya jauh, hanya Mamah nya yang sangat merindukan Papah nya."


" Sama Mas juga sangat merindukan kamu sayang, tunggu suatu saat kita pasti akan berkumpul kembali. Doakan Mas di setiap sujud kamu, agar Mas tetap menjaga cinta kamu, dan selalu dalam lindungan Allah SWT."


" Pasti Mas, Saya akan selalu meminta Allah untuk tetap menjaga kamu dimana pun berada."


" I love you sayang."


" I love you too. "


*******


Ikbal turun dari Mobil nya saat tahu, mobil yang terparkir ada yang menabrak dari belakang.


" Ya ampun, ini mobil kenapa jadi penyok gini belakang nya!! " Ucap Ikbal kesal saat melihat keadaan mobil nya.


" Maaf nggak sengaja motor Saya menabrak mobil Om."


" Nggak sengaja bagai.. "


" Ida..!!! "


" A Ikbal!!! "


" Astaga jadi kamu yang menabrak mobil Saya?"

__ADS_1


" Maaf A, jadi bagaimana ini? "


*******


" Jadi kalian akan menikah? " Puspita membaca undangan pernikahan dari Heru dan Vera.


" Kamu datang ya." Ucap Heru.


" Pasti Kak, Saya akan datang."


" Kakak juga undang semua sahabat kamu, jadi kamu juga harus datang. Karena pesta pernikahan kakak, akan jadi ajang reuni kalian."


" Saya jadi kangen mereka kak, kangen bercanda sama mereka."


" Kakak bahagia sekarang." Ucap Heru sambil tersenyum.


Puspita pun tersenyum sambil memandang ke arah Heru yang masih tersenyum ke arah nya.


" Alhamdulilah kalau kakak bahagia, Saya senang kakak bahagia sekarang. Dan Saya pun bahagia, setelah menjalani berbagai rintangan, dimana cinta Sejati tak pernah menjauh walau pernah menyakiti hati tapi di balik ini semua ada cinta yang sangat tulus."


******


" Eva apa kamu mau kita bersama lagi seperti dulu? "


" Nggak Mas, Saya nggak mau. Kita sudah tua Mas kita sama - sama saja mengasuh cucu, jangan berharap untuk rujuk. Hati Saya sudah sangat cukup terluka, biarlah kita seperti ini saja, karena Saya tidak ingin menambah tempat untuk di jadikan luka yang permanen."


" Baiklah, tapi Saya mohon kamu jangan menghindar lagi seperti dulu, Saya ingin kita bisa menjadi layaknya sebuah keluarga yang utuh bahagia di depan cucu - cucu kita nanti."


" Kita pun tunjuk kan pada kedua anak kita, mereka harus tahu juga kita sudah berdamai." Ucap Ibu Eva.


" Terima kasih, kamu menerima Saya kembali untuk seperti saat kita pertama hidup berdua."

__ADS_1


" Saya pun sudah lupa mas, bagaimana rasanya pertama hidup berdua."


__ADS_2